Selasa, 03 Feb 2026 09:48 WIB

DPRD Tolak Rencana PSN Reklamasi Surabaya, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Jul 2024 14:54 WIB
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono,
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono,

selalu.id - DPRD Surabaya menolak adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) Reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) senilai Rp72 triliun. 

Hal itu dikarenakan nimbulkan kecuriagan bahwa proyek reklamasi seluas 1.084 hektar ini hanya akan menguntungkan segelintir elite, seperti halnya reklamasi di Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

"Kami menduga ini lebih mengarah pada pembangunan kawasan elit seperti Pantai Indah Kapuk, bukan untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono, Rabu (24/7/2024).

Baktiono mempertanyakan tujuan dan manfaat reklamasi Surabaya Waterfront Land ini. Dia mengungkapkan keraguan mengenai klaim bahwa proyek ini akan digunakan untuk permukiman dan industri perikanan.

"Surabaya sudah memiliki cukup lahan untuk pemukiman, dan nelayan di pesisir, terutama di daerah Bulak, sudah sangat ahli," ujarnya.

Proyek reklamasi ini juga menuai protes dari berbagai pihak, termasuk pengusaha kapal besi yang khawatir akan kesulitan operasional akibat pendangkalan dan penyempitan perairan.

"Ratusan kapal yang lalu lalang di sana akan terdampak, dan kerugiannya harus diperhitungkan," tambah Baktiono.

Selain itu, dampak lingkungan dan sosial dari reklamasi juga menjadi perhatian serius. Kerusakan ekosistem laut dan hilangnya mata pencaharian nelayan menjadi kekhawatiran utama.

Dia mengusulkan alternatif pembangunan di pulau-pulau kosong yang belum terpakai. Menurut dia, Indonesia memiliki ribuan pulau kosong yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, termasuk pembangunan bandara.

"Dengan anggaran Rp72 triliun, kita bisa membangun infrastruktur yang jauh lebih megah dan bermanfaat di pulau-pulau tersebut, tanpa merusak lingkungan dan merugikan masyarakat," kata dia.

Baktiono juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait proyek-proyek strategis.

"Warga yang akan merasakan dampak langsung harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan," tegas dia.

Sementara, Komisaris PT Granting Jaya, Soetiadji Yudho, menyatakan bahwa pihaknya sangat memperhatikan keluhan nelayan dan menjadikannya catatan utama.

"Saya sangat atensi dan akan menjadi catatan utama bagaimana untuk saya wujudkan apa yang menjadi kendala para nelayan," ujar Soetiadji.

Lebih lanjut, Soetiadji menegaskan komitmen perusahaan untuk maju bersama nelayan sekitar proyek reklamasi.

"Kami sudah komitmen kita akan maju bersama-sama dengan nelayan sekitar kami dan itu menjadi tujuan utama," tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran nelayan terkait dampak proyek reklamasi, Soetiadji menjelaskan bahwa pihaknya telah melibatkan para pakar untuk melakukan kajian dan mencari solusi terbaik. Sekaligus, mengeliminir dampak negatif reklamasi.

"Itu sudah menjadi kajian dari pakar-pakar yang kami libatkan untuk mencari solusi yang terbaik untuk mengeliminir semua dampak yang ada," jelasnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.