Kamis, 04 Jun 2026 20:30 WIB

Meresahkan! 10 Remaja di Surabaya Kecanduan Ngelem, Salah Satunya Hamil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 10 Jan 2024 17:53 WIB
Anak-anak kecanduan lem
Anak-anak kecanduan lem

selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Satpol PP mengamankan 10 remaja atas laporan warga Krembangan yang resah karena mereka telah kecanduan ngelem. Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser mengatakan 10 remaja itu diantaranya 8 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka pun sudah diamankan petugas pada Senin (8/1/2024) lalu.

“Mereka itu tinggal di semacam penampungan. Anak-anak itu meresahkan warga, lalu kita bawa. Kita periksa, ada yang kecanduan lem," kata M Fikser Rabu (10/1/2024).

Baca Juga: Modus Gantian Pijat, Pria di Mojokerto Ini Cabuli Anak Tiri

10 remaja, kata Fikser, 2 diantaranya berasal dari Surabaya. Sisanya mereka merupakan warga luar kota. Saat ditanya alasan ke Surabaya, merekan mengaku hanya ikut-ikutan untuk mencoba ngelem.

“Rata-rata dari luar kota, mereka kesini (Surabaya) ikut teman-temannya akhirnya tidak pulang, mereka dibawah umur 17 tahun,” ujar Fikser.

Usai diamankan dan didata oleh petugas Satpol PP, mereka langsung diajak beriwsata ke Liponsos Keputih yang merawat Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Kemudian mereka dikirim ke Dinsos Jatim untuk dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Mereka dibawa dulu ke Liponsos lalu dikirim ke Provinsi untuk dipulangkan ke daerahnya. Kan mereka bukan warga Surabaya," ujarnya.

Baca Juga: DKS Resmi Laporkan Pemkot atas Dugaan Pencurian Aset Budaya ke Polrestabes Surabaya

Mirisnya, dari 10 remaja yang ngelem itu, salah satunya ada yang sedang hamil. Dia datang dengan pasangannya ke Surabaya dan keduanya masih di bawah umur.

"Salah satu anak ini ada yang hamil di luar nikah dengan pasangannya, umur sekitar 17 tahun. Luar Surabaya, pasangannya juga luar Surabaya. Ada anak dari Jepara sama dari Nganjuk, belum menikah," jelasnya.

Bahkan, lanjur Fikser salah satu perempuan berusia 15 tahun warga Surabaya ikut ngelem. Saat dipanggilkan keluarganya yakni orang tuanya ternyata juga tak kuasa dengan perilaku anaknya.

Baca Juga: Laka Maut di Depan SMP Dharma Wanita Gedangan Sidoarjo, Dua Anak Tewas di Lokasi

"Ada salah satu perempuan usia 15 tahun, setelah komunikasi dengan orang tuanya, kayaknya orang tuanya susah menerima (perilaku anaknya). Kita bawa ke Liponsos," ucapnya.

Fikser menambahkan pihaknya sempat menawarkan para remajau untuk melanjutkan sekolah. Sebab, Pemkot Surabaya ada program anak asuh dari Satpol PP.

"Tapi mereka ndak mau dan putus sekolah lama sekali, sehingga kita bawa ke Liponsos," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.