Senin, 07 Sep 2026 14:44 WIB

Dirut RPH Surabaya Pecat Dua Petugas Sebar Hoaks Kepala Sapi Ditembak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Sep 2024 15:49 WIB
Direktur Utama Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arfianto Isnugroho
Direktur Utama Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arfianto Isnugroho

selalu.id - Direktur Utama Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arfianto Isnugroho memecat dua petugas yang menyebarkan rekaman video hoaks terkait penyembelihan sapi dengan cara ditembak di kepala.

Faktanya proses yang dilakukan untuk penyembelihan sapi tersebut adalah proses stunning, yakni membuat sapi pingsan sapi sebelum disembelih ke arah kiblat sesuai syarat islam.

Fajar menegaskan proses penyembelihan sebenarnya dalam SOP tidak boleh melakukan perekaman di area kandang. Sehingga, jika melanggar akan diberi sanksi.

“Iya memang saya tegas yang ambil gambar di area operasional pemotongan sanksinya tidak boleh bekerja lagi di RPH,” tegas Fajar, saat konferensi pers di Diskominfo Surabaya, Rabu (25/9/2024).

Saat diselidiki, kata Fajar, video itu diduga diambil dua petugas inisial DS dan JR. Diduga direkam beberapa bulan lalu, setelah IdulAdha, dan keduanya sudah tidak masuk kerja sebulan terakhir.

"Untuk pelaku perekaman sedang kita lacak dan cari terus bagaimana pun  pelaku menghilang bagi saya tanda tanya ada motif apa di balik video yang sangat meresahkan maayarakat," ujarnya.

Fajar menyebut sudah menugaskan tim keamanan dan ketertiban (kamtib) untuk mencari kedua petugas dan sedang memproses laporan polisi dugaan penyebaran hoax.

"Akan laporkan ke polisi karena meresahkan bohongnya, motifnya jelas, melihat videonya sudah direncanakan karena bagus, ada lgihting, dan ada bumbu kalimat sekali tembak langsung jatuh," paparnya.

Ia menyebut, RPH Surabaya sedang menyusun kronologi kejadian untuk pelaporan kepolisian. "Kami pastikan RPH bersertifikat halal dan punya NKV dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.

Selain itu, Fajar memastikan akan mengetati Standrar Operasional Prosedur (SOP) pemotongan hewan, yang selama ini sudah dilarang pengambilan gambar.

"Semua aktivitas pemotongan tidak boleh diambil gambar karena menimbulkan kengerian ada darah, tidak elok dimunculkan di ruang publik," katanya lagi.

Alasan lain, framing tidak benar bisa, membuat suplier Sapi Brahman Cross (BX) tidak mengizinkan masuk ke RPH Surabaya jika proses pemotongan hingga petugas tidak memenuhi syarat.

"Kalau RPH tidak layak, suplier sapi BX tidak boleh masuk ke RPH, cara pemotongan, kandangnya, gangway, julehanya harus dipantau semua, dokter hewan berapa, ada syarat," imbuhnya.

Pengawasan tim internal akan diperketat termasuk perapian tim stunning di RPH Surabaya.

Baca Juga: Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.