Minggu, 08 Nov 2026 06:08 WIB

Ketua Komisi C DPRD Jatim Minta BUMD Serius Kembangkan Usaha

Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi SPd
Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi SPd

selalu.id - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 menurun hingga Rp 5 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Hikmah Bafaqif, M.Pd anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, pendapatan daerah tahun anggaran 2025, mengalami penurunan mencapai Rp 5.980.995.113.000.

Baca Juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan

Besarnya penurunan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2025, memang karena pemberlakuan kebijakan opsen PKB dan opsen BBNKB yang berakibat terhadap penurunan penerimaan PKB dan BBNKB sebesar Rp4.290.554.988.264.

Memperhatikan penyampaian Nota Gubernur Jawa Timur tanggal 26 Oktober 2024 tentang besaran angka Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

"Maka Rancangan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 akan mengalami Defisit Anggaran sebesar Rp1.499.395.748.611, yang akan ditutup melalui pembiayaan Netto yaitu selisih antara Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan daerah," terangnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!

Mendapati hal ini, Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi SPd akan bertindak untuk memperbaiki pendapatan Jawa Timur, terutama pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Semua, lanjutnya menjelaskan, bertujuan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. 

"Kami nanti akan meminta pada BUMD masterplan bisnis mereka terkait kedepan ini bagaimana. Jadi tidak hanya bicara binsis untung rugi, tapi target mereka kedepan," ujarnya kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Jumat (1/11/2024).

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Meskipun demikian, Adam juga menegaskan, jika ada BUMD yang mati suri, pihaknya tidak segan menyarakan agar menutup usahanya. Pasalnya, BUMD yang mati suri menurut Adam sama dengan tidak ada keseriusan dan hanya menjadikan pemborosan anggaran saja.

"Ketika dalam menyampaikan masterplan itu kan nanti kelihatan keseriusan BUMD untuk mengembangkan usaha sampai sejauh mana. Ketika kami anggap tidak serius tutup saja, dari pada pemborosan anggaran saja," pungkas Adam Rusydi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.