Minggu, 16 Agu 2026 06:17 WIB

Impor Rendah, Indonesia Jadi Negara Net Eksportir Produk Perikanan

Perikanan Indonesia
Perikanan Indonesia

selalu.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan nilai impor perikanan menurun pada semester I tahun 2024 menjadi US$219,54 juta dolar atau Rp 3,57 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.294 per dolar). Nilai tersebut mengalami penurunan hingga 35,15 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Budi Sulistiyo menjelaskan, penurunan nilai impor perikanan tersebut membuat neraca perdagangan perikanan surplus sebesar US$2,49 miliar atau setara Rp 40,67 triliun.

Menurutnya, nilai surplus tersebut pun meningkat sebesar 6,2 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya. "Penurunan impor ini mengukuhkan Indonesia sebagai negara net eksportir produk perikanan," terangnya, Senin (29/7/2024).

Sementara itu, untuk komoditas impor sendiri, jelasnya lebih lanjut, ada yang tujuannya untuk bahan baku industri dan ada juga untuk selain bahan baku industri, seperti untuk kebutuhan hotel, restoran, katering dan pasar modern (horekapasmod).

"Nah, yang horeka ini adalah ikan-ikan yang tidak ada di Indonesia, seperti ikan salmon, trout dan ikan kod," kata Budi.

Penurunan ini dipengaruhi pasokan ikan hasil tangkapan nelayan dalam negeri yang mampu memenuhi kebutuhan industri pengolahan dan pemindangan. Ikan yang pasokannya cukup banyak yakni ikan-ikan pelagis seperti ikan kembung.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya terus mendorong pelaku pengolahan dan pemindangan untuk memprioritaskan ikan hasil tangkapan nelayan kita sendiri. Untuk komoditas utamanya masih didominasi oleh udang, tuna-tongkol-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan kepiting, dan rumput laut.

"Dari awal tahun sampai Mei pasokan kita cukup, sehingga diprioritaskan menggunakan produk hasil tangkapan dalam negeri. Ikan impor itu hanya untuk mengisi ketika tak ada bahan baku," jelasnya.

Sedangkan kinerja ekspor perikanan dari Januari hingga Juni nilainya mencapai US$2,71 miliar. Negara tujuan utama pengiriman yakni Amerika Serikat sebesar US$889,39 juta disusul China (556,04 juta), Asean (353,93 juta), Jepang (285,47 juta), dan Uni Eropa (193,35 juta).

Kendati demikian, kinerja ekspor perikanan masih terus digenjot melalui strategi promosi hasil perikanan, peningkatan kualitas hasil perikanan, hingga membuka peluang pasar baru di negara-negara Timur Tengah dan Asia Timur.

Baca Juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.