Selasa, 03 Feb 2026 02:12 WIB

Andreas Pardede Angkat Bicara Soal Fenomena Kotak Kosong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Des 2024 14:01 WIB
Andreas Pardede
Andreas Pardede

selalu.id - Menyoal Pilkada 2024 yang diselenggarakan secara serempak diseluruh Indonesia, menjadi fenomena tersendiri bagi sejumlah kalangan. Khususnya mengenai Pilkada di Jatim yang didapati 5 daerah Kabupaten/Kota yang memiliki calon tunggal. Sehingga ditetapkannya Kolom (Kotak) Kosong sebagai pendamping pilihan calon tunggal tersebut.

Ini tentunya menjadi polemik tersendiri bagi beberapa kalangan kelompok masyarakat dalam menentukan pilihannya. Pilkada sendiri merupakan mekanisme kompetisi para kontestan untuk dipilih sebagai penyelenggara negara. Dalam kaitan ini, Kolom (Kotak) Kosong sebagai lawan Calon Tunggal bukanlah atau tidak dapat dikategorikan sebagai kontestan Pilkada.

Karena sejumlah alasan sebagai berikut ;
- Kotak Kosong bukanlah pasangan calon manusia yang bisa berkompetisi sebagaimana layaknya manusia.
- Kotak Kosong bukanlah kontestan yang bisa merumuskan dan menawarkan visi misi dan program kepada rakyat pemilih.
- Kotak Kosong bukanlah kontestan yang bisa didelegasikan kedaulatan oleh rakyat.

Pendiri Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Andreas Pardede menyebut, terkait putusan MK Nomor 60/PUU-XXI/2024 telah membuka dan memberikan ruang serta kesempatan seluas-luasnya bagi partai-partai politik untuk mencalonkan dan mengusung calon kepala daerah khususnya di kota Surabaya.

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, di kota Surabaya ada 7 parpol yang secara langsung bisa mengusung calon Walikota tanpa harus berkoalisi sebagaimana terlihat dari data berikut ; PDIP sebanyak 22 persen, Gerindra 16 persen, PKB 10 persen, Golkar 9 persen, PKS 9 persen, PSI 8 persen, Demokrat 7 persen, dan lain-lain sebanyak 19 persen.

"Karena berdasarkan putusan MK Nomor 60/PUU-XXI/2024 ini ketuju parpol tersebut telah melampaui suara sah minimal sebesar 6,5 persen. Namun ketujuh parpol tersebut beramai-ramai hanya mencalonkan atau mengajukan satu pasangan calon saja," ungkap Ketua Pusat Studi  Arus Demokrasi (PSAD) ini kepada selalu.id di Surabaya, Senin (2/12/2024).

Menurut Andreas Pardede, antusiasme rakyat pemilih yang telah memberikan suaranya kepada masing-masing parpol yang berbeda pada saat Pemilu Legislatif 2024, seharusnya menjadi cermin bagi para parpol untuk mengajukan pasangan calon yang berbeda.

"Sementara, Pilkada dengan pasangan calon tunggal tidak memberikan alternatif bagi rakyat Surabaya untuk memilih siapa walikota terbaik yang akan memimpin mereka selama 5 tahun," imbuh mantan komisioner Bawaslu Jatim periode 2012-2017 ini.

Baca Juga: Eri-Armuji Kalahkan Kotak Kosong, Aprizaldi: Bukti Nyata Kerja Pro-Rakyat!

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.