Rabu, 19 Jun 2024 23:14 WIB

Usai APEKSI, Eri Cahyadi: Jangan Bahas Pilkada Dulu Lah!

  • Reporter : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Jun 2024 16:19 WIB
Foto: Eri Cahyadi

Foto: Eri Cahyadi

selalu.id - Bakal calon petahana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta untuk tidak membahas terkait Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2024, usai dirinya menyelesaikan acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (6/6/2024) kemarin.

Eri Cahyadi enggan menjelaskan pembahasan dirinya soal Pilkada Surabaya bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Baca Juga: PKB Surabaya Sosialisasikan Eri Cahyadi hingga ke Pengurus Ranting

“Kemarin kan sudah. Pak Hasto (Sekjen PDIP) udah rilis, jangan dibahas dulu lah,” kata Eri, kepada Selalu.id, Jumat (7/6/2024).

Muncul persepsi atas foto kedekatan Calon Petahana bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka di acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (5/6/2024) kemarin.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) terlihat duduk di samping Presiden Jokowi di acara tersebut.

Kedekatan putra sulung Jokowi atau Wapres terpilih bersebelahan dengan salah satu kepala daerah yang merupakan orang nomor satu di Surabaya itu tersebut memunculkan persepsi Eri Cahyadi akan digandeng Presiden untuk maju Pilwali Surabaya.

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdusallam menilai foto bahwa Eri Cahyadi membangun kedekatan dengan semua pihak.

“Biar suasananya juga menjadi lebih cair. Urusan politik tidak harus terus vis a vis (tatap muka),” kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Kamis (6/6/2024).

Meski demikian Surokim menilai kedekatan tidak selalu berarti segaris lurus dengan kemungkinan Presiden Jokowi mendukung Eri Cahyadi.

Apalagi, relasasi Presiden Jokowi dengan PDI Perjuangan saat ini tidak begitu baik.

“Eri Cahyadi di dukung PDIP rasanya berat kalau pak Jokowi memberikan dukungan yang sama karena kita semua tahu relasi pak Jokowi dan PDIp akhir akhir ini terus memburuk,” terangnya.

Baca Juga: Eri Cahyadi Sumbang Sapi ke Golkar, Arif Fathoni: Politik Kesampingkan Dulu

Terkait foto kedekatan Eri dengan Wakil Presiden terpilih Gibran, menurutnya Eri Cahyadi yang sebagai ketua APEKSI itu harus profesional antara ASN  dan Kader Partai.

“Menurut saya harus bisa dibedakan posisi mereka antara sebagai profesional sebagai aparatur dan sebagai kader partai,” ucapnya.

Sementara Pengamat Politik Univeristas Airlangga (UNAIR) Hari Fitrianto juga menilai bahwa Presiden Jokowi maupun Wakil Presiden terpilih 2024 yakni Gibran memiliki sisi kenegarawaan. Menurutnya, keduanya bisa melampui sekat-sekat partai politik.

Meski begitu, Hari menjelaskan bila Eri Cahyadi memiliki kompetensi dalam memimpin Surabaya tidak akan memiliki suarat atau prayarat tertentu.

“Contohnya apakah Eri harus keluar PDIP atau tidak,” ungkapnya.

Baca Juga: Eri Cahyadi Minta DSDABM-PDAM Selesaikan Crossing Karah dalam 24 Jam

Pengamat Politik dari Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) UNESA, Dian Hijrah Saputra menyebut dalam foto tersebut dia menilai Eri Cahyadi muncul persepsi negatif menjelang Pilkada.

“Sebagai ketua APEKSI sah sah saja duduk mendampingi presiden dan bergurau dengan wali kota yang lain. Memang dalam situasi politik menjelang pilkada suasana sudah mulai menghangat saya kira pak Eri juga harus memahami ini,” tuturnya.

Dengan demikian, Dian menerangkan Eri Cahyadi yang sebagai kader PDIP haru memahami bahwa partainya saat ini sudah berseberangan dengan Presiden Jokowi.

“Maka (dari foto itu) muncul persepsi negatif akan bermunculan dari kalangan PDIP sendiri,” katanya.

“Apakah fenomena Jokowi akan mengandeng Eri semua bisa saja terjadi karena situasi politik masih masih dinamis. Ini semua bergantung pada kondisi,” tambahnya.

Editor : Ading