Senin, 31 Agu 2026 00:37 WIB

Aksi 'Buang Susu' di Pasuruan: DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Peternak Lokal

Aksi peternak buang susu
Aksi peternak buang susu

selalu.id - Aksi protes peternak sapi di Pasuruan, Jawa Timur, yang membuang susu hasil panen mereka karena pembatasan pasokan ke industri pengolahan susu (IPS) dan tingginya impor susu,  menarik perhatian Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa. Saan mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada peternak sapi lokal agar tak lagi mengalami kerugian akibat persaingan dengan produk impor.

"Kita berharap, ya, bahwa petani-petani atau peternak-peternak lokal yang terkait dengan terutama peternak sapi untuk susu, itu juga tetap mendapatkan prioritas perhatian dari pemerintah. Pemerintah harus memastikan bahwa alokasi pasokan susu didominasi oleh peternak lokal, meskipun kita tidak bisa menutup mata terhadap kebutuhan impor susu yang memang besar," tegas Saan, Senin (11/11/2024).

Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally 2026 Hadir di Pasuruan, Sirkuit Astrojoyo Tawarkan Lintasan Menantang

Terkait ketersediaan pasokan susu nasional, Saan menekankan bahwa impor susu hanya boleh dilakukan setelah kebutuhan susu dalam negeri terpenuhi. "Nanti sisanya kekurangan dari lokalnya berapa, baru nanti impornya berapa. Sehingga kesediaan susu secara nasional itu bisa terpenuhi," terang politikus Fraksi Partai NasDem itu.

Meskipun demikian, aksi pembuangan susu di Pasuruan menjadi bukti nyata kesulitan yang dihadapi para peternak lokal. Bayu Aji Handayanto, peternak sekaligus pengepul susu, mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi akibat kurangnya kontrol pemerintah terhadap susu impor. 

"Kami berharap pemerintah memperhatikan pasokan susu dalam negeri. Terkait harga, kami yakin para peternak mau berdiskusi dengan industri," ucap Bayu kepada selalu.id.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan)  mengungkapkan rencana impor 1 juta ekor sapi perah dalam kurun waktu 2025-2029.  Impor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan susu program Makan Bergizi Gratis dan kebutuhan susu reguler.

Baca Juga: Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR pada Selasa (5/11/2024) menjelaskan bahwa impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan 8,5 juta ton susu pada tahun 2029. "Impor 1 juta ekor (2025-2029). Pelaksana: perusahaan swasta 55 perusahaan," ujar Amran dalam paparannya pekan lalu.

Rencana impor sapi perah ini sontak menuai sorotan, mengingat potensi kerugian yang dihadapi oleh peternak lokal. Saan Mustopa mendesak pemerintah untuk mencari solusi yang adil bagi peternak lokal dan memastikan bahwa impor susu tidak merugikan industri peternakan dalam negeri.

"Pemerintah harus mencari solusi yang win-win solution,  di mana kebutuhan susu nasional terpenuhi, tetapi juga  peternak lokal tetap mendapatkan tempat dan  tidak mengalami kerugian. Jangan sampai  impor susu justru mematikan peternak lokal yang selama ini sudah berjuang untuk  memenuhi kebutuhan susu  masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Saan juga mengingatkan bahwa pembukaan keran impor harus diiringi dengan program  pendampingan dan peningkatan kualitas  peternakan sapi lokal. Dikatakannya, pemerintah harus memberikan dukungan yang memadai  kepada peternak lokal agar mereka mampu  bersaing dengan produk impor.

"Program pendampingan ini bisa berupa penyediaan bibit sapi perah yang berkualitas,  pelatihan teknik peternakan, dan akses  permodalan," cetusnya.

Dengan adanya kejadian ini, menunjukkan perlunya pemerintah untuk menjalankan program yang bersifat pro-peternak lokal. Pemerintah harus mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, baik peternak lokal, industri pengolahan susu, dan konsumen. Jika tidak, maka kejadian 'buang susu' di Pasuruan akan terus terulang dan merugikan semua pihak.

Editor : Ading
Berita Terbaru

KH Miftachul Akhyar Kembali Emban Amanah Sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Keputusan krusial ini diambil melalui musyawarah mufakat sembilan ulama Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

9 AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, KH Nurul Huda Djazuli Dapat Suara Tertinggi

Total terdapat 4.703 suara yang diberikan kepada 34 nama calon anggota AHWA.

PBNU 2021-2026 Resmi Demisioner, KH Yahya Cholil Staquf Minta Maaf

"Terima kasih atas kerja sama atas selama ini, mohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan," ujar Yahya.

Iddah Politik, Semangat Kembali ke Akar dalam Muktamar ke-35 NU

Iddah politik satu tahun dari partai politik, otomatis menggugurkan sejumlah calon.

Foto: Kemacetan Parah Menuju Akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sepanjang 10 kilometer dan mengganggu aktivitas warga lokal serta jasa transportasi.

Akses Pelabuhan Ketapang Lumpuh, Macet Mengular hingga 10 Kilometer

Hingga kini, pantauan di lokasi kepadatan arus lalu lintas di sepanjang jalur utama Pelabuhan Ketapang masih terus terjadi. Belum ada petugas di lokasi.