Senin, 02 Feb 2026 06:34 WIB

Stok Blanko e-KTP di Surabaya Menipis, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Nov 2024 12:18 WIB
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya Eddy Christijanto
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya Eddy Christijanto

selalu.id -Stok blangko untuk  Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Surabaya kini terbatas. Pemkot Surabaya pun memprioritaskan tiga golongan yang bisa melalukan pencetakan e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, per 11 November 2024, jumlah blanko e-KTP tinggal 4.200. Sementara yang mengajukan pencetakan e-KTP sekitar 1.500 perhari.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Dispenduk Capil pun memprioritaskan tiga  golongan yang bisa melakukan pencetakan. Tiga golongan tersebut yakni, usia 17 tahun, lansia dan penduduk yang pindah ke Surabaya.

"Kalau 1500 ya dua hari sudah kosong, kami tidak ingin blanko itu kosong artinya sampai dengan menjelang Pilkada itu nanti untuk pemilih pemula, orang disabilitas, lansia itu mereka punya data untuk bisa melakukan pencoblosan," jelasnya.

Usia 17 tahun menjadi prioritas utama agar mereka bisa mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Sehingga, mereka bisa turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi daerah.

"Pemilih pemula kami prioritaskan (untuk mengejar Pilkada) sampai dengan tanggal 27 November tahun 2024," ungkap dia.

Selain tiga golongan tersebut, pihaknya juga memprioritaskan pemohon e-KTP dengan kebutuhan mendesak. Seperti keperluan ke rumah sakit atau syarat melamar pekerjaan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

"Kalau misalnya itu dari tingkat urgenitasnya sangat mendesak itu akan kita cetak, karena apa jangan sampai blanko yang tersedia ini kami cetak semua, karena Kalau kami cetak semua itu per hari itu bisa sampai 1500," ungkap dia.

Sementara, bagi pemohon yang ingin mencetak karena e-KTP rusak atau hilang, menjadi prioritas terakhir. Petugas akan mengarahkan pemohon untuk mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai pengganti E-KTP.

"Mereka bisa melakukan upaya permohonan pencetakan KTP itu melalui aplikasi E-Sule yang ada di kelurahana dengan melampirkan alasannya," ungkap dia.

Setiap minggu, pihaknya telah mengajukan permohonan blanko ke pemerintah pusat. Namun, di pemerintah pusat stok blanko juga menipis.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"Kita mengajukan permohonan (blanko) tapi dapatnya sekitar 2000-4000. itu kalau kita normal itu satu hari dua hari sudah habis makanya akan kita manage," tutur Eddy.

Eddy pun tak tahu mengapa stok blanko di pemerintah pusat menipis. Padahal biasanya, pihaknya mengajukan blako ke pemerintah pusat satu bulan sekali dan yang datang selalu banyak.

"(Faktor stok menipis) enggak tau. Kita mengajukan, biasanya sebulan sekali itu dapat banyak gitu ya dan itu juga untuk satu bulan. sekarang ini kan ketika kita ngajukan cuma dapat segitu itu (2000-4000 blanko)," pungkas.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.