Rabu, 22 Jul 2026 00:58 WIB

Soal Kematian Dumbo, DPRD Surabaya: KBS Kurang Terbuka

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Des 2021 21:11 WIB
Gedung DPRD Surabaya
Gedung DPRD Surabaya

selalu.id - Wakil ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, menilai jajaran KBS kurang terbuka terkait kematian Dumbo, anak gajah berusia 2,5 tahun.

Anas menyampaikan, seharusnya pengelola membeberkan kejadiannya kepada publik.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Perkara teknis (hasil) lab dan lain-lain itu menyusul. (Keterbukaan) agar KBS tidak terkesan tertutup dan indikasi lainnya. Itu yang harus betul-betul disampaikan pimpinan KBS," kata Anas dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar di Komisi B DPRD Surabaya, Senin (27/12/2021).

Sebab itu, kata dia, keterbukaan dari pihak KBS akan mencegah terjadinya kesimpangsiuran informasi, maupun kemunculan berita-berita yang bersifat memojokan jajaran direksi.

"Itu (kebenaran informasi) yang harus betul-betul disampaikan pimpinan KBS. Dua satwa yang lain bulan November adalah orang utan. Saya tanya orang utan mati apa tidak? Dia bilang mati," jelasnya.

Tak hanya itu, Anas kembali menekankan bahwa pihak KBS harus terbuka dalam penyampaian informasi kondisi satwa kedepannya.

"Komisi B tidak saja tentang satwa tetapi semua tentang managemen KBS dan tentang managemen keuangan," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDTS KBS, Chairul Anwar, memastikan bahwa kematian gajah tersebut bukan karena kelalaian dari pihak manajemen, serta tidak ada kaitannya dengan pola makan gajah cilik itu, melainkan terserang virus Elephant Endotheliotropic Herpesviruses (EEHV).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Buktinya hasil dari lab karena virus. Tidak ada hal yang sifatnya keteledoran. Kita sesuai SOP, Pelapornya sudah dilakukan audit oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan hasilnya sesuai standart," elaknya.

Chairul juga menjelaskan, bahwa pihaknya juga rutin melaporkan soal kondisi kesehatan seluruh hewan koleksi KBS.

"Tiap hari kita laporkan medical report kepada BKSDA dan Kemenhut (Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan). Jadi kita gak ada masalah," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata dia, semua kegiatan terkait dengan kebersihan sanitasi kandang dilaporkan secara reguler. Terkait paparan EEHV, lanjut Chairul, pengelola KBS tak bisa memprediksi kehadiran penyakit pada gajah tersebut.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Pola penanganan satwa akan terus ditingkatkan. Ini musibah, kita akan perbaiki ke depan," ujarnya.

Lebih lanjut, Chairul mengaku, bahwa dalam kurun waktu setahun ini pihaknya sudah tak menyelenggarakan agenda kegiatan pertunjukkan gajah.

"Nanti kan ada rekomendasi dari kemenhut setelah dilakukan evaluasi. Karena mereka yang punya hak," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.