Selasa, 03 Feb 2026 21:24 WIB

Gegara Gaji ke 13, Polwan di Mojokerto Tega Bakar Suami

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Jun 2024 11:46 WIB
Ilustrasi bakar suami. Foto: Istimewa
Ilustrasi bakar suami. Foto: Istimewa

selalu.id - Seorang Polisi Wanita (Polwan) diduga membakar suaminya yang juga anggota polisi di Asrama Polisi (Aspol) Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (8/6/2024). Peristiwa pembakaran ini disebutkan gara-gara gaji ke-13.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S Marunduri mengatakan, Polwan berisinial Briptu FN (28) awalnya melakukan pengecekan ATM milik suaminya Briptu RDW (27) pada Sabtu pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

"Dan didapati bahwa gaji ke-13 (di ATM Briptu RDW yang seharusnya) senilai Rp2.800.000, tersisa tinggal Rp800.000," kata AKBP Daniel melalui keterangannya, Minggu (9/6/2024).

AKBP Daniel menyampaikan, Briptu FN kemudian
menghubungi suaminya mengklarifikasi untuk apa uang gaji ke-13 tersebut. Dia heran uang di ATM hanya tersisa Rp 800.000.

Dia pun lalu menyuruh Briptu FN untuk pulang ke aspol, Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

"Sebelum korban pulang, terduga pelaku membeli bensin di botol plastik, dan membawa ke rumah aspol," ucapnya.

Tiba dirumah, Briptu FN menaruh botol yang berisi bensin tersebut di atas lemari yang berada di teras rumah, memfotonya, lalu dikirimkannya ke WhatsApp Briptu RDW agar segera pulang.

"Dikirimkan dengan ancaman apabila tidak pulang semua anak-anaknya akan dibakar," katanya.

Setelah itu, Briptu FN meminta ART berinisial M, agar mengajak anak-anaknya yang berjumlah tiga orang untuk bermain di luar rumah.

Tidak lama kemudian sekitar pukul 10.30 WIB Briptu RDW tiba dan langsung diajak masuk oleh BriptU FN kedalam rumah dan pintu dikunci dari dalam.

Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Setelah itu korban disuruh oleh terduga pelaku untuk ganti baju kaus lengan pendek dan celana pendek. Keduanya kemudian cekcok mulut.

Terduga pelaku kemudian memborgol tangan kiri Briptu RDW dan dikaitkan di tangga yang berada di garasi. Dan dalam kondisi duduk di bawah, Briptu FN pun langsung menyiramkan bensin yang sudah disiapkan ke sekujur tubuh suaminya.

"Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang di pegang menggunakan tangan kanan sambil berkata ini lo yang lihaten iki (lihatlah ini) namun korban diam saja," ucapnya.

Tisu yang dibakar Briptu FN langsung menyambar ke tubuh suaminya yang sudah berlumur bensin. Setelah itu Briptu RDW terbakar di sekujur tubuh dan teriak meminta pertolongan.

"Korban berusaha keluar garasi namun tidak bisa karena terhalang mobil dan juga tangan kiri dalam keadaan terborgol di tangga lipat," katanya.

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Saat itu pula, salah seorang saksi, Bripka Alvian, yang mendengar teriakan minta tolong dari Briptu RDW, masuk ke garasi dan langsung memadamkan api yang membakar tubuh korban

"Setelah itu saksi melaporkan kepada pimpinan dan mendatangkan ambulans untuk pertolongan pertama terhadap korban ke rumah sakit," ucapnya.

Akibat kejadian itu, Briptu RDW mengalami luka bakar 90 persen di sekujur tubuhnya dan saat ini dirawat RSUD Kota Mojokerto.

Polisi saat ini sedang mendalami motif terduga pelaku, dengan mendatangi TKP serta meminta keterangan saksi-saksi.

"Kami saat ini sedang fokus mencari akar masalah dari dugaan konflik ini, dan mudah-mudahan konflik antar suami istri ini segera bisa kami atasi," pungkas AKBP Daniel.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.