Minggu, 06 Sep 2026 22:28 WIB

Soal Kematian Dumbo, DPRD Surabaya: KBS Kurang Terbuka

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Des 2021 21:11 WIB
Gedung DPRD Surabaya
Gedung DPRD Surabaya

selalu.id - Wakil ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, menilai jajaran KBS kurang terbuka terkait kematian Dumbo, anak gajah berusia 2,5 tahun.

Anas menyampaikan, seharusnya pengelola membeberkan kejadiannya kepada publik.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

"Perkara teknis (hasil) lab dan lain-lain itu menyusul. (Keterbukaan) agar KBS tidak terkesan tertutup dan indikasi lainnya. Itu yang harus betul-betul disampaikan pimpinan KBS," kata Anas dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar di Komisi B DPRD Surabaya, Senin (27/12/2021).

Sebab itu, kata dia, keterbukaan dari pihak KBS akan mencegah terjadinya kesimpangsiuran informasi, maupun kemunculan berita-berita yang bersifat memojokan jajaran direksi.

"Itu (kebenaran informasi) yang harus betul-betul disampaikan pimpinan KBS. Dua satwa yang lain bulan November adalah orang utan. Saya tanya orang utan mati apa tidak? Dia bilang mati," jelasnya.

Tak hanya itu, Anas kembali menekankan bahwa pihak KBS harus terbuka dalam penyampaian informasi kondisi satwa kedepannya.

"Komisi B tidak saja tentang satwa tetapi semua tentang managemen KBS dan tentang managemen keuangan," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDTS KBS, Chairul Anwar, memastikan bahwa kematian gajah tersebut bukan karena kelalaian dari pihak manajemen, serta tidak ada kaitannya dengan pola makan gajah cilik itu, melainkan terserang virus Elephant Endotheliotropic Herpesviruses (EEHV).

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Buktinya hasil dari lab karena virus. Tidak ada hal yang sifatnya keteledoran. Kita sesuai SOP, Pelapornya sudah dilakukan audit oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan hasilnya sesuai standart," elaknya.

Chairul juga menjelaskan, bahwa pihaknya juga rutin melaporkan soal kondisi kesehatan seluruh hewan koleksi KBS.

"Tiap hari kita laporkan medical report kepada BKSDA dan Kemenhut (Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan). Jadi kita gak ada masalah," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata dia, semua kegiatan terkait dengan kebersihan sanitasi kandang dilaporkan secara reguler. Terkait paparan EEHV, lanjut Chairul, pengelola KBS tak bisa memprediksi kehadiran penyakit pada gajah tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Pola penanganan satwa akan terus ditingkatkan. Ini musibah, kita akan perbaiki ke depan," ujarnya.

Lebih lanjut, Chairul mengaku, bahwa dalam kurun waktu setahun ini pihaknya sudah tak menyelenggarakan agenda kegiatan pertunjukkan gajah.

"Nanti kan ada rekomendasi dari kemenhut setelah dilakukan evaluasi. Karena mereka yang punya hak," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.