Kamis, 01 Okt 2026 00:32 WIB

Impor Rendah, Indonesia Jadi Negara Net Eksportir Produk Perikanan

Perikanan Indonesia
Perikanan Indonesia

selalu.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan nilai impor perikanan menurun pada semester I tahun 2024 menjadi US$219,54 juta dolar atau Rp 3,57 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.294 per dolar). Nilai tersebut mengalami penurunan hingga 35,15 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Budi Sulistiyo menjelaskan, penurunan nilai impor perikanan tersebut membuat neraca perdagangan perikanan surplus sebesar US$2,49 miliar atau setara Rp 40,67 triliun.

Menurutnya, nilai surplus tersebut pun meningkat sebesar 6,2 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya. "Penurunan impor ini mengukuhkan Indonesia sebagai negara net eksportir produk perikanan," terangnya, Senin (29/7/2024).

Sementara itu, untuk komoditas impor sendiri, jelasnya lebih lanjut, ada yang tujuannya untuk bahan baku industri dan ada juga untuk selain bahan baku industri, seperti untuk kebutuhan hotel, restoran, katering dan pasar modern (horekapasmod).

"Nah, yang horeka ini adalah ikan-ikan yang tidak ada di Indonesia, seperti ikan salmon, trout dan ikan kod," kata Budi.

Penurunan ini dipengaruhi pasokan ikan hasil tangkapan nelayan dalam negeri yang mampu memenuhi kebutuhan industri pengolahan dan pemindangan. Ikan yang pasokannya cukup banyak yakni ikan-ikan pelagis seperti ikan kembung.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya terus mendorong pelaku pengolahan dan pemindangan untuk memprioritaskan ikan hasil tangkapan nelayan kita sendiri. Untuk komoditas utamanya masih didominasi oleh udang, tuna-tongkol-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan kepiting, dan rumput laut.

"Dari awal tahun sampai Mei pasokan kita cukup, sehingga diprioritaskan menggunakan produk hasil tangkapan dalam negeri. Ikan impor itu hanya untuk mengisi ketika tak ada bahan baku," jelasnya.

Sedangkan kinerja ekspor perikanan dari Januari hingga Juni nilainya mencapai US$2,71 miliar. Negara tujuan utama pengiriman yakni Amerika Serikat sebesar US$889,39 juta disusul China (556,04 juta), Asean (353,93 juta), Jepang (285,47 juta), dan Uni Eropa (193,35 juta).

Kendati demikian, kinerja ekspor perikanan masih terus digenjot melalui strategi promosi hasil perikanan, peningkatan kualitas hasil perikanan, hingga membuka peluang pasar baru di negara-negara Timur Tengah dan Asia Timur.

Baca Juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gerindra Jatim Siapkan Sanksi Pemecatan hingga PAW Bagi Kadernya yang Pesta Sabu di Surabaya

Pihak partai menegaskan tak segan mengambil langkah pemecatan hingga Pergantian Antar Waktu (PAW) jika tuduhan tersebut terbukti secara hukum.

Siapa Pemilik The Alana Hotel Surabaya?

Hotel bintang empat ini berlokasi di Jalan Ketintang Baru I No. 10–12, Surabaya. Lokasinya, tak jauh dari tempat diskotek bahkan Polda Jawa Timur.

Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Baliho itu dipasang, cara pedagang menyampaikan protes setelah surat permohonan dialog kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disebut tak kunjung dibalas.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.