Jumat, 05 Jun 2026 06:02 WIB

Impor Rendah, Indonesia Jadi Negara Net Eksportir Produk Perikanan

Perikanan Indonesia
Perikanan Indonesia

selalu.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan nilai impor perikanan menurun pada semester I tahun 2024 menjadi US$219,54 juta dolar atau Rp 3,57 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.294 per dolar). Nilai tersebut mengalami penurunan hingga 35,15 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Budi Sulistiyo menjelaskan, penurunan nilai impor perikanan tersebut membuat neraca perdagangan perikanan surplus sebesar US$2,49 miliar atau setara Rp 40,67 triliun.

Menurutnya, nilai surplus tersebut pun meningkat sebesar 6,2 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya. "Penurunan impor ini mengukuhkan Indonesia sebagai negara net eksportir produk perikanan," terangnya, Senin (29/7/2024).

Sementara itu, untuk komoditas impor sendiri, jelasnya lebih lanjut, ada yang tujuannya untuk bahan baku industri dan ada juga untuk selain bahan baku industri, seperti untuk kebutuhan hotel, restoran, katering dan pasar modern (horekapasmod).

"Nah, yang horeka ini adalah ikan-ikan yang tidak ada di Indonesia, seperti ikan salmon, trout dan ikan kod," kata Budi.

Penurunan ini dipengaruhi pasokan ikan hasil tangkapan nelayan dalam negeri yang mampu memenuhi kebutuhan industri pengolahan dan pemindangan. Ikan yang pasokannya cukup banyak yakni ikan-ikan pelagis seperti ikan kembung.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya terus mendorong pelaku pengolahan dan pemindangan untuk memprioritaskan ikan hasil tangkapan nelayan kita sendiri. Untuk komoditas utamanya masih didominasi oleh udang, tuna-tongkol-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan kepiting, dan rumput laut.

"Dari awal tahun sampai Mei pasokan kita cukup, sehingga diprioritaskan menggunakan produk hasil tangkapan dalam negeri. Ikan impor itu hanya untuk mengisi ketika tak ada bahan baku," jelasnya.

Sedangkan kinerja ekspor perikanan dari Januari hingga Juni nilainya mencapai US$2,71 miliar. Negara tujuan utama pengiriman yakni Amerika Serikat sebesar US$889,39 juta disusul China (556,04 juta), Asean (353,93 juta), Jepang (285,47 juta), dan Uni Eropa (193,35 juta).

Kendati demikian, kinerja ekspor perikanan masih terus digenjot melalui strategi promosi hasil perikanan, peningkatan kualitas hasil perikanan, hingga membuka peluang pasar baru di negara-negara Timur Tengah dan Asia Timur.

Baca Juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.