Senin, 02 Feb 2026 06:35 WIB

PDIP Jamin Ketujuh Paslon Kepala Daerah Tak Asal Comot

7 paslon rekomendasi PDIP
7 paslon rekomendasi PDIP

selalu.id - Seperti diketahui, pada Selasa (30/7/2024) kemarin, PDI Perjuangan telah menurunkan rekomendasi bakal calon kepala daerah (bacakada) yang akan maju di kabupaten/kota di Jawa Timur. Ketujuh daerah itu adalah Kota Surabaya, Kab Ngawi, Kota Blitar, Kab Tulungagung, Kab Sumenep, Kab Jombang dan Kota Probolinggo.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan, bahwa pihaknya juga menjamin sebanyak 7 pasangan calon kepala daerah yang baru saja mendapat surat rekomendasi partai, mampu mengusung program kerakyatan.

"PDI Perjuangan bukan sekadar memberikan surat dukungan, tetapi juga memastikan ideologi dan program politik kerakyatan dari partai dituangkan dalam program-program pembangunan di daerah oleh calon yang kita dukung," terangnya, Rabu (31/7/2024).

Sebagai jaminannya, Said menegaskan bahwa 7 pasangan calon kepala daerah tersebut mayoritas merupakan kader berkualitas partai berlambang banteng dan bukan asal comot. "Hal ini sekaligus untuk menegaskan peran partai sebagai sumber rekrutmen kepemimpinan. Dengan demikian, bukti kaderisasi di PDI Perjuangan berjalan dengan baik," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Said juga sempat menyinggung soal partai yang kerap kali hanya dijadikan sebagai perahu sewaan menjelang kontestasi Pilkada. Ia juga menegaskan jangan sampai partai politik jadi rusak kehidupan demokrasinya.

"Jangan sampai partai politik hanya dijadikan sewa perahu pencalonan, dan proses selanjutnya terserah calon. Rusak kehidupan demokrasi dan kualitas kepemimpinan di daerah kalau partai politik memosisikan diri seperti itu," jelas Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Strategis itu.

Menurutnya, salah satu poin penting yang ditekankan oleh PDI Perjuangan adalah pentingnya kaderisasi partai. Sebagian besar pasangan calon yang diusung merupakan kader tulen PDI Perjuangan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya komitmen partai dalam mengembangkan kader-kader muda yang berkualitas.

Oleh karenanya, Said optimis bahwa para calon yang diusung partainya merupakan sosok-sosok terbaik yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah masing-masing. "Dengan pertimbangan di atas, serta kalkulasi politik berdasarkan pemetaan politik dan survei, kita yakin 7 pasang bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut dapat memenangkan Pilkada November nanti," paparnya.

Selain itu, PDI Perjuangan juga mendorong agar Pilkada 2024 dapat berjalan dengan bersih dan bermartabat. Partai berharap semua pihak dapat berkompetisi secara sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. "Kita juga ingin Pilkada ini tidak berbiaya mahal. Sehingga peluang korupsi bisa diminimalisir sejak pencalonan. Oleh sebab itu, semua partai politik harus mengedepankan kualitas dan integritas calon pemimpin," tandasnya.

Baca Juga: Hadapi Pemekaran Dapil 2029, Gerindra Surabaya Gelar Retret

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.