Rabu, 04 Feb 2026 04:24 WIB

Gibran Puji Wali Kota Eri Soal Program Makan Gratis di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Agu 2024 11:02 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Wakil Presiden Terpilih Gibran saat di acara makan gratis di Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Wakil Presiden Terpilih Gibran saat di acara makan gratis di Surabaya

selalu.id - Wakil Presiden Indonesia terpilih Gibran Rakabuming Raka memberikan pujian ke Wali Kota Eri Cahyadi terkait program makan gratis untuk anak-anak sekolah dasar (SD) di Surabaya.

Pantuan selalu.id, Putra sulung Presiden Jokowi itu melakukan pengecekan percobaan pembagian gratis di SDN Klampis Ngasem III Surabaya, Kamis (1/8/2024). Ia pun didampingi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

Tak hanya itu, Wali Kota Surabaya atau Bakal Calon petahana Wali Kota Eri Cahyadi itu juga turut mendampingi.

"Tadi sebelum ke sini mampir dulu ke salah satu UMKM yang mensuplai makanan. Jadi hari ini kita melibatkan banyak UMKM dan di Surabaya. Kemarin evaluasi di sentul, di Surakarta. Jadi hari ini banyak sekali yang dievaluasi," kata Gibran, usai bagi-bagi makanan gratis.

Gibran menyebut program uji coba makan gratis salah satu terbaik yang dijalankan di Surabaya. Menurutnya, SOP pembagian makanan ini sudah berjalan dengan baik.

Mantan Wali Kota Solo itu pun menerangkan bahwa program ini sudah dapat dari masukan-masukan pengamat, orang tua siswa, serta masyarakat terkait masalah sampa packaging.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

"Hari ini di Surabaya kebetulan Pak Wali Kota Surabaya sudah menemukan solusinya. Ke depan, apa yang sudah kita jalankan di Surabaya mungkin akan kita terapkan di kota-kota lain juga," ungkapnya.

Ditempat yang sama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerangkan bagaiman SOP pembagian makanan gratis di Kota Pahlawan. Salah satunya bekerjsama dengan UMKM yang telah dicek mendapatkan sertifikat dari Dinas Kebersihan.

"Yang kedua makanan yang disampaikan teman-teman tadi itu ada menu kandungan gizinya yang mengeluarkan dinas kesehatan. Ini sekaligus, mengurangi gizi buruk, stunting,” jelasnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Kemudian, lanjut Eri, pihaknya juga meminta setiap sekolah untuk ada pemilihan tempat sampah yang organik dan non organik, agar bisa terjual kembali ke bank sampah. Sehingga, hasilnya bisa kembali membagikan makanan gratis ini.

"Maka uang hasil jual hasil plastik masuk ke anak yg makan tadi melalui gopay. Jadi, akan masuk lagi, jadi plastik menghasilkan uang dari anak yang diberikan makan gratis itu tadi," ungkapnya.

"Jadi ini saya matunuwun kepada wakil presiden terpilih, khofifah, gojek, karena ini tidak sekali, sebelumnya ada bengkel yang juga umkm, yang juga berhubungan dengan pengurangan kemiskinan," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.