Senin, 02 Nov 2026 08:59 WIB

Rupiah Melemah, Pelaku Industri Mamin Cari Bahan Baku Alternatif

Ilustrasi rupiah melemah
Ilustrasi rupiah melemah

selalu.id - Dampak dari nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), membuat sejumlah kalangan pelaku industri makanan dan minuman (mamin) bakal mencari bahan baku alternatif untuk mengatasi hal tersebut.

Industri mamin menjadi salah satu subsektor yang terkenda dampak melemahnya rupiah terhadap dolar AS karena lebih dari 60 persen bahan baku mamin masih diimpor, seperti gandum, gula rafinasi, jagung, hingga bahan baku susu.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, bahwa pihaknya mulai melakukan sejumlah strategi untuk menahan ongkos produksi tak naik, sehingga harga jual untuk konsumen tidak mengalami kenaikan. 

"Industri antisipasi dengan efisiensi serta mencari alternatif sumber daya dari lokal maupun negara alternatif," kata Adhi, Kamis (20/6/2024).

Dikatakannya, bahwa harga pokok produksi (HPP) untuk produk makanan dan minuman pasti akan mengalami peningkatan cepat atau lambat. Sementara, produsen belum bisa menaikkan harga jual ke konsumen.

Terlebih, saat ini optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi mengalami penurunan pasca hari raya idulfitri 2024. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) Mei 2024 sebesar 125,2 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya 127,7.

"Pasti akan meningkatkan harga pokok produksi dan belum tentu bisa menaikkan harga jual ke konsumen, butuh waktu. Akibatnya akan menggerus laba perusahaan," jelasnya.

Sebagai alternatif, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian kini tengah mendorong hilirisasi produk pertanian. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita juga menyebut, jika ini dapat tercipta diversifikasi produk pangan yang memanfaatkan bahan baku lokal.

"Pengembangan industri pangan masih memiliki prospek yang besar, sehingga diharapkan ke depannya hilirisasi produk pertanian dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri," jelas Reni

Menurut Reni, komoditas agribisnis dan bahan pangan lokal alternatif merupakan tulang punggung ketahanan pangan Indonesia. Sebab, masyarakat tak hanya membutuhkan bahan pangan yang segar, tetapi juga olahan pangan lanjutan.

Dia mencontohkan, pelaku industri dapat memanfaatkaan bahan baku pengganti beras sebagai sumber karbohidrat, seperti dari singkong, sagu, porang, sorgum, dan lain sebagainya.

"Percepatan hilirisasi komoditas bahan pangan saat ini sangat diperlukankarena besarnya potensi untuk pengembangan produk olahan lanjutan yang dihasilkan dari bahan baku lokal, baik produk antara (intermediate product) maupun produk jadi (end product) yang siap dikonsumsi," pungkasnya.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Melemah 16.992 per Dolar AS, Berikut Detail Rinciannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.