Selasa, 20 Okt 2026 14:14 WIB

Ini Pesan Pengamat untuk Eri-Armuji Hadapi Gerakan Menangkan Kotak Kosong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Sep 2024 12:43 WIB
Ilustrasi kotak kosong. Foto: Istimewa
Ilustrasi kotak kosong. Foto: Istimewa

selalu.id - Pengamat menilai munculnya gerakan memenangkan bumbung atau kotak kosong di Surabaya harus disikapi oleh pasangan Eri-Armuji dengan serius. Gerakan itu diindikasikan adanya beberapa kelompok masyarakat yang menginginkan pilihan lain selain pasangan Eri-Armuji.

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Hari Irianto menyikapi polling online yang dilakukan oleh media sosial Instagram beberapa waktu lalu yang memenangkan kotak kosong tidak mempunyai landasan atau metode survei yang akurat. Menurutnya poling online itu hanya menautkan link dan semua orang bisa mengisi, mulai dari anak lima tahun sampai usia dewasa.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Polling itu tidak merepresentasikan suara masyarakat Surabaya, sedangkan kalau survei itu bisa diklaim akurasinya," kata Hari, saat dihubungi selalu.id, Selasa (3/9/2024).

Meski belum merepresentasikan suara pemilih di Surabaya, namun Hari mengingatkan agar pasangan Eri-Armuji berhati-hati dan tetap berkampanye untuk meraih simpati masyarakat, terutama kelompok-kelompok yang belum tersentuh.

"Ada orang yang mengklik kota kosong itu mengindikasikan ada gerakan yang seolah-olah menginginkan kotak kosong yang menang di Pilwali Surabaya. Meskipun kita tidak tidak tau seberapa besar itu akan teramplifikasi," imbuhnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Hal yang sama juga dinilai oleh Direktur Eksekutif Republic Research Lembaga Survey, Penelitian, Lasiono menyebut adanya poling warganet di media sosial itu dan dimenangkan kotak kosong. Artinya, masyarakat Surabaya tidak bisa dipaksa lagi dengan logika partai politik.

"Tidak bisa pemilih masyarakat Surabaya dianggap bodoh dan tidak mengerti. Menurut saya, jika kotak kosong menang, berarti masyarakat Surabaya sudah melek politik dan tidak bisa lagi disuguhi pilihan tunggal seperti ini," jelasnya.

Lasiono juga mengungkapkan adanya gerakan bumbung kosong dan poling tersebut membuat pasangan Eri-Armuji seharusnya harus semangat lagi untuk mendekati masyarakat Surabaya menyampaikan visi-misinya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

"Memang kondisi objektifnya ini. Seharusnya Eri-Armuji lebih semangat lagi untuk mendekati masyarakat dan menyampaikan visi dan misinya, pungkasnya.

Diketahui, beberapa hari terakhir muncul gerakan memenangkan kotak kosong serta poling yang dibuat oleh media sosial Instagram dengan akun @Lovesuroboyo. Poling tersebut memberikan warganet untuk mensimulasikan pilihannya antara pasangan Eri-Armuji versus kotak kosong. Hasilnya cukup mengejutkan, dari 7.051 responden warganet (data terbaru, Selasa (3/9/2024) 73 Persen memilih kotak kosong dan sisanya 23 persen untuk Eri-Armuji.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.