Senin, 16 Feb 2026 17:20 WIB

7 Koper Turis Thailand Dicuri saat Liburan ke Gunung Bromo

  • Penulis : Inung
  • | Senin, 16 Feb 2026 14:48 WIB
Rombongan turis Thailand saat mencari kopernya melalui GPS. (Dok. Tangkapan layar/Ist).
Rombongan turis Thailand saat mencari kopernya melalui GPS. (Dok. Tangkapan layar/Ist).

selalu.id - Wisatawan asal Thailand menjadi korban pencurian saat berlibur ke wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Tujuh koper dilaporkan hilang.

Informasi yang diperoleh selalu.id, pencurian itu terjadi saat rombongan turis asal Thailand sedang parkir di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/02/2026).

Baca Juga: Potret Bersih-bersih Sampah di Kawasan Wisata Bromo Jelang Liburan dan Ramadan

‎Tujuh koper milik turis asal Thailand tersebut berisi berbagai barang berharga senilai puluhan juta rupiah.

Jhonni, agen travel yang mengantar rombongan wisatawan Thailand mengatakan, kejadian bermula ketika rombongan diantar menuju Bromo menggunakan minibus Toyota Hiace.

Seluruh koper disimpan di dalam kendaraan yang diparkir di area pendopo pemberhentian bus. Sopir dan wisatawan turun sejenak, sementara mobil dalam kondisi terkunci.

‎‎Namun saat kembali, ada kejanggalan. Pintu mobil yang sebelumnya terkunci terasa sulit dibuka.

‎‎“Saat dibuka, kondisi di dalam sudah berantakan. Koper yang semula tersusun rapi sudah acak-acakan. Setelah dicek, ada tujuh koper yang hilang,” ungkapnya, Senin (16/02/2026).

‎Menurut Jhonni, ‎saat itu para turis sempat menuding pihak travel sebagai pelaku karena tidak ada tanda kerusakan mencolok di kendaraan. Tak berselang lama, salah satu koper terlacak melalui GPS.

‎“Titik terakhir terdeteksi di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo,” jelasnya.

Baca Juga: Wisata Pasuruan dengan Panorama Indah, Cocok Buat Santai Bareng Keluarga

‎Berbekal sinyal tersebut, Jhonni bersama rombongan langsung menuju lokasi. Mereka tak berani bertindak sendiri dan segera meminta bantuan polisi.

Sejumlah anggota buser dari Polres Probolinggo turun ke lokasi dan melakukan penggeledahan di salah satu rumah warga yang dicurigai.

‎Namun hingga kini, koper-koper tersebut belum ditemukan. Sinyal GPS pun disebut menghilang.

‎‎Ironisnya, salah satu koper yang hilang berisi paspor milik wisatawan.

Baca Juga: Korupsi Gaji Ganda Rp118 Juta, Pendamping Desa di Probolinggo Ditahan

Kondisi ini membuat rombongan harus bergegas membuat laporan kehilangan di mapolres demi mengurus dokumen kepulangan ke Thailand.

‎Barang berharga yang ada di dalam koper tersebut barupa kamera, tablet, iPhone, pakaian, serta barang pribadi lainnya. Nilai kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

‎‎Kasus ini menjadi sorotan serius, mengingat peristiwa terjadi di jalur wisata menuju Gunung Bromo yang selama ini menjadi andalan kunjungan wisatawan mancanegara.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku dan mengungkap modus pencurian tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Universitas Muhammad Seruji Jember Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul

Sebanyak 196 mahasiswa dari enam fakultas resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam prosesi yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh rasa syukur.

Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

Kondisi tersebut berisiko menekan stok di pasaran dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Gila, Paman-Bibi di Surabaya Aniaya Balita 4 Tahun Hingga Terluka dan Kelaparan

Akibat ulah sang paman dan bibinya itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya bahkan sampai rambutnya botak.

Luapan Air Rendam Rel di Grobogan, Sejumlah KA Jarak Jauh Terlambat dan Dialihkan

Sejumlah kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan dan harus dialihkan perjalanannya, termasuk tujuan Surabaya.

Pecah Ban, Mobil Pikap Muatan Durian Terguling di Tol Surabaya Mojokerto

Panit PJR 3 Polda Jatim, Ipda Ridho Pramana mengatakan, mobil pikap tersebut awalnya melaju dari Bali hendak menuju ke Sragen, Jawa Tengah melalui lajur lambat.

Kapolres Bima Jadi Tersangka Kasus Narkoba: Sabu, Ekstasi hingga Happy Five Disita

Penetapan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan jaringan narkoba yang sebelumnya melibatkan anggota Polri lain di wilayah NTB.