Selasa, 03 Feb 2026 14:41 WIB

Hore! Bunda PAUD di Surabaya Akan Dikuliahkan Gratis oleh Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Des 2021 22:26 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Supomo besama siswa SD
Kepala Dinas Pendidikan Supomo besama siswa SD

selalu.id - Dinas Pendidikan Kota Surabaya terus berupaya melakukan inovasi meingkatkan pendidikan di Kota Surabaya. Salah satunya dengan program mengkuliahkan bunda PAUD secara gratis.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik para bunda PAUD. Diketahui, usia Balita

Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

itu merupakan golden age, sehingga latar belakang tenaga pendidiknya harus benar-benar sesuai dan mempuni.

"Kami membuat program kuliah gratis khusus D3 dan D4 di Politeknik NSC Surabaya," ujar Supomo, Kamis (23/12/2021).

Lebih lanjut Supomo menyampaikan, untuk tahun 2021 disediakan slot 200 orang, lalu tahun 2022 disiapkan slot 200 orang, dan tahun 2023 juga sebanyak 200 orang.

"Karena slotnya 200 orang dan di Surabaya ada 154 kelurahan, maka nantinya setiap kelurahan bisa mengirim satu atau dua orang bunda paud untuk mengikuti beasiswa gratis ini," ujarnya.

Supomo berharap dengan pembagian ini diatur sedemikian rupa agar merata di setiap wilayah.

Direktur Politeknik NSC Surabaya, Rudianto mengatakan, minat Bunda PAUD sangat tinggi untuk mengikuti prorgam yang meningkatkan kualitas mereka tersebut.

"Sudah banyak yang tanya-tanya dan konfirmasi ke saya langsung. Bahkan, saat ini sudah banyak yang daftar karena batas akhir pendaftaran 24 Desember 2021," kata Rudianto.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Rudianto menambahkan, khusus angkatan tahun 2021 ini akan mulai perkuliahan pada bulan Januari sampai Februari untuk semester gasal. Karena mereka akan mengikuti sistem percepatan.

"Jadi, mereka akan kuliah di bulan Januari-Februari untuk semester gasal, dan mulai Maret langsung masuk semester genap," katanya.

Selain itu, ada persyaratan yang harus memenuhi untuk mengikuti program ini, yakni lulusan SMA/SMK/MA/sederajat, dan usianya maksimal 40 tahun, serta siap menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Sedangkan syarat administrasinya adalah harus fotocopy ijazah dan SKHUN 2 lembar, foto berwarna 4X6 sebanyak 2 lembar, dan fotocopy KTP dan KK.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Yang pasti, KTP-nya harus Surabaya atau harus warga Surabaya," tegasnya.

Adapun program studi yang ditawarkan adalah D4 MPI (Manajemen Pemasaran Internasional), D4 PP (Pengelolaan Perhotelan), D3 AB (Administrasi Bisnis), D3 AK (Akuntansi), D3 TK (Teknologi Komputer).

Nantinya, kata dia, para bunda paud diharapkan bisa memilih jurusan yang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kualitas pengajarannya.

"Jadi, dari sisi materi saya yakin bisa untuk diberikan kepada anak-anak paud, yang jelas nanti diarahkan ke keahliannya untuk memberikan pendidikan terapan kepada anak-anak paud," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.