Kamis, 20 Jun 2024 01:22 WIB

Morula IVF Surabaya Beri Solusi Para Pejuang Dua Garis Biru

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 10 Jun 2024 13:04 WIB
Foto: Morula IVF Indonesia

Foto: Morula IVF Indonesia

selalu.id - Dikaruniai anak adalah anugerah terindah untuk pasangan suami istri. Namun, tidak sedikit pasangan yang sulit mendapatkan keturunan bahkan bertahun-tahun berjuang mendapatkan dua garis biru.

Dokter kandungan di Surabaya pun memberi edukasi untuk pasutri yang telah lama dan berharap menantikan anak dari keturunan mereka. Selain menggunakan teknologi bayi tabung di Morula IVF Indonesia. Ia menyebut ada sejumlah program alami agar segera mendapatkan dua garis biru.

“Morula ini sebuah klinik bayi tabung yang berpengalaman dan sudah luar biasa. Surabaya sendiri sudah tahun ke 12 ini sudah banyak ribuan bayi dari Marula Family,” kata Dokter kandungan dari Morula IVF Surabaya dan National Hospital,
Benediktus Arifin alias Benny sapaan akrabnya, Senin (10/6/2024).

Dokter Benny menyebut solusi bayi tabung ini bukan menjadi jalan terakhir bagi pasangan. Dia ingin orang tidak berpikir kalau usianya 40 tahun pakai program bayi tabung.

“Semakin lama kita menunggu, semakin menurun angka keberhasilannya. Jadi, memang indikasi mutlak bayi tabung tidak jarang lagi,” ujarnya.

“Contoh udah menikah 10 tahun mencoba dengan cara yang sama, usia menjelang 40 lah kenapa kok masih mencoba yang alami lagi. Jadi, kapan ada dua indikasinya. Usia kalau bisa usia 35 selesai hamilnya, kedua jangan menunggu lebih dari 45 tahun untuk punya anak,” tambahnya.

Karena itu, dia memberi memberi edukasi usia berapa agar bisa mendapatkan momongan setelah menikah. Ia menyebut sangat sulit menemukan pasangan yang menikah di usia sebelum 25 tahun.

Kata dia, kebanyakan pasangan suami istri menikah di usia lebih dari 25 tahun. Kemudian mereka menunda kehamilan hingga usua 31 tahun, hal itu yang sulit mendapatkan keturunan.

“Jadi, kalau menurut saya yang penting usai wanita dan pria. Kedua jangan menunggu lebih dari 4 tahun untuk segera mencari anak. Dan kalau satu tahun mencoba enggak berhasil, pada usia 35 segera cari penyebabnya, kalau usia 35 ke atas jangan nuggu satu tahun, 6 bulan saja enggak berhasil alami segera cari penyebabnya,” terangnya.

Karena itu, lanjutnya, cukup 6 bulan saja menunggu untuk segera mendapkan keturunan secara alami. Jika tidak berhasil, langsung cari penyebabnya.

Berdasarkan data dari Morula IVF, per tahun kurang lebih 50 persen yang melakukan program IVF pasangan yang berusia di bawah 35 tahun.

Hal itu dibuktikan dengan pasangan suami dan istri yang datang ke Morula IVF Surabaya semakin muda.

“Dan kita maunya bisa semakin banyak orang yg sadar. Yang memang yang viral kan yang usia 45, 43 itu untuk menyemangati, tapi jangan semuanya nunggu 45 baru anak pertama. Sisanya jangan putus asa, miracle is happen kok,” ucapnya.

Sementara itu, Dokter Andra Kusuma Putra menyampaikan edukasi supaya sel telur dan sperma tidak menurun yakni dengan masalah usia. Sebab, semakin usia bertambah maka semakin produksi semaki menurut.

“Ada orang yang dari awal diperiksa sudah vonisnya tidak bisa lagi, selain bayi tabung ya, karena si cowok asospremi kalau cewek saluran buntu total,” jelasnya.

Sehingga Dokter Andra menyarankan untuk langsung bertindak dan meriksa kedua pasangan. Tidak hanya cewek saja tetapi cowok juga.

“Begitu berenaca punya anak atau bahkan sebelum program hamil atau sebelum menikah kalau perlu periksa dulu, kita punya bayangan kira-kira nanti hamilnya gampang atau tidak. Periksa jangan cewek tok, cowok-cowok juga. Di sini gak umum spermanitas screening, padahal di negara maju itu udah rutin diperiksa,” pungkasnya.

Baca Juga: Pasien Luar Negeri yang Berobat ke Surabaya Meningkat, Korea Tebanyak

Editor : Ading