Senin, 02 Feb 2026 22:55 WIB

Buntut Pembebasan Ronald Tannur, 14 Orang Diperiksa Komisi Yudisial

Kabid Pengawasaan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial, Joko Sasmito
Kabid Pengawasaan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial, Joko Sasmito

selalu.id - Komisi Yudisial telah memeriksa sebanyak 14 orang terlapor, termasuk diantaranya yakni Ketua Pengadilan Negeri Surabaya.

Kabid Pengawasaan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial, Joko Sasmito mengatakan bahwa tim pemeriksa dari Komisi Yudisial telah melakukan pemeriksaan terhadap majelis hakim yang memeriksa dengan perkara nomor 54 B tahun 2024 Surabaya, yang memutus terdakwa Gregorius Ronald Tannur pada putusan bebas.

"Kita mulai tadi jam 13.30 Wib sampai tadi baru selesai pukul jam 18.15 WIB. Jadi hampir 5 jam kita periksa, kemudian pemeriksaan tersebut majelis kita periksa secara bergantian yang diawali dari hakim yang termuda," terang Joko kepada awak media usai melakukan pemeriksaan di Surabaya, Senin (19/8/2024) malam.

"Jadi hakim anggota ada dua kemudian selanjutnya barulah ketua. Dan seluruh keterangan dari majelis hakim dituangkan dalam berita acara pemeriksaan," tambahnya.

Joko juga menyebut hasil dari pemeriksaan akan ditandatangani dan materi pemeriksaan akan segera didaftarkan ke pusat.

"Jadi kalau misalnya ada hal-hal yang perlu diperbaiki kita bisa diperbaiki kalau sudah sudah benar baru kita tandatangani kemudian materi pemeriksaan tentang mendaftarkan pada pokok-pokok yang dilaporkan oleh pelapor itu kan dasar kita memberikan berkas. Selain itu ada teman-teman dari Komisi Yudisial sendiri," ungkapnya.

Menyoal hasil dari pemeriksaan tersebut, Joko belum bisa memberikan statement terkait hasil pemeriksaan kepada majelis hakim tersebut. "Tentang kalau tanya hasilnya apa ini kan sifatnya memang pemeriksaan itu tertutup ya tadi tidak bisa kita informasikan ke temen-temen media tentang hasil pemeriksaan ini ya," jelasnya.

Baca Juga: Rutan Surabaya Fasilitasi Penyidikan Kejaksaan Agung di Kasus Ronald Tannur

Joko memaparkan, tindak lanjut setelah melakukan pemeriksaan, Komisi Yudisial akan memutuskan apakah majelis hakim dalam kasus tersebut terbukti bersalah atau tidak, melalui keputusan pleno yang dihadiri oleh 7 Komisioner Komisi Yudisial.

"Nah, kami akan berusaha dan berupaya bahwa terkait putusan ini nanti bisa selesai, ya kemungkinan bulan depan ini atau bulan Agustus ini bisa selesai salah satunya kita akan berusaha cepat mudah-mudahan di bulan Agustus itu putusan sudah ada hasilnya," ungkapnya.

"Kemudian, kalau misalnya hasilnya putusan nanti terbukti biasanya kan komisi yudisial hanya mengajukan rekomendasi kepada Mahkamah Agung. Kalau misalnya tidak terbukti artinya akan kita kirim ke para terlapor tentang pemulihan nama baik saya kira itu aja," tutup Joko.

Baca Juga: Kejati Jatim Jelaskan Posisi Ayah Ronald Tannur dalam Suap Tiga Hakim PN Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.