Rabu, 22 Jul 2026 00:38 WIB

Menteri MenKopUKM Dorong UKM Perluas Pendanaan Lewat Pasar Modal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Jul 2024 17:11 WIB
Menteri MenKopUKM Teten Masduki
Menteri MenKopUKM Teten Masduki

selalu.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM)  bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) guna  mendorong pelaku UKM untuk naik kelas dan memperluas sumber pendanaan dengan cara IPO (Initial Public Offering) dan memperoleh pendanaan melalui Pasar Modal.

“Kita melihat banyak manfaatnya bagi UMKM untuk mencari pembiayaan dan pengembangan bisnis. Mereka supaya mencari pembiayaan diperbankan,” Menteri MenKopUKM Teten Masduki, saat ditemui usai acara Forum Pasar Modal  bersama BEI di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/7/2024).

Menterti Teten menjelaskan kerjasama ini juga karena jumlah peminat UMKM yang mulai menurun akibat pengaruhnya kondisi ekonomi global yang sedang merosot.

Sehingga, pihaknya upaya mengajak para pelaku UKM untuk memperluas pendanaan melalui pasar modal agar bisa naik kelas.

“Saya ada laporan hasil riset BRI Institut memang indeks UMKM ini turun, karena daya pembeli masyarakat juga turun. Omset juga turun,” kata Menteri Teten.

Meski ekonomi global banyak yang terdampak, kata dia, ekonomi di Indonesia masih terbilang bagus karena terbantu pertumbuhan ekonomi di perusahaan besar. Terutama di bidang ekspor Komuniti.

“Year on Year ekonomi kita masih bagus karena terbantu pertumbuhan perusahaan besar itu. Kalau UMKM ndak bisa year on year, mereka tiga bulan sudah ngos ngosan. Karena itu kami sedang antisipasi berbagai kemungkinan,” tegasnya.

“Sehingga memang ini karena keadaan ekonomi global sedang kusut. Kita masih oke, masih tumbuh diatas 5 persen,” tambahnya.

Sebab itu, Menteri Teten menerangkan pihaknya bekerjasama dengan Bursan Efek Indonesia (BEI) guna  mendorong pelaku UKM untuk naik kelas dan memperluas sumber pendanaan dengan cara IPO (Initial Public Offering) dan memperoleh pendanaan melalui Pasar Modal.

“Kita melihat banyak manfaatnya bagi umkm untuk mencari pembiayaan dan pengembangan bisnis. Mereka supaya mencari pembiayaan diperbankan,” jelasnya.

IPO sendiri merupakan sebuah langkah penggalangan dana yang digunakan oleh perusahaan melalui pasar modal, di mana perusahaan menjual sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya.

Lebih lanjut, Menteri Teten menambahkan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan ada 10 UKM yang dapat melakukan IPO.

“Maka kami sepakat jemput bola. Salah satunya lewat acara ini untuk mengajak UKM. Ayo jangan takut masuk bursa,” kata Menteri Teten.

Tak hanya itu, Menteri Teten juga mengatakan pihaknya saat ini sedang mencoba menawarkan berbagai solusi bagi pelaku UKM untuk melaksanakan IPO. Salah satunya dengan membentuk holding usaha.

“Sesuai nama di Bursa kan ada Papan Akselerasi. Supaya cepat jangan sendiri-sendiri. Kita senangnya UKM itu berdampingan sehingga gabung dan melakukan IPO. Ini juga salah satu alternatif selain menggandeng investor,” tuturnya.

Menurutnya, IPO sangat penting dilakukan agar pelaku UKM dapat mengembangkan kapasitas usahanya menjadi usaha besar.

“UKM dapat mencari pembiayaan lebih murah dan besar yaitu di Pasar Modal supaya bisa akselerasi. Jadi ayo semangat untuk naik kelas dan salah satu caranya dengan IPO,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan bahwa sampai saat ini, sudah ada 44 perusahaan aset skala kecil dan menengah yang melantai di bursa melalui papan akselerasi.

“Sejak 2019 BEI sudah membuat suatu papan perdagangan khusus bagi perusahaan aset kecil dan menengah. Jadi ada Papan Utama, Papan Pengembangan dan Papan Ekonomi Baru. Kita buat khusus perusahaan kecil dan menengah namanya Papan Akselerasi jumlahnya saat ini 44 perusahaan dan sudah ada 1 perusahaan promosi ke Papan Pengembangan pada November 2023. Sudah naik kelas,” kata Iman.

Menurutnya, perusahaan di Papan Akselerasi asetnya rata-rata mencapai di atas Rp10 miliar dan yang paling besar mencapai sekitar Rp250 miliar. Aset di bawah angka tersebut, pelaku UKM dapat memanfaatkan fasilitas Securities Crowdfunding untuk pembiayaan.

Selain itu, Iman menuturkan bahwa BEI juga telah memiliki IDX Incubator yang menjadi tempat untuk memfasilitasi perusahaan yang ingin mempelajari proses IPO.

“IDX Incubator sudah ada di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Kami fasilitasi perusahaan yang mau belajar proses IPO. Jadi seperti belajar membuat laporan keuangan dan bertemu investor. Kami siapkan tenaga ahlinya,” ungkapnya.

“Kita juga siap untuk menjembatani perkenalan dengan para profesi penunjang pasar modal yang akan mendukung proses IPO perusahaan, seperti underwriter, kantor akuntan publik, kantor hukum, notaris dan lainnya,” tutupnya.

Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.