Senin, 02 Feb 2026 22:55 WIB

Usai APEKSI, Eri Cahyadi: Jangan Bahas Pilkada Dulu Lah!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Jun 2024 16:19 WIB
Foto: Eri Cahyadi
Foto: Eri Cahyadi

selalu.id - Bakal calon petahana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta untuk tidak membahas terkait Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2024, usai dirinya menyelesaikan acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (6/6/2024) kemarin.

Eri Cahyadi enggan menjelaskan pembahasan dirinya soal Pilkada Surabaya bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

“Kemarin kan sudah. Pak Hasto (Sekjen PDIP) udah rilis, jangan dibahas dulu lah,” kata Eri, kepada Selalu.id, Jumat (7/6/2024).

Muncul persepsi atas foto kedekatan Calon Petahana bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka di acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (5/6/2024) kemarin.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) terlihat duduk di samping Presiden Jokowi di acara tersebut.

Kedekatan putra sulung Jokowi atau Wapres terpilih bersebelahan dengan salah satu kepala daerah yang merupakan orang nomor satu di Surabaya itu tersebut memunculkan persepsi Eri Cahyadi akan digandeng Presiden untuk maju Pilwali Surabaya.

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdusallam menilai foto bahwa Eri Cahyadi membangun kedekatan dengan semua pihak.

“Biar suasananya juga menjadi lebih cair. Urusan politik tidak harus terus vis a vis (tatap muka),” kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Kamis (6/6/2024).

Meski demikian Surokim menilai kedekatan tidak selalu berarti segaris lurus dengan kemungkinan Presiden Jokowi mendukung Eri Cahyadi.

Apalagi, relasasi Presiden Jokowi dengan PDI Perjuangan saat ini tidak begitu baik.

“Eri Cahyadi di dukung PDIP rasanya berat kalau pak Jokowi memberikan dukungan yang sama karena kita semua tahu relasi pak Jokowi dan PDIp akhir akhir ini terus memburuk,” terangnya.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

Terkait foto kedekatan Eri dengan Wakil Presiden terpilih Gibran, menurutnya Eri Cahyadi yang sebagai ketua APEKSI itu harus profesional antara ASN  dan Kader Partai.

“Menurut saya harus bisa dibedakan posisi mereka antara sebagai profesional sebagai aparatur dan sebagai kader partai,” ucapnya.

Sementara Pengamat Politik Univeristas Airlangga (UNAIR) Hari Fitrianto juga menilai bahwa Presiden Jokowi maupun Wakil Presiden terpilih 2024 yakni Gibran memiliki sisi kenegarawaan. Menurutnya, keduanya bisa melampui sekat-sekat partai politik.

Meski begitu, Hari menjelaskan bila Eri Cahyadi memiliki kompetensi dalam memimpin Surabaya tidak akan memiliki suarat atau prayarat tertentu.

“Contohnya apakah Eri harus keluar PDIP atau tidak,” ungkapnya.

Baca Juga: Prihatin Anak Driver Ojol Ikut Keliling, Eri Siapkan PAUD dan Penitipan Gratis

Pengamat Politik dari Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) UNESA, Dian Hijrah Saputra menyebut dalam foto tersebut dia menilai Eri Cahyadi muncul persepsi negatif menjelang Pilkada.

“Sebagai ketua APEKSI sah sah saja duduk mendampingi presiden dan bergurau dengan wali kota yang lain. Memang dalam situasi politik menjelang pilkada suasana sudah mulai menghangat saya kira pak Eri juga harus memahami ini,” tuturnya.

Dengan demikian, Dian menerangkan Eri Cahyadi yang sebagai kader PDIP haru memahami bahwa partainya saat ini sudah berseberangan dengan Presiden Jokowi.

“Maka (dari foto itu) muncul persepsi negatif akan bermunculan dari kalangan PDIP sendiri,” katanya.

“Apakah fenomena Jokowi akan mengandeng Eri semua bisa saja terjadi karena situasi politik masih masih dinamis. Ini semua bergantung pada kondisi,” tambahnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.