Selasa, 03 Feb 2026 04:54 WIB

Starlink 'Anak Emas' Pemerintah? Begini Tanggapan Pengamat dan DPR RI

Foto: Starlink
Foto: Starlink

selalu.id - Menyoroti perihal adanya kekhawatiran terkait hal-hal yang diduga berpotensi mengancam kedaulatan negara dengan masuknya provider luar seperti Starlink di Indonesia membuat berbagai pihak angkat bicara. Baik itu pelaku industri maupun pengamat serta beberapa legislator DPR RI.

Sementara itu, menurut pengamat teknologi Raymond Chin mengungkapkan, tidak banyak orang yang heboh pada saat Starlink resmi masuk di Indonesia dan kebanyakan belum ada yang bahas. Raymond juga mengira bahwa kehadiran Starlink cuma buat 'solve' masalah internet di Indonesia.

"Menurut saya ada 'agenda' dibaliknya, karena ini sudah masalah diplomasi. Mungkin ini salah satu strategi pemerintah kita biar Elon Musk mau masukin perusahaan-perusahaan dia lainnya, dan bangun ekosistem di Indonesia," ungkapnya sembari mengkritisi pemerintah.

Raymond menyebut, disatu sisi kehadiran Starlink ini bakal jadi ancaman buat perusahaan telekomunikasi lokal yang sudah lebih lama singgah di Indonesia. "Kok kesannya di anak emas kan sama pemerintah yaa.. si Starlink ini!?" sindirnya.

Disisi lain, Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengungkapkan, bahwa pihaknya juga akan segera melakukan pertemuan dengan Kemenkominfo untuk membahas lebih lanjut mengenai operasional Starlink di Indonesia. Hal ini dilakukan guna merespon berbagai kekhawatiran di masyarakat dengan adanya perusahaan yang dijalankan Elon Musk ini.

"Semua kekhawatiran dan aspirasi dari pengguna jasa internet dan juga pelaku industri tentu akan kita tampung dan kita akan menanyakan kepada kominfo dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Pihaknya pun menyoroti perihal adanya kekhawatiran terkait hal-hal yang diduga berpotensi mengancam kedaulatan negara. Menjawab hal itu, ia menegaskan bahwa meski Starlink masuk ke Indonesia, perusahaan jasa internet tersebut berkewajiban menggunakan gateway Indonesia dan gateway tersebut didalamnya sudah terdapat instrumen negara yang mengawasi.

"Baik itu (pengawasan) dari Kemenkominfo. (Soal) spionase sinyal itu ada di BIN, lantas keamanan sinyal itu dari BSSN, dan ada beberapa instrumen-instrumen negara lainnya," lanjut Politisi Fraksi Golkar ini.

Kendati demikian, ia juga berharap dengan adanya pertemuan Komisi I dengan Kemenkominfo nantinya, dapat memperjelas bahwa kehadiran Starlink ini dapat menjadi pelengkap dari infrastruktur yang sudah ada di Indonesia. 

"Di daerah-daerah yang terpencil, 3T, yang hanya terlayani oleh infrastruktur Bakti, dengan adanya Starlink ini bisa menjangkau di sana juga. Akses yang tadinya terkendala karena harga sekarang menjadi ada persaingan yang kompetitif. Sehingga, masyarakat bisa mampu mengakses tapi semuanya itu tentu adalah sebesar-besar upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," terangnya

Adapun terkait kekhawatiran adanya potensi 'predatory pricing' yang berpotensi mempengaruhi iklim kompetisi antarpenyedia jasa internet, ini pun akan menjadi masukan kepada Komisi I DPR RI dan dibahas bersama dengan Kemkominfo. "Tentu kami akan memperhatikan hal tersebut dan akan kami Tanyakan dalam rapat bersama kemenkominfo dalam waktu dekat," tutup Bobby

Baca Juga: Belum Penuhi Sewa Rumija, Layanan PT Telkom di Mojokerto Sempat Dihentikan Pemkot

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.