KPU Surabaya Bakal Setel Jingle Pemilu di tiap Traffic Light Jelang Pilkada
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 11 Jun 2024 16:34 WIB
selalu.id - KPU Surabaya akan menyetel musik jingle Piwali Surabaya menjelang Pilkada serentak 2024 yang akan diselenggarakan pada 27 November mendatang.
Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Subairi mengatakan pihaknya mulai melakukan sosialisasi pemasangan maskot, mars, jingle untuk Pilwali Surabaya
“Maskot, mars, dan jingle pilwali surabaya 2024 kami kenalkan ke publik melalui teman-teman dengan harapan semua bisa menjadi sarana publikasi, sosialisasi, dan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Subairi, saat konferensi pers media gathering, di Kantor KPU Surabaya, Selasa (11/6/2024).
Subairi menyampaikan nantinya pihaknya rencananya akan menyetel musik jingle Pilwali Surabaya untuk meramaikan euforia pemilihan kepala daerah 2024.
“Berdasarkan pengalaman di 2020 kami lakukan, (menyetel musik jingle di tempat umum),” katanya.
Nantinya, KPU Surabaya akan melakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk Pemkot, Pelaku usaha yang ada ada di Mal ataupun di pasar.
“Kami koordinasi dengan pemkot, pelaku usaha terutama di mal atau pasar modern agar bisa berpartisipasi minimal di waktu senggang ikut memutar,” terangnya.
Selain itu, KPU Surabaya akan melakukan kirab mengenalkan maskot Pemilu Pilwali Surabaya di setiap kecamatan
“Masing-masing maskot nanti dikirab di seluruh kecamatan, ini programnya KPU Provinsi. Kalau di Surabaya di 31 kecamatan,” ucapnya.
Sisi lain, Subairi menyampaikan untuk Maskot Pilwali Surabaya, Si Mbois merupakan akronim yang bertema Siap Memilih dan Berdemokrasi untuk Surabaya atau Si Mbois.
“Nama itu sekaligus menjadi doa bersama agar Pilwali Surabaya 2024 berjalan lancar dan sukses,” ungkapnya.
Si Mbois ini, kata dia, merupakan karakter buaya yang menjadi ikon Kota Surabaya. Karakternya, semangat, ramah, dan bijaksana.
“Ada dandanan milenial, kalau di obrolan orang Surabaya mbois ini artinya keren, pakai kacamata, pakai baju lengan panjang kasual, terus ditutup jarik bermotif sekanggi khas surabaya, ada udeng khas surabaya juga,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa naskot ini menjadi cermin kota Surabaya sebagai wilayah metropolitan yang dihuni masyarakat cerdas, peduli, dan bijak menentukan pemimpinan di pilwali 2024.
“Kemarin agak lama karena ada revisi yang harus disempurnakan, kami tidak bisa sembarangan menentukan ini. Salah satunya soal jari yang sebelum tidak ada tinta dan direvisi ada tintanya,” tutupnya.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Apresiasi KPU dan Bawaslu Jatim atas Suksesnya Pilkada 2024
Editor : Ading