Rabu, 22 Jul 2026 20:25 WIB

Fiks, Eri-Armuji Lawan Bumbung Kosong, Pengamat: Peluang Tipis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Agu 2024 23:35 WIB

Selalu.id - Bakal Calon Pasangan petahana Eri Cahyadi-Armuji sudah mengantongi rekomendasi dari golongan partai-partai besar sekaligus memberikan surat B1 KWK, untuk maju Pilwali Surabaya.

Sebanyak 9 partai parlemen yang telah menyatakan dukungan untuk petahan Eri-Armuji, yakni PDIP, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PPP. Kemudian Gerindra dan Golkar, NasDem, dan PSI.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Tak hanya itu sejumlah partai non parlemen juga sudah menentukan sikap dukung pasangan tersebut. yakni Pelindo, Garuda, Ummat, PBB, Buruh, Gelora, Buruh, Hanura. 

Dengan dukungan seluruh partai tersebut, membuat pasangan petahana Eri-Armuji kemungkinan besar akan melawan bumbung kosong di Pilwali Surabaya.

Menanggapi itu, Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdusallam mengatakan bahwa Pilwali Surabaya 2024 ini bakal melawan kotak kosong. 

“Saya kira tidak hanya di Surabaya beberapa kabupaten kota yang lain juga kecenderungan seperti itu memang variabel dan faktor nya kompak,” kata Surokim, Rabu (28/8/2024).

Surokim menjelaskan, terjadinya bumbung kosong di Pilkada Surabaya ini karena sejumlah faktor. Meski, keputusan MK telah membolehkan mencalonkan paslon dari 20 persen suara parlemen. Namun, partai politik di Surabaya sudah telanjur menentukan dukungannya.

“Itu membuat kenapa kecenderungan banyak muncul Paslon tunggal. Kemudian, munculnya Paslon yang terlalu kuat itu juga memicu yang lain lainnya realistis dan tidak berani untuk melawan,” terangnya.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Muncul kotak kosong ini, kata Surokim, juga menjadi kegagalan dari partai-partai untuk menyediakan stok pemimpin-pemimpin daerah yang berkualitas. Mereka, tidak menyiapkan sejak awal tokoh yang akan lawan petahan.

“Sehingga seolah tidak ada Paslon yang sebanding dengan petahana,” pungkasnya.

Ia juga memebeberkan penyebab terjadi bumbung kosong di Pilkada Surabaya karena calon petahana terlalu kuat dan tingkat kepuasan yang terlalu tinggi terhadap petahana.

“Dan kegagalan partai partai politik untuk menyediakan mempersiapkan kader kader untuk stok ke pimpinan daerah,” terangnya.

Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Lebih lanjut Surokim menilai peluang Eri Cahyadi-Armuji menang di kotak kosong di Surabaya sangatlah kecil. 

“Kenapa? Sangat kecil kotak kosong menang di Surabaya kecil kemungkinan yang pertama jumlah pemilik kota Surabaya ini relatif besar jumlah pemilih untuk hampir 3 juta,” jelasnya.

Lalu kedua, komunikasi partai-partai politik di kota Surabaya ini relatif intim dengan petahana dan terlalu akrab dan terlalu menyatu frekuensinya dan sehingga terlalu harmonis.

“Yang ketiga tentu ada kelompok kelompok yang merasa di cekal untuk tempat parlemen. Dan tidak melakukan perlawanan itu tidak kelihatan. Jadi saya pikir tiga faktor itu yang membuat kotak kosong di Surabaya kecil sekali.kemungkinan bahkan saya bilang 99 persen kota kosong tidak akan bisa menang di Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.