Senin, 16 Feb 2026 20:55 WIB

Apa Sih Makna Filosofis Imlek di Tahun Kuda Api 2026, Ini Penjelasan Dosen UK Petra

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Feb 2026 18:38 WIB
Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia. (Dok. Humas UK Petra).
Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia. (Dok. Humas UK Petra).

selalu.id - Perayaan Imlek 2026 tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan dengan barongsai dan angpao, tetapi juga sebagai momentum memulai siklus kehidupan baru.

Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia menyebut Imlek sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempererat relasi.

Baca Juga: Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

Olivia menjelaskan, secara historis Imlek menandai peralihan musim dingin ke musim semi dalam tradisi Tionghoa. Peralihan itu melambangkan berakhirnya fase lama dan dimulainya harapan baru.

“Imlek adalah momen transisi. Masyarakat Tionghoa menutup lembaran lama dan menyambut siklus baru dengan semangat pembaruan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Olivia mengatakan, tradisi bersih-bersih rumah sebelum Imlek memiliki makna simbolis membuang kesialan tahun lalu.

Saat hari perayaan tiba, aktivitas menyapu dihentikan sebagai simbol menjaga keberuntungan yang sudah datang.

Selain itu, makanan khas yang disajikan saat Imlek juga sarat makna. Kue keranjang atau Nián Gāo melambangkan harapan peningkatan derajat hidup.

Baca Juga: Daftar Shio yang Diprediksi Paling Hoki di Tahun Kuda Api

Sajian ikan menjadi simbol kelimpahan karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin bermakna “kelebihan” atau “sisa rezeki”.

Olivia menambahkan, fenomena hujan yang kerap turun saat Imlek juga memiliki makna positif dalam filosofi Tionghoa. Hujan dipandang sebagai simbol turunnya rezeki dan keberkahan.

Pada 2026, masyarakat memasuki Tahun Kuda Api. Dalam kepercayaan Tionghoa, Kuda melambangkan kecepatan dan kerja keras, sedangkan unsur api mencerminkan energi yang membara serta pertumbuhan yang pesat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Catat Tanggalnya

Menurut Olivia, Tahun Kuda Api menjadi momentum untuk bergerak cepat menyelesaikan rencana yang tertunda dan mempercepat pencapaian tujuan.

Alumnus doktoral Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini menegaskan, esensi Imlek terletak pada keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Prinsip tersebut diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam kehidupan.

“Imlek mengajarkan pentingnya harmoni dan pembaruan diri agar kehidupan ke depan lebih baik,” jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Buruan Daftar! SIER Gelar Program Mudik 2026, Begini Caranya

Pada mudik tahun ini, SIER menyiapkan sejumlah rute strategis yang menjangkau berbagai wilayah di Jawa Timur

Potret Warga Binaan Lapas Mojokerto Bersih-bersih Masjid Sambut Ramadan

Sebanyak 15 pegawai Lapas Kelas IIB Mojokerto diterjunkan, dibantu oleh empat warga binaan yang telah melalui proses pembinaan serta pengawasan yang ketat.

Universitas Muhammad Seruji Jember Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul

Sebanyak 196 mahasiswa dari enam fakultas resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam prosesi yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh rasa syukur.

Gila, Paman-Bibi di Surabaya Aniaya Balita 4 Tahun Hingga Terluka dan Kelaparan

Akibat ulah sang paman dan bibinya itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya bahkan sampai rambutnya botak.

Luapan Air Rendam Rel di Grobogan, Sejumlah KA Jarak Jauh Terlambat dan Dialihkan

Sejumlah kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan dan harus dialihkan perjalanannya, termasuk tujuan Surabaya.

Pecah Ban, Mobil Pikap Muatan Durian Terguling di Tol Surabaya Mojokerto

Panit PJR 3 Polda Jatim, Ipda Ridho Pramana mengatakan, mobil pikap tersebut awalnya melaju dari Bali hendak menuju ke Sragen, Jawa Tengah melalui lajur lambat.