Sabtu, 06 Jun 2026 02:44 WIB

Capai Resolusi, Begini Akhir Putusan untuk Prof. BUS Dekan FK UNAIR

Prof BUS bersama Rektor Unair capai resolusi
Prof BUS bersama Rektor Unair capai resolusi

selalu.id - 'Drama' kasus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER atau yang akrab disapa Prof. BUS yang diberhentikan paksa dari jabatannya per 3 Juli 2024 kemarin sontak menuai protes keras dari berbagai pihak.

Untuk itu digelar pertemuan Kstaria Airlangga dengan Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak. beberapa hari lalu, tepatnya hari ini, Selasa (9/7/2024), sebagai ruang mediasi terkait kasus pemberhentian paksa Prof. BUS.

Baca Juga: Pengabdian Dr. Etty Harjanti Diapresiasi Pemprov Jatim dengan Lecana Jer Basuki Mawa Beya Perak

Pemberhentian tersebut, terjadi usai dirinya menolak rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendatangkan dokter asing di Indonesia.

Sehubungan dengan Pemberhentian Prof.BUS dari jabatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada hari Rabu tanggal 03 Juli 2024, dan spekulasi atas kasus tersebut, Prof.BUS yang didampingi oleh Tim Advokasi untuk Kebebasan Akademik akan mengajukan klarifikasi atas Surat Keputusan (SK) Pemberhentian sebagai Dekan tersebut kepada Pimpinan Universitas Airlangga.

Alhasil, hari ini 'Drama' tersebut harus berakhir dengan damai. "Alhamdulillah bapak rektor sudah memaafkan kesalahan saya, karena saya mengunakan institusi bukan pribadi," terang Prof.BUS kepada awak media di depan Gedung Rektorat Kampus C Unair Surabaya, Selasa (9/7/2024).

Sementara itu, Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak saat disinggung mengenai keberadaan SK tersebut, sampai kini pihaknya masih belum bisa menjunjukan SK tersebut kepada awak media.

"Itu adalah masa lalu, jadi buat apa kita ungkap lagi, yang pasti sekarang ini Prof.Bus sudah kembali (Dekan FK Unair). Ada alasan bagi kami untuk mengangkat beliau kembali sebagai dekan. Jadi mulai besok pagi, beliau sudah bisa ngantor kembali," ujar Rektor Unair ini.

Seperti diketahui, kemarin (8/7/2024), Prof BUS datang ke kampus C guna mengantarkan sebuah surat untuk klarifikasi atas SK tersebut. "Ini kami lakukan agar tidak muncul spekulasi terkait pemberhentian saya. Niatan kami hanya mempertanyakan kenapa saya diberhentikan," terangnya.

"Kami tadi melakukan penyerahan surat keberatan, dan kami masih ingin melakukan dialog yang baik dengan pihak rektorat," sambungnya.

Baca Juga: Disertasi Doktor Unair Ungkap Disharmonisasi Pengaturan Hak Atas Tanah Pasca UU Cipta Kerja

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.