Kamis, 15 Okt 2026 21:29 WIB

Aksi 'Buang Susu' di Pasuruan: DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Peternak Lokal

Aksi peternak buang susu
Aksi peternak buang susu

selalu.id - Aksi protes peternak sapi di Pasuruan, Jawa Timur, yang membuang susu hasil panen mereka karena pembatasan pasokan ke industri pengolahan susu (IPS) dan tingginya impor susu,  menarik perhatian Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa. Saan mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada peternak sapi lokal agar tak lagi mengalami kerugian akibat persaingan dengan produk impor.

"Kita berharap, ya, bahwa petani-petani atau peternak-peternak lokal yang terkait dengan terutama peternak sapi untuk susu, itu juga tetap mendapatkan prioritas perhatian dari pemerintah. Pemerintah harus memastikan bahwa alokasi pasokan susu didominasi oleh peternak lokal, meskipun kita tidak bisa menutup mata terhadap kebutuhan impor susu yang memang besar," tegas Saan, Senin (11/11/2024).

Baca Juga: Mahasiswa asal Pasuruan Tewas Terlindas Truk di Surabaya

Terkait ketersediaan pasokan susu nasional, Saan menekankan bahwa impor susu hanya boleh dilakukan setelah kebutuhan susu dalam negeri terpenuhi. "Nanti sisanya kekurangan dari lokalnya berapa, baru nanti impornya berapa. Sehingga kesediaan susu secara nasional itu bisa terpenuhi," terang politikus Fraksi Partai NasDem itu.

Meskipun demikian, aksi pembuangan susu di Pasuruan menjadi bukti nyata kesulitan yang dihadapi para peternak lokal. Bayu Aji Handayanto, peternak sekaligus pengepul susu, mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi akibat kurangnya kontrol pemerintah terhadap susu impor. 

"Kami berharap pemerintah memperhatikan pasokan susu dalam negeri. Terkait harga, kami yakin para peternak mau berdiskusi dengan industri," ucap Bayu kepada selalu.id.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan)  mengungkapkan rencana impor 1 juta ekor sapi perah dalam kurun waktu 2025-2029.  Impor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan susu program Makan Bergizi Gratis dan kebutuhan susu reguler.

Baca Juga: Usut Dugaan Penyerobotan Lahan 13 Tahun di Pasuruan, Bareskrim Temukan Bukti Khusus

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR pada Selasa (5/11/2024) menjelaskan bahwa impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan 8,5 juta ton susu pada tahun 2029. "Impor 1 juta ekor (2025-2029). Pelaksana: perusahaan swasta 55 perusahaan," ujar Amran dalam paparannya pekan lalu.

Rencana impor sapi perah ini sontak menuai sorotan, mengingat potensi kerugian yang dihadapi oleh peternak lokal. Saan Mustopa mendesak pemerintah untuk mencari solusi yang adil bagi peternak lokal dan memastikan bahwa impor susu tidak merugikan industri peternakan dalam negeri.

"Pemerintah harus mencari solusi yang win-win solution,  di mana kebutuhan susu nasional terpenuhi, tetapi juga  peternak lokal tetap mendapatkan tempat dan  tidak mengalami kerugian. Jangan sampai  impor susu justru mematikan peternak lokal yang selama ini sudah berjuang untuk  memenuhi kebutuhan susu  masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Polres Pasuruan Telusuri Dugaan Tambang Ilegal di Lemahbang Pasrepan

Saan juga mengingatkan bahwa pembukaan keran impor harus diiringi dengan program  pendampingan dan peningkatan kualitas  peternakan sapi lokal. Dikatakannya, pemerintah harus memberikan dukungan yang memadai  kepada peternak lokal agar mereka mampu  bersaing dengan produk impor.

"Program pendampingan ini bisa berupa penyediaan bibit sapi perah yang berkualitas,  pelatihan teknik peternakan, dan akses  permodalan," cetusnya.

Dengan adanya kejadian ini, menunjukkan perlunya pemerintah untuk menjalankan program yang bersifat pro-peternak lokal. Pemerintah harus mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, baik peternak lokal, industri pengolahan susu, dan konsumen. Jika tidak, maka kejadian 'buang susu' di Pasuruan akan terus terulang dan merugikan semua pihak.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Keji! Pasutri di Jember Paksa 7 Anak di Bawah Umur Layani Pria Hidung Belang

Di balik dinding penampungan di Puger, Jember, ketujuh anak malang ini dipaksa melayani tamu dengan tarif Rp150.000 hingga Rp200.000.

Kronologi dan Identitas 3 Petugas Tewas saat Kebakaran Bromo

Peristiwa memilukan ini tidak hanya membumihanguskan ekosistem lereng Bromo, tetapi juga merenggut tiga korban jiwa dan tiga lainnya terluka.

Foto: Tim Gabungan Evakuasi 3 Pemadam Tewas dalam Kebakaran Bromo

Hingga kini, jajaran kepolisian bersama relawan dan petugas TNBTS masih terus bahu-membahu menjinakkan kobaran api yang belum padam di kawasan Bromo.

Gandeng Bappenas, Pelindo Bidik Muatan Balik Komoditas Papua Selatan

Pemetaan pola distribusi barang dari dan menuju Merauke ini menjadi informasi krusial untuk memahami keterkaitan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Tragedi Karhutla Bromo: 3 Anggota Pemadam Meninggal, Tiga Luka Bakar

Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan.

Truk Box Hantam Motor Vario dan Teras Rumah di Nganjuk, Dua Orang Tewas

Saat ini, Satlantas Polres Nganjuk tengah melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.