Senin, 02 Feb 2026 22:57 WIB

Meresahkan! 10 Remaja di Surabaya Kecanduan Ngelem, Salah Satunya Hamil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 10 Jan 2024 17:53 WIB
Anak-anak kecanduan lem
Anak-anak kecanduan lem

selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Satpol PP mengamankan 10 remaja atas laporan warga Krembangan yang resah karena mereka telah kecanduan ngelem. Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser mengatakan 10 remaja itu diantaranya 8 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka pun sudah diamankan petugas pada Senin (8/1/2024) lalu.

“Mereka itu tinggal di semacam penampungan. Anak-anak itu meresahkan warga, lalu kita bawa. Kita periksa, ada yang kecanduan lem," kata M Fikser Rabu (10/1/2024).

Baca Juga: Patroli Malam Satpol PP Surabaya Temukan WRSE di TPU Kembang Kuning

10 remaja, kata Fikser, 2 diantaranya berasal dari Surabaya. Sisanya mereka merupakan warga luar kota. Saat ditanya alasan ke Surabaya, merekan mengaku hanya ikut-ikutan untuk mencoba ngelem.

“Rata-rata dari luar kota, mereka kesini (Surabaya) ikut teman-temannya akhirnya tidak pulang, mereka dibawah umur 17 tahun,” ujar Fikser.

Usai diamankan dan didata oleh petugas Satpol PP, mereka langsung diajak beriwsata ke Liponsos Keputih yang merawat Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Kemudian mereka dikirim ke Dinsos Jatim untuk dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Mereka dibawa dulu ke Liponsos lalu dikirim ke Provinsi untuk dipulangkan ke daerahnya. Kan mereka bukan warga Surabaya," ujarnya.

Baca Juga: Lewat Pantauan CCTV, Satpol PP Surabaya Gagalkan Curanmor di Kawasan Kota Lama

Mirisnya, dari 10 remaja yang ngelem itu, salah satunya ada yang sedang hamil. Dia datang dengan pasangannya ke Surabaya dan keduanya masih di bawah umur.

"Salah satu anak ini ada yang hamil di luar nikah dengan pasangannya, umur sekitar 17 tahun. Luar Surabaya, pasangannya juga luar Surabaya. Ada anak dari Jepara sama dari Nganjuk, belum menikah," jelasnya.

Bahkan, lanjur Fikser salah satu perempuan berusia 15 tahun warga Surabaya ikut ngelem. Saat dipanggilkan keluarganya yakni orang tuanya ternyata juga tak kuasa dengan perilaku anaknya.

Baca Juga: Enam Remaja Begal Motor Bersajam Ditangkap di Bulak Surabaya

"Ada salah satu perempuan usia 15 tahun, setelah komunikasi dengan orang tuanya, kayaknya orang tuanya susah menerima (perilaku anaknya). Kita bawa ke Liponsos," ucapnya.

Fikser menambahkan pihaknya sempat menawarkan para remajau untuk melanjutkan sekolah. Sebab, Pemkot Surabaya ada program anak asuh dari Satpol PP.

"Tapi mereka ndak mau dan putus sekolah lama sekali, sehingga kita bawa ke Liponsos," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.