Selasa, 21 Jul 2026 22:51 WIB

Demonstran Ricuh, Kasatlantas Polrestabes Surabaya Terluka

Demo kawal putusan MK di Surabaya
Demo kawal putusan MK di Surabaya

selalu.id - Menyoal ricuhnya aksi demonstran, AKBP Arif Fazllurahman yang juga Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini mengalami luka pada bagian bibir bawah akibat terkena lemparan batu dari masa demonstran.

"Tidak tahu, tiba-tiba botol, sampah, batu dan sepatu melayang ke kita, karena itu ya namanya juga adik-adik mahasiswa sedang melaksanakan orasi, ditambah ada provokasi dari oknum sehingga bikin nambah ricuh," ungkap Kasatlantas Polrestabes Surabaya yang akrab disapa dengan panggilan bang Arif ini kepada selalu.id, Jumat (23/8/2024).

Baca Juga: DPR RI Penjamin Bebas 50 Demonstran Aksi Kawal Putusan MK

Terkait sikap dari aparat keamanan yang tergabung dari kepolisian setempat, Bang Arif menyebut, jika anggota-anggotanya diimbau agar tidak bersikap arogan dan semena-mena. Bang Arif juga menekankan kepada semua anggotanya agar bersikap 'friendly'.

"Namanya giat penyampaian pendapat, kita sangat paham dan mengerti situasi terkadang berubah eskalasi secara cepat kita juga memang melihat bahwasanya kegiatan ini sedikit banyak juga ada giat-giat yang di provokatif ya ya oleh oknum ya alhamdulillah, namun tidak berlangsung lama bisa langsung ditenangkan adik-adik mahasiswa pun bisa langsung menyadari bahwasanya ada penunggang," jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa Terduga Pelempar Botol Kasatlantas Surabaya Diamankan

Padatnya kondisi dan dipenuhi oleh massa demonstran, mengakibatkan bibir bagian bawah perwira polisi ini robek akibat terkena lemparan batu.

"Tadi beberapa lemparan sempat terjadi, ada batu beberapa kemudian ada botol-botol namun sangat bisa terkendalikan dengan baik untuk para polisi yang berjaga di sini ya," ungkapnya.

Baca Juga: Temui Mahasiswa, DPRD Jatim Desak KPU Revisi PKPU Sesuai Putusan MK

Bang Arif juga menyebut, apabila dibandingkan di daerah-daerah lain, aksi unjuk rasa penyampaian pendapat dari mahasiswa di Surabaya yang mewakili wilayah provinsi Jawa Timur berjalan dengan sangat jauh lebih kondusif lebih terkendali.

"Kurang lebih personil untuk mengamankan aksi ini sebanyak 750 orang. Adapun sejumlah personel polisi yang lain yang berjaga terbagi di beberapa wilayah ada yang melaksanakan di KPU ada yang melaksanakan di Grahadi dan apabila di total personel pengamanan kita kurang lebih ada 1500 orang 750 sisanya terbagi di KPU dan di Grahadi ada juga tadi yang melaksanakan titik kumpul di Tugu Pahlawan," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.