Rabu, 24 Jun 2026 09:33 WIB

Ketua Komisi C DPRD Jatim Minta BUMD Serius Kembangkan Usaha

Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi SPd
Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi SPd

selalu.id - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 menurun hingga Rp 5 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Hikmah Bafaqif, M.Pd anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, pendapatan daerah tahun anggaran 2025, mengalami penurunan mencapai Rp 5.980.995.113.000.

Baca Juga: Ketika PLN Seenaknya Sendiri saat Pemadaman Listrik di Surabaya, Dishub Aja Dicuekin

Besarnya penurunan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2025, memang karena pemberlakuan kebijakan opsen PKB dan opsen BBNKB yang berakibat terhadap penurunan penerimaan PKB dan BBNKB sebesar Rp4.290.554.988.264.

Memperhatikan penyampaian Nota Gubernur Jawa Timur tanggal 26 Oktober 2024 tentang besaran angka Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

"Maka Rancangan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 akan mengalami Defisit Anggaran sebesar Rp1.499.395.748.611, yang akan ditutup melalui pembiayaan Netto yaitu selisih antara Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan daerah," terangnya.

Baca Juga: Insiden Lampu Lalulintas Mati di Surabaya, DPRD Minta Audit Seluruh Panel Surya

Mendapati hal ini, Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi SPd akan bertindak untuk memperbaiki pendapatan Jawa Timur, terutama pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Semua, lanjutnya menjelaskan, bertujuan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. 

"Kami nanti akan meminta pada BUMD masterplan bisnis mereka terkait kedepan ini bagaimana. Jadi tidak hanya bicara binsis untung rugi, tapi target mereka kedepan," ujarnya kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Jumat (1/11/2024).

Baca Juga: DPRD Surabaya Sebut Lemahnya Koordinasi PLN dengan Dishub jadi Pemicu Lampu Lalulintas Mati

Meskipun demikian, Adam juga menegaskan, jika ada BUMD yang mati suri, pihaknya tidak segan menyarakan agar menutup usahanya. Pasalnya, BUMD yang mati suri menurut Adam sama dengan tidak ada keseriusan dan hanya menjadikan pemborosan anggaran saja.

"Ketika dalam menyampaikan masterplan itu kan nanti kelihatan keseriusan BUMD untuk mengembangkan usaha sampai sejauh mana. Ketika kami anggap tidak serius tutup saja, dari pada pemborosan anggaran saja," pungkas Adam Rusydi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dorong Percepatan Investasi, DPMPTSP Jatim Gelar Bimtek OSS RBA dan LKPM

Melalui bimtek ini, pelaku usaha mendapat pembekalan terkait penggunaan sistem OSS RBA serta tata cara penyusunan LKPM.

Kemaki Minta KPK dan Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Anggaran APBD Jatim

Kemaki meminta Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mencopot Kepala Dinas Kelautan Perikanan (KKP) Jatim serta memblacklist kontraktor yang bermasalah.

Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Penguatan ini dinilai menjadi solusi menjawab peningkatan kebutuhan listrik baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

LIRA Minta Anggaran DPRD Probolinggo Rp81,41 Miliar Berdampak Langsung bagi Masyarakat

‎LIRA pun mendesak DPRD untuk meninjau kembali anggaran kegiatan yang dianggap kurang prioritas dalam pembahasan APBD Tahun 2027.

Khitan Massal HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Layanan Khitan Modern Tanpa Jahitan

Metode yang digunakan adalah teknologi khitan modern Bipolar Tech atau Bipolar Sealer.

Dugaan Penyebab Tewasnya Bocah 5 Tahun saat Kebakaran Rumah di Surabaya

Korban saat kejadian berada di dalam rumah bersama kakak kandungnya, Aldery yang berusia 15 tahun yang berhasil selamat meski terluka.