Sabtu, 13 Jun 2026 18:53 WIB

Apa Sih Makna Filosofis Imlek di Tahun Kuda Api 2026, Ini Penjelasan Dosen UK Petra

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Feb 2026 18:38 WIB
Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia. (Dok. Humas UK Petra).
Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia. (Dok. Humas UK Petra).

selalu.id - Perayaan Imlek 2026 tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan dengan barongsai dan angpao, tetapi juga sebagai momentum memulai siklus kehidupan baru.

Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia menyebut Imlek sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempererat relasi.

Baca Juga: Libur Imlek, Hampir 37 Ribu Penumpang Padati Daop 8 Surabaya dalam Sehari Terakhir

Olivia menjelaskan, secara historis Imlek menandai peralihan musim dingin ke musim semi dalam tradisi Tionghoa. Peralihan itu melambangkan berakhirnya fase lama dan dimulainya harapan baru.

“Imlek adalah momen transisi. Masyarakat Tionghoa menutup lembaran lama dan menyambut siklus baru dengan semangat pembaruan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Olivia mengatakan, tradisi bersih-bersih rumah sebelum Imlek memiliki makna simbolis membuang kesialan tahun lalu.

Saat hari perayaan tiba, aktivitas menyapu dihentikan sebagai simbol menjaga keberuntungan yang sudah datang.

Selain itu, makanan khas yang disajikan saat Imlek juga sarat makna. Kue keranjang atau Nián Gāo melambangkan harapan peningkatan derajat hidup.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tegaskan Siap Jaga Keamanan Perayaan Imlek dan Ramadan 2026

Sajian ikan menjadi simbol kelimpahan karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin bermakna “kelebihan” atau “sisa rezeki”.

Olivia menambahkan, fenomena hujan yang kerap turun saat Imlek juga memiliki makna positif dalam filosofi Tionghoa. Hujan dipandang sebagai simbol turunnya rezeki dan keberkahan.

Pada 2026, masyarakat memasuki Tahun Kuda Api. Dalam kepercayaan Tionghoa, Kuda melambangkan kecepatan dan kerja keras, sedangkan unsur api mencerminkan energi yang membara serta pertumbuhan yang pesat.

Baca Juga: Pasar Blauran Surabaya Diserbu Pengunjung, Kue Apem-Pastel Laris saat Imlek dan Jelang Ramadan

Menurut Olivia, Tahun Kuda Api menjadi momentum untuk bergerak cepat menyelesaikan rencana yang tertunda dan mempercepat pencapaian tujuan.

Alumnus doktoral Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini menegaskan, esensi Imlek terletak pada keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Prinsip tersebut diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam kehidupan.

“Imlek mengajarkan pentingnya harmoni dan pembaruan diri agar kehidupan ke depan lebih baik,” jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

Pembukaan Porkab Sidoarjo 2026 Cabang Olahraga Karate di GOR Delta Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.