Selasa, 21 Jul 2026 04:22 WIB

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Feb 2026 22:17 WIB
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. (Dok. Istimewa).
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kepergian Dominikus Adi Sutarwijono atau yang akrab disapa Cak Awi, meninggalkan duka mendalam di lingkungan DPRD Kota Surabaya.

Cak Awi yang menjabat Ketua DPRD Surabaya dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni menilai almarhum sebagai figur yang membawa keteduhan dalam dinamika politik.

“Mas Adi adalah pribadi yang bersahaja, teman diskusi yang baik. Ketenangan dalam memimpin mampu membuat DPRD menjadi tempat pengabdian yang tenang. Beliau juga politisi yang piawai merajut harmoni dalam keberagaman,” ungkap Fathoni kepada selalu.id.

Menurutnya, di tengah perbedaan pandangan politik, Cak Awi kerap menjadi penyejuk. Ia mengedepankan dialog, musyawarah, serta sikap saling menghormati sehingga suasana kerja DPRD tetap kondusif.

Hal Senada juga diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang sabar dan selalu hadir untuk masyarakat.

“Beliau itu orang yang sabar, baik, dan cepat mengambil langkah dalam kebijakan. Kalau bicara kepentingan masyarakat, beliau selalu peduli dan siap membantu. Banyak persoalan warga, terutama terkait pendidikan dan kebutuhan dasar, yang beliau kawal,” ungkapnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Di internal partai, Cak Awi juga dikenal sebagai sosok pengayom. Ia dinilai memberi ruang bagi kader-kader lain untuk berkembang dan tampil.

“Di kepartaian, beliau tokoh yang mengayomi. Memberi kesempatan kader untuk tumbuh dan berbuat baik. Kami sering berjalan bersama dalam suka dan duka, berdiskusi dalam mengambil kebijakan-kebijakan penting,” jelas Budi Leksono.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya ini juga mengakui bahwa dalam politik tentu ada dinamika dan perbedaan pandangan. Namun, menurutnya, sosok almarhum tetap dikenang sebagai pribadi yang membawa kebaikan.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

“Dalam politik tentu ada plus-minus. Tapi kita kehilangan sosok yang baik. Kami mendoakan beliau mendapat tempat terbaik,” tuturnya.

Adi Sutarwijono atau Cak Awi mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dalam pesan duka yang disampaikan keluarga dan kerabat, disebutkan bahwa almarhum “Telah berpulang dalam dekapan Roh Kudus” dan dimohonkan doa dari seluruh masyarakat untuk ketenteraman arwahnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.