Sidang Pleno Muktamar NU ke-34 di Lampung Diwarnai Kericuhan
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 22 Des 2021 23:05 WIB
selalu.id - Kericuhan mewarnai sidang pleno Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Kericuhan ini bermula saat pleno membacakan dan membahas tata tertib muktamar.
Baru memasuki sidang pleno pertamanya, kericuhan sudah terjadi dalam muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di gedung serbaguna Universitas Islam Negeri Raden Intan Bandar Lampung, Lampung, Selasa sore (22/12/2021).
Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina
Baca Juga: Bersarung Hijau, Presiden Jokowi Buka Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung
Kericuhan ini dipicu protes salah satu peserta muktamar terkait pembahasan pasal tata tertib muktamar. Protes itu dilayangkan saat pemimpin sidang pleno yang diketuai Muhammad Nuh, memutuskan menunda pembahasan pasal terkait keabsahan dan hak suara pengurus tingkat wilayah dan cabang, hingga pembahasan pasal rampung.

Baca Juga: Risma Bikin Kaget Gus Kikin Tebuireng saat Ziarah ke Makam Pendiri NU
Namun putusan tersebut diprotes oleh Pengurus Wilayah (PWNU) Gorontalo. Dalam protesnya PWNU Gorontalo meminta pimpinan sidang meneruskan pembahasan pasal tiga hingga dicapai kesepakatan terkait pasal ini.
Suasana makin memanas setelah peserta muktamar lain meminta pimpinan sidang mengabaikan protes pengurus wilayah Gorontalo. Mereka berpendapat, pembahasan pasal tiga ditunda karena dapat menghambat pembahasan aturan tata tertib lainnya.
Baca Juga: Dikukuhkan Ketum PBNU, Pagar Nusa Siap Jadi Pagarnya NU dan Indonesia

Sidang pleno 1 yang diwarnai kericuhan, membahas beberapa poin krusial dalam aturan tata tertib. Salah satunya terkait tentang syarat muktamar sah, serta siapa saja yang berhak memberikan suara saat pemeilihan ketua umum PBNU. Aturan tata tertib muktamar juga mengatur syarat kandidat calon ketua umum PBNU. (SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-745-sidang-pleno-muktamar-nu-ke34-di-lampung-diwarnai-kericuhan
