Reklamasi Pesisir, Eri Cahyadi Ungkap Strategi Sejahterakan Nelayan di Debat Perdana Pilwali
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 17 Okt 2024 14:20 WIB
selalu.id - Calon tunggal Wali Kota Surabaya nomor urut satu Eri Cahyadi menjelaskan langkah strategis kemajuan Kota Surabaya dalam menyejahterakan masyarakat pesisir yang terdampak rencana reklamasi Waterfront Land (SWL).
Eri menyebut memang perizinan pesisir rencana reklamasi itu bukan ranah Pemerintah Kota Surabaya sesuai undang-undang No 23 tahun 2014. Namun, dia berjanji akan mempertahankan ruang terbuka hijau di Kota Pahlawan.
“Seperti, hutan mangrove kita akan pertahankan karena mangrove itulah yang mempertahankan dari abrasi, banjir. Kita mempertahankan biotanya, flora dan faunanya, jadikan sebagai tempat wisata untuk menjaganya,” kata Eri, usai debat perdana, Dyandra Convention Hall, Rabu (16/10/2024) malam.
Terkait nelayan, ungkap Eri, pihaknya juga memberi bantuan dengan memberikan perahu, hingga pom bensin solar agar nelayan mendapatkan subsidi.
Kemudian mengolah sampah agar menjadi energi yakni ruang terbuka hijau dan bisa menggunakan berbasis listrik kendaraan.
“karena kita cinta lingkungan ini. Jangan sampai lingkungan ini menjadi lingkungan yang rusak,” terangnyaZ
Lebih lanjut Eri juga ingin pelayanan transportasi publik seperti kareta listrik atau LRT yang akan beroperasi 2027 dengan bekerja sama dengan kota-kota lain yakni Gresik, Lamongan, Mojokerto.
“Ini menghilangkan yang namanya polusi, bagaimana kita bergerak bersama, tidak bisa kita sendiri, tapi kekuatan-kekuatan kebersamaan inilah yang akan kita bangun,” ungkapny.
Dengan begitu, kata Eri, hal ini bisa menggerakan pergerakan pesisir para melayan, agar keluarganya istrinya bisa bergerak ekonominya maka kota bangun infrastruktur seperti di Bulak.
“Mereka bisa berjualan di sana. Karena jangan sampai dan jangan sampai ketika ada pembangunan maka tidak bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. Ketika kitabicara pesisir maka nelayanan, istri nelayan, menjadi tujuan hidup kita membahagiakan mereka sebagai Pemkot Surabaya,” tuturnya.
“Karena itulah, kita akan komitmen menjaga ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau di Surabaya ada 20 persen lebih 21 persen hari ini, itulah komitmen pemkot Surabaya,” tambhanya.
Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot
Editor : Ading