Selasa, 20 Okt 2026 07:38 WIB

Tak Direspon Pemkot Surabaya, Warga Pakis Gotong Royong Bersihkan Sungai Penuh Sampah

  • Penulis : Redaksi
  • | Minggu, 06 Okt 2024 11:47 WIB
Warga berupaya membersihkan sungai dengan alat seadanya
Warga berupaya membersihkan sungai dengan alat seadanya

selalu.id - Takut banjir saat musim penghujan datang, Warga Pakis 2 RT 13 RW 6 Surabaya berinisiatif membersihkan sungai yang macet akibat menumpuknya sampah yang mengakibatkan pendangkalan. Mereka menggelar kerja bhakti, Minggu (6/10/2024).

Dengan bergotong-royong warga membersihkan sungai selebar sekitar 6 meter tersebut. Pantauan selalu.id, nampak sampah menumpuk dan membuat aliran air terhenti. Tak hanya itu, kondisi diperparah dengan menumpuknya lumpur serta sedimen yang membentuk pulau-pulau kecil yang mempersempit sungai.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Akhiyat, Ketua RT 13 RW 6, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan mengatakan bahwa kerja bakti ini atas inisiatif warga dengan melihat kondisi sungai yang memprihatinkan.

"Takutnya kalau hujan, nanti aliran sungai tidak lancar dan menimbulkan banjir,," ujarnya.

Akhiyat menambahkan, bahwa kondisi ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya namun tak kunjung mendapatkan penanganan. Disebutkan sampah-sampah tersebut terbawa oleh aliran sungai dari wilayah Padmosusastro dan terhenti di wilayah Pakis 2 lantaran ada tikungan.

Jika melihat kondisi sekitar, terdapat banyak upaya yang meminimalisir pembuangan sampah ke sungai dengan dibangun pagar setinggi sekitar 2 meter di sepanjang ruang-ruang terbuka termasuk jembatan.

Terlihat warga bahu-membahu membersihkan sungai dari berbagai macam sampah yang menumpuk, mulai dari ranting pohon, botol-botol plastik hingga sampah lainnya. Warga juga membersihkan sedimen tanah yang membentuk pulau-pulau kecil dan ditumbuhi rumput serta Enceng gondok.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Karena keterbatasan alat dan tenaga, warga berupaya membersihkan sampah dan lumpur sebisa mereka. Kerja keras warga ini sedikit membuahkan hasil aliran air yang semula macet terlihat sedikit lebih lancar.

Fajar, salah seorang warga mengaku bahwa pada kepemimpinan Tri Rismaharini (Risma) sebagai Wali Kota, sungai tersebut rutin dibersihkan dengan mengerahkan pasukan pembersih serta alat-alat berat.

"Dulu seingat saya rutin dibersihkan, baik sama orang maupun alat-alat pengeruk lumpur. Bahkan Bu Risma pernah kesini sendiri ikut membersihkan. Sekarang kondisinya memperihatinkan," imbuhnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Fajar menyebutkan, jika kondisi ini tidak segera ditangani, besar kemungkinan bakal menimbulkan banjir jika musim penghujan datang. Pasalnya sungai dengan lebar sekitar 5 -6 meter tersebut hanya tersisa 30 centimeter yang aliran airnya terlihat lancar. Sisanya terdapat tumpukan sampah serta pulau-pulau dari sedimen lumpur dan tanah.

Fajar mengaku heran dengan lambatnya respon Pemkot Surabaya menangani hal ini, pasalnya diketahui banjir adalah masalah tahunan di Surabaya yang perlu mendapat penanganan serius.

"Bingung aja, kok lambat banget responnya. Nanti kalau banjir baru bingung," keluhnya.

Warga meminta Pemerintah Kota Surabaya segera menangani kondisi ini mengingat musim penghujan segera datang.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.