Senin, 07 Sep 2026 02:11 WIB

Pengabdian Dr. Etty Harjanti Diapresiasi Pemprov Jatim dengan Lecana Jer Basuki Mawa Beya Perak

  • Penulis : Ading
  • | Rabu, 15 Okt 2025 08:42 WIB
Dr. Etty Melani Harjanti, Ketua Yayasan Karya Mulia Surabaya
Dr. Etty Melani Harjanti, Ketua Yayasan Karya Mulia Surabaya

selalu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan Piagam Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya Perak kepada Dr. Etty Melani Harjanti, Ketua Yayasan Karya Mulia Surabaya, atas dedikasinya di bidang sosial dan pendidikan inklusif. Penghargaan tersebut diberikan pada peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Sabtu (12/10/2025).

 

Baca Juga: Disertasi Doktor Unair Ungkap Disharmonisasi Pengaturan Hak Atas Tanah Pasca UU Cipta Kerja

Dr. Etty merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) angkatan 1973 dan putri dari almarhum Prof. Harjono, Sp.OG., dan Sri Rahadjeng, pendiri Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunarungu Karya Mulia Surabaya. Ia menerima penghargaan itu dengan rasa haru dan syukur.

 

“Dari kecil saya sudah berada di lingkungan sosial seperti ini, sehingga terbiasa dan tumbuh rasa sayang kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari Jawa Pos.

 

Sebagai Ketua Yayasan Pembina Anak-Anak Tunarungu Karya Mulia, Dr. Etty melanjutkan pengabdian kedua orang tuanya. Ia mengakui mengelola sekolah sosial bukan hal mudah, sebab sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga menengah ke bawah. Namun semangatnya untuk memberikan kesempatan pendidikan setara tidak pernah surut.

 

Ia membuat sejumlah inovasi pendidikan, menyesuaikan kurikulum dengan potensi masing-masing anak, serta menyediakan fasilitas penunjang keterampilan seperti salon, percetakan, mesin jahit, dan komputer. “Kami siapkan mereka agar siap di dunia kerja. Siswa SMA juga kami fasilitasi program PKL. Pendidikan karakter kami tanamkan sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga: FK UNAIR dan LUMC Belanda Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset Kesehatan

 

Menurut Dr. Etty, kebahagiaan terbesarnya adalah melihat siswa berkembang dan mandiri. “Masuk TK mereka belum bisa bicara. Ketika akhirnya bisa mengucapkan satu kata saja, itu sudah merupakan prestasi dan kebahagiaan luar biasa bagi orang tua,” ujarnya.

 

Banyak alumni Karya Mulia kini bekerja di berbagai sektor, seperti hotel, minimarket, dan perusahaan swasta. “Saya bahagia ketika mendengar anak-anak diterima bekerja di berbagai tempat. Bahkan ada yang gajinya lebih besar dari gurunya. Alhamdulillah,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Vaksin Jadi Syarat Wajib, Jemaah Umrah Diimbau Siap Sejak Dini

Selain mengelola sekolah, Dr. Etty aktif dalam kegiatan sosial bersama Swayanaka, BK3S, dan berbagai komunitas lansia. “Setiap hari selalu ada kegiatan yang bermanfaat. Semua dijalani dengan rasa syukur,” tuturnya.

 

Dedikasi Dr. Etty Harjanti dinilai mencerminkan nilai pengabdian dan semangat sosial yang diwariskan keluarganya. Sosoknya menjadi teladan bagi dunia pendidikan dan sosial di Jawa Timur.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.