Senin, 07 Sep 2026 21:21 WIB

Rupiah Melemah, Pelaku Industri Mamin Cari Bahan Baku Alternatif

Ilustrasi rupiah melemah
Ilustrasi rupiah melemah

selalu.id - Dampak dari nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), membuat sejumlah kalangan pelaku industri makanan dan minuman (mamin) bakal mencari bahan baku alternatif untuk mengatasi hal tersebut.

Industri mamin menjadi salah satu subsektor yang terkenda dampak melemahnya rupiah terhadap dolar AS karena lebih dari 60 persen bahan baku mamin masih diimpor, seperti gandum, gula rafinasi, jagung, hingga bahan baku susu.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, bahwa pihaknya mulai melakukan sejumlah strategi untuk menahan ongkos produksi tak naik, sehingga harga jual untuk konsumen tidak mengalami kenaikan. 

"Industri antisipasi dengan efisiensi serta mencari alternatif sumber daya dari lokal maupun negara alternatif," kata Adhi, Kamis (20/6/2024).

Dikatakannya, bahwa harga pokok produksi (HPP) untuk produk makanan dan minuman pasti akan mengalami peningkatan cepat atau lambat. Sementara, produsen belum bisa menaikkan harga jual ke konsumen.

Terlebih, saat ini optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi mengalami penurunan pasca hari raya idulfitri 2024. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) Mei 2024 sebesar 125,2 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya 127,7.

"Pasti akan meningkatkan harga pokok produksi dan belum tentu bisa menaikkan harga jual ke konsumen, butuh waktu. Akibatnya akan menggerus laba perusahaan," jelasnya.

Sebagai alternatif, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian kini tengah mendorong hilirisasi produk pertanian. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita juga menyebut, jika ini dapat tercipta diversifikasi produk pangan yang memanfaatkan bahan baku lokal.

"Pengembangan industri pangan masih memiliki prospek yang besar, sehingga diharapkan ke depannya hilirisasi produk pertanian dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri," jelas Reni

Menurut Reni, komoditas agribisnis dan bahan pangan lokal alternatif merupakan tulang punggung ketahanan pangan Indonesia. Sebab, masyarakat tak hanya membutuhkan bahan pangan yang segar, tetapi juga olahan pangan lanjutan.

Dia mencontohkan, pelaku industri dapat memanfaatkaan bahan baku pengganti beras sebagai sumber karbohidrat, seperti dari singkong, sagu, porang, sorgum, dan lain sebagainya.

"Percepatan hilirisasi komoditas bahan pangan saat ini sangat diperlukankarena besarnya potensi untuk pengembangan produk olahan lanjutan yang dihasilkan dari bahan baku lokal, baik produk antara (intermediate product) maupun produk jadi (end product) yang siap dikonsumsi," pungkasnya.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Melemah 16.992 per Dolar AS, Berikut Detail Rinciannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.