Minggu, 06 Sep 2026 22:56 WIB

Stok Blanko e-KTP di Surabaya Menipis, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Nov 2024 12:18 WIB
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya Eddy Christijanto
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya Eddy Christijanto

selalu.id -Stok blangko untuk  Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Surabaya kini terbatas. Pemkot Surabaya pun memprioritaskan tiga golongan yang bisa melalukan pencetakan e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, per 11 November 2024, jumlah blanko e-KTP tinggal 4.200. Sementara yang mengajukan pencetakan e-KTP sekitar 1.500 perhari.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Dispenduk Capil pun memprioritaskan tiga  golongan yang bisa melakukan pencetakan. Tiga golongan tersebut yakni, usia 17 tahun, lansia dan penduduk yang pindah ke Surabaya.

"Kalau 1500 ya dua hari sudah kosong, kami tidak ingin blanko itu kosong artinya sampai dengan menjelang Pilkada itu nanti untuk pemilih pemula, orang disabilitas, lansia itu mereka punya data untuk bisa melakukan pencoblosan," jelasnya.

Usia 17 tahun menjadi prioritas utama agar mereka bisa mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Sehingga, mereka bisa turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi daerah.

"Pemilih pemula kami prioritaskan (untuk mengejar Pilkada) sampai dengan tanggal 27 November tahun 2024," ungkap dia.

Selain tiga golongan tersebut, pihaknya juga memprioritaskan pemohon e-KTP dengan kebutuhan mendesak. Seperti keperluan ke rumah sakit atau syarat melamar pekerjaan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Kalau misalnya itu dari tingkat urgenitasnya sangat mendesak itu akan kita cetak, karena apa jangan sampai blanko yang tersedia ini kami cetak semua, karena Kalau kami cetak semua itu per hari itu bisa sampai 1500," ungkap dia.

Sementara, bagi pemohon yang ingin mencetak karena e-KTP rusak atau hilang, menjadi prioritas terakhir. Petugas akan mengarahkan pemohon untuk mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai pengganti E-KTP.

"Mereka bisa melakukan upaya permohonan pencetakan KTP itu melalui aplikasi E-Sule yang ada di kelurahana dengan melampirkan alasannya," ungkap dia.

Setiap minggu, pihaknya telah mengajukan permohonan blanko ke pemerintah pusat. Namun, di pemerintah pusat stok blanko juga menipis.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Kita mengajukan permohonan (blanko) tapi dapatnya sekitar 2000-4000. itu kalau kita normal itu satu hari dua hari sudah habis makanya akan kita manage," tutur Eddy.

Eddy pun tak tahu mengapa stok blanko di pemerintah pusat menipis. Padahal biasanya, pihaknya mengajukan blako ke pemerintah pusat satu bulan sekali dan yang datang selalu banyak.

"(Faktor stok menipis) enggak tau. Kita mengajukan, biasanya sebulan sekali itu dapat banyak gitu ya dan itu juga untuk satu bulan. sekarang ini kan ketika kita ngajukan cuma dapat segitu itu (2000-4000 blanko)," pungkas.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.