Selasa, 03 Feb 2026 20:25 WIB

Dorong Etika dalam Pengembangan IT, PKKMB Untag Surabaya Hadirkan Akhyari Hananto

  • Penulis : Ading
  • | Senin, 26 Agu 2024 07:40 WIB
PPKMB Untag
PPKMB Untag

selalu.id - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dilaksanakan pada Sabtu, (24/08) di Lapangan Timur.

Mengusung tema ‘Teknologi untuk Budi Pekerti’, acara ini diikuti oleh 2.899 mahasiswa baru dan menghadirkan sejumlah pembicara tersohor yang ahli di bidangnya. Untag Surabaya mengundang pendiri Good News From Indonesia – Akhyari Hananto, sebagai pembicara utama. Dalam sesi yang membahas materi yang sejalan dengan tema PKKMB 2024, ‘Teknologi untuk Budi Pekerti’, Akhyari menekankan pentingnya menjaga etika dan budi pekerti di tengah pesatnya kemajuan teknologi.

Baca Juga: Kebocoran Data Mahasiswa, Bom Waktu di Dunia Pendidikan


Dalam pemaparannya, Akhyari menyatakan bahwa etika dan budi pekerti adalah dua landasan fundamental yang harus terus dijaga seiring dengan perkembangan teknologi. Dia menggarisbawahi pentingnya menanamkan nilai-nilai moral untuk menyaring informasi yang kini semakin mudah diakses.

“Saat ini kita berada dalam era teknologi 4.0, yang menjadi batu loncatan menuju society 5.0, di mana integrasi antara dunia fisik dan digital semakin nyata,” ujar Akhyari, (24/08).


Dia juga menjelaskan bahwa teknologi baru bisa diibaratkan sebagai pedang bermata dua; di satu sisi, teknologi menawarkan inovasi dan peluang besar, namun di sisi lain, teknologi juga bisa menimbulkan tantangan seperti ketergantungan berlebihan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

“Teknologi membuka peluang luar biasa dalam inovasi kewirausahaan dan kolaborasi global. Namun, kita juga harus waspada terhadap risiko seperti ketergantungan, misinformasi, dan kesenjangan teknologi yang kian terasa,” jelasnya.

Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila

Akhyari juga menyoroti dampak positif dari kemunculan teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI), yang dapat menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga membuka peluang kerja inovatif di berbagai sektor, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan memberikan solusi bagi tantangan-tantangan baru di pasar tenaga kerja.

“Kita perlu mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Dalam beberapa tahun ke depan, akan ada 36 juta jenis pekerjaan baru yang muncul seiring adopsi teknologi society 5.0,” ujarnya di hadapan 2.899 mahasiswa baru.


Lebih lanjut, Akhyari menegaskan bahwa hadirnya teknologi baru seharusnya tidak menimbulkan ketakutan, melainkan memotivasi kita untuk terus belajar dan beradaptasi.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Global, Untag Surabaya Undang Akademisi Australia dan Filipina

“Kita dapat mengembangkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bermanfaat secara sosial,” tegasnya.
Menurut Akhyari, menjadi mahasiswa yang bijak dalam beretika dan budi pekerti di era digital berarti memiliki tujuan yang jelas dalam memanfaatkan teknologi, mengembangkan keterampilan digital, berpikir kritis, serta menjaga keseimbangan hidup.

“Teknologi adalah alat yang memiliki potensi besar. Namun, tanpa etika yang memadai, dampaknya bisa negatif. Oleh karena itu, mari kita jadikan etika sebagai kompas dalam pengembangan dan penerapan teknologi,” pungkas Hananto di akhir sesinya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.