Kamis, 03 Sep 2026 14:27 WIB

Tak Direspon Pemkot Surabaya, Warga Pakis Gotong Royong Bersihkan Sungai Penuh Sampah

  • Penulis : Redaksi
  • | Minggu, 06 Okt 2024 11:47 WIB
Warga berupaya membersihkan sungai dengan alat seadanya
Warga berupaya membersihkan sungai dengan alat seadanya

selalu.id - Takut banjir saat musim penghujan datang, Warga Pakis 2 RT 13 RW 6 Surabaya berinisiatif membersihkan sungai yang macet akibat menumpuknya sampah yang mengakibatkan pendangkalan. Mereka menggelar kerja bhakti, Minggu (6/10/2024).

Dengan bergotong-royong warga membersihkan sungai selebar sekitar 6 meter tersebut. Pantauan selalu.id, nampak sampah menumpuk dan membuat aliran air terhenti. Tak hanya itu, kondisi diperparah dengan menumpuknya lumpur serta sedimen yang membentuk pulau-pulau kecil yang mempersempit sungai.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Akhiyat, Ketua RT 13 RW 6, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan mengatakan bahwa kerja bakti ini atas inisiatif warga dengan melihat kondisi sungai yang memprihatinkan.

"Takutnya kalau hujan, nanti aliran sungai tidak lancar dan menimbulkan banjir,," ujarnya.

Akhiyat menambahkan, bahwa kondisi ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya namun tak kunjung mendapatkan penanganan. Disebutkan sampah-sampah tersebut terbawa oleh aliran sungai dari wilayah Padmosusastro dan terhenti di wilayah Pakis 2 lantaran ada tikungan.

Jika melihat kondisi sekitar, terdapat banyak upaya yang meminimalisir pembuangan sampah ke sungai dengan dibangun pagar setinggi sekitar 2 meter di sepanjang ruang-ruang terbuka termasuk jembatan.

Terlihat warga bahu-membahu membersihkan sungai dari berbagai macam sampah yang menumpuk, mulai dari ranting pohon, botol-botol plastik hingga sampah lainnya. Warga juga membersihkan sedimen tanah yang membentuk pulau-pulau kecil dan ditumbuhi rumput serta Enceng gondok.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Karena keterbatasan alat dan tenaga, warga berupaya membersihkan sampah dan lumpur sebisa mereka. Kerja keras warga ini sedikit membuahkan hasil aliran air yang semula macet terlihat sedikit lebih lancar.

Fajar, salah seorang warga mengaku bahwa pada kepemimpinan Tri Rismaharini (Risma) sebagai Wali Kota, sungai tersebut rutin dibersihkan dengan mengerahkan pasukan pembersih serta alat-alat berat.

"Dulu seingat saya rutin dibersihkan, baik sama orang maupun alat-alat pengeruk lumpur. Bahkan Bu Risma pernah kesini sendiri ikut membersihkan. Sekarang kondisinya memperihatinkan," imbuhnya.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

Fajar menyebutkan, jika kondisi ini tidak segera ditangani, besar kemungkinan bakal menimbulkan banjir jika musim penghujan datang. Pasalnya sungai dengan lebar sekitar 5 -6 meter tersebut hanya tersisa 30 centimeter yang aliran airnya terlihat lancar. Sisanya terdapat tumpukan sampah serta pulau-pulau dari sedimen lumpur dan tanah.

Fajar mengaku heran dengan lambatnya respon Pemkot Surabaya menangani hal ini, pasalnya diketahui banjir adalah masalah tahunan di Surabaya yang perlu mendapat penanganan serius.

"Bingung aja, kok lambat banget responnya. Nanti kalau banjir baru bingung," keluhnya.

Warga meminta Pemerintah Kota Surabaya segera menangani kondisi ini mengingat musim penghujan segera datang.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.