Rabu, 22 Jul 2026 22:39 WIB

Dirut RPH Surabaya Pecat Dua Petugas Sebar Hoaks Kepala Sapi Ditembak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Sep 2024 15:49 WIB
Direktur Utama Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arfianto Isnugroho
Direktur Utama Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arfianto Isnugroho

selalu.id - Direktur Utama Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arfianto Isnugroho memecat dua petugas yang menyebarkan rekaman video hoaks terkait penyembelihan sapi dengan cara ditembak di kepala.

Faktanya proses yang dilakukan untuk penyembelihan sapi tersebut adalah proses stunning, yakni membuat sapi pingsan sapi sebelum disembelih ke arah kiblat sesuai syarat islam.

Fajar menegaskan proses penyembelihan sebenarnya dalam SOP tidak boleh melakukan perekaman di area kandang. Sehingga, jika melanggar akan diberi sanksi.

“Iya memang saya tegas yang ambil gambar di area operasional pemotongan sanksinya tidak boleh bekerja lagi di RPH,” tegas Fajar, saat konferensi pers di Diskominfo Surabaya, Rabu (25/9/2024).

Saat diselidiki, kata Fajar, video itu diduga diambil dua petugas inisial DS dan JR. Diduga direkam beberapa bulan lalu, setelah IdulAdha, dan keduanya sudah tidak masuk kerja sebulan terakhir.

"Untuk pelaku perekaman sedang kita lacak dan cari terus bagaimana pun  pelaku menghilang bagi saya tanda tanya ada motif apa di balik video yang sangat meresahkan maayarakat," ujarnya.

Fajar menyebut sudah menugaskan tim keamanan dan ketertiban (kamtib) untuk mencari kedua petugas dan sedang memproses laporan polisi dugaan penyebaran hoax.

"Akan laporkan ke polisi karena meresahkan bohongnya, motifnya jelas, melihat videonya sudah direncanakan karena bagus, ada lgihting, dan ada bumbu kalimat sekali tembak langsung jatuh," paparnya.

Ia menyebut, RPH Surabaya sedang menyusun kronologi kejadian untuk pelaporan kepolisian. "Kami pastikan RPH bersertifikat halal dan punya NKV dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.

Selain itu, Fajar memastikan akan mengetati Standrar Operasional Prosedur (SOP) pemotongan hewan, yang selama ini sudah dilarang pengambilan gambar.

"Semua aktivitas pemotongan tidak boleh diambil gambar karena menimbulkan kengerian ada darah, tidak elok dimunculkan di ruang publik," katanya lagi.

Alasan lain, framing tidak benar bisa, membuat suplier Sapi Brahman Cross (BX) tidak mengizinkan masuk ke RPH Surabaya jika proses pemotongan hingga petugas tidak memenuhi syarat.

"Kalau RPH tidak layak, suplier sapi BX tidak boleh masuk ke RPH, cara pemotongan, kandangnya, gangway, julehanya harus dipantau semua, dokter hewan berapa, ada syarat," imbuhnya.

Pengawasan tim internal akan diperketat termasuk perapian tim stunning di RPH Surabaya.

Baca Juga: Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Editor : Ading
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.