Minggu, 19 Jul 2026 19:41 WIB

Tak Direspon Pemkot Surabaya, Warga Pakis Gotong Royong Bersihkan Sungai Penuh Sampah

  • Penulis : Redaksi
  • | Minggu, 06 Okt 2024 11:47 WIB
Warga berupaya membersihkan sungai dengan alat seadanya
Warga berupaya membersihkan sungai dengan alat seadanya

selalu.id - Takut banjir saat musim penghujan datang, Warga Pakis 2 RT 13 RW 6 Surabaya berinisiatif membersihkan sungai yang macet akibat menumpuknya sampah yang mengakibatkan pendangkalan. Mereka menggelar kerja bhakti, Minggu (6/10/2024).

Dengan bergotong-royong warga membersihkan sungai selebar sekitar 6 meter tersebut. Pantauan selalu.id, nampak sampah menumpuk dan membuat aliran air terhenti. Tak hanya itu, kondisi diperparah dengan menumpuknya lumpur serta sedimen yang membentuk pulau-pulau kecil yang mempersempit sungai.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Akhiyat, Ketua RT 13 RW 6, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan mengatakan bahwa kerja bakti ini atas inisiatif warga dengan melihat kondisi sungai yang memprihatinkan.

"Takutnya kalau hujan, nanti aliran sungai tidak lancar dan menimbulkan banjir,," ujarnya.

Akhiyat menambahkan, bahwa kondisi ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya namun tak kunjung mendapatkan penanganan. Disebutkan sampah-sampah tersebut terbawa oleh aliran sungai dari wilayah Padmosusastro dan terhenti di wilayah Pakis 2 lantaran ada tikungan.

Jika melihat kondisi sekitar, terdapat banyak upaya yang meminimalisir pembuangan sampah ke sungai dengan dibangun pagar setinggi sekitar 2 meter di sepanjang ruang-ruang terbuka termasuk jembatan.

Terlihat warga bahu-membahu membersihkan sungai dari berbagai macam sampah yang menumpuk, mulai dari ranting pohon, botol-botol plastik hingga sampah lainnya. Warga juga membersihkan sedimen tanah yang membentuk pulau-pulau kecil dan ditumbuhi rumput serta Enceng gondok.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Karena keterbatasan alat dan tenaga, warga berupaya membersihkan sampah dan lumpur sebisa mereka. Kerja keras warga ini sedikit membuahkan hasil aliran air yang semula macet terlihat sedikit lebih lancar.

Fajar, salah seorang warga mengaku bahwa pada kepemimpinan Tri Rismaharini (Risma) sebagai Wali Kota, sungai tersebut rutin dibersihkan dengan mengerahkan pasukan pembersih serta alat-alat berat.

"Dulu seingat saya rutin dibersihkan, baik sama orang maupun alat-alat pengeruk lumpur. Bahkan Bu Risma pernah kesini sendiri ikut membersihkan. Sekarang kondisinya memperihatinkan," imbuhnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Fajar menyebutkan, jika kondisi ini tidak segera ditangani, besar kemungkinan bakal menimbulkan banjir jika musim penghujan datang. Pasalnya sungai dengan lebar sekitar 5 -6 meter tersebut hanya tersisa 30 centimeter yang aliran airnya terlihat lancar. Sisanya terdapat tumpukan sampah serta pulau-pulau dari sedimen lumpur dan tanah.

Fajar mengaku heran dengan lambatnya respon Pemkot Surabaya menangani hal ini, pasalnya diketahui banjir adalah masalah tahunan di Surabaya yang perlu mendapat penanganan serius.

"Bingung aja, kok lambat banget responnya. Nanti kalau banjir baru bingung," keluhnya.

Warga meminta Pemerintah Kota Surabaya segera menangani kondisi ini mengingat musim penghujan segera datang.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.