Sabtu, 05 Sep 2026 19:39 WIB

Wacana PKB-PDIP di Pilgub, Fuad Benardi Akui Kagumi Kiai Marzuki

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Jun 2024 16:52 WIB
Fuad Bernadi
Fuad Bernadi

selalu.id - Fuad Benardi, Putra Sulung Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku dirinya mengagumi sosok Mantan Ketua PWNU Jatim Kiai Marzuki Mustamar.

Fuad pun juga menanggapi terkait isu ibundanya yakni Risma yang berpeluang dipasangkan dengan Kiai Marzuki untuk maju Pilgub Jatim. Ia menyambut baik peluang koalisi PDIP dengan PKB terkait calon Gubernur Jatim dalam Pilkada serentak 2024.

“Saya dengar Kiai Marzuki (peluang berpasangan dengan Risma) saya tahu beliau. Kebetulan sering ada acara sholawatan juga. Beliau sosok kiai yang pernah jadi Ketua PWNU,” kata Fuad, kepada selalu.id, Rabu (19/6/2024).

Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) PDI Perjuangan sudah mengenal Kiai Marzuki Mustamar sejak ibundanya Risma maju sebagai calon Wali Kota Surabaya tahun 2015 lalu.

“Saya kagumi sosok beliau. Kalau gak salah Pondoknya di Malang kan. Saya kenal beliau pada jamannya ibu maju 2015. Itu ada acara sholawatan sebelum jadi ketua PWNU,” ungkapnya.

Ia juga menyambut baik peluang koalisi PDIP dengan PKB terkait calon Gubernur Jatim dalam Pilkada serentak 2024
Yang terbuka pengusungan Mantan Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar dengan Ketua DPP PDIP Risma untuk menjadi pasangan calon Gubernur Jatim dan calon Wakil Gubernur Jatim.

Terlebih lagi, elektabiltas keduanya  masih tinggi dalam sejumlah lembaga survei. Bahkan, angkanya nyaris menandingi Calon Gubernur Jawa Timur dari petahana, Khofifah Indar Parawansa.

"Elektabilitas (tingkat keterpilihan) Bu Risma juga tidak terpaut jauh dari Bu Khofifah. Sehingga, memang ada kemungkinan untuk membuat poros sendiri," kata ungkapnya.

Sisi lain, Fuad mengakui bahwa PDIP yang baru memiliki 21 kursi memerlukan 3 kursi tambahan untuk mencalonkan secara resmi di KPU. Sehingga, harus berkoalisi dengan partai lain jika mengusung kader sendiri.

Terkait hal tersebut, Calon Anggota DPRD Jatim terpilih itu menilai PKB yang memiliki 27 kursi DPRD Jatim ini sebagai calon mitra koalisi startegis.

"Memang memerlukan kerjasama dengan partai lain, di antaranya dengan PKB. Terbuka kemungkinan untuk membuat poros baru untuk menyaingi petahana," kata kader PDIP tersebut.

Dalam pembicaraan politik nantinya, pihaknya juga membuka kemungkinan untuk kombinasi dengan calon yang diusulkan PKB. Termasuk, Kiai Marzuki.

Menurutnya, memang perlu kombinasi tokoh berlatarbelakang nasionalis-religius untuk memimpin Jawa Timur. "Untuk di Pilgub, kombinasi abang-ijo ini cukup kuat. Sehingga, secara kultural, memang dibutuhkan sosok nasionalis-religius menjadi pemimpin ideal di Jawa Timur," katanya.

"Tentu ,DPP akan merumuskan siapa yang cocok. DPP masih melihat persentase kemenangan. Partai tentu merekomendasikan calon untuk menang," tandasnya.

Baca Juga: Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.