Rabu, 26 Jun 2024 02:45 WIB

Jessica Iskandar Lakukan Bayi Tabung Seleksi Genetik, Apa Itu?

  • Reporter : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Mei 2024 09:15 WIB
Foto: Jessica Iskandar

Foto: Jessica Iskandar

selalu.id - Jessica Iskandar alias Jedar dan suaminya Vincent Verhaag mengumumkan kehamilan anak ketiga melalui program kehamilan dengan bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) menggunakan teknologi seleksi genetik.

Meski sudah mempunyai dua anak, Jeddar sendiri yang sudah berusia tidak muda lagi yakni menginjak 36 tahun ingin menambah anak dengan teknologi seleksi genetik.

Baca Juga: Epilepsi di Indonesia Capai 1,5 Juta Kasus, National Hospital Bangun EPIC

Jeddar mengungkapkan alasan ingin anak ketiganya dilahirkan di Tahun Naga. Dia ingin anaknya dilahirkan dengan tahun kelahiran naga agar selaras dengan shio-nya, shio Vincent suaminya, dan shio 2 anaknya yang lain.

“Ingin punya anak di tahun kelahiran naga. IVF ini ingin kejar tahun naga. Kalau lihat fengsui tahun naga sama shio kelahiran Vincent, monyet, aku shio kelinci, kedua anakku shio kuda dan macan cocok. Semoga anak ketiga bisa melengkapi keseimbangan, selaras," katanya, saat konferensi pers, di National Hospital, Surabaya, Senin (20/5/2024) kemarin.

Selain itu, Jeddar bilang kalau dirinya melakukan program bayi tabung juga untuk memimalisir resiko kehamilan untuk anak ketiganya. Karena, usianya yang sudah tidak muda lagi.

“Kita berdua konsul nggak langsung diiyain sama dokter, dokter kasih edukasi anak kembar bisa ini, ini, ini. Kita berdua sudah memutuskan apapun gender yang penting dapat embrio bagus agar lahir bayi sehat," ujar aktris kelahiran 29 Januari 1988 tersebut.

Lebih lanjut artis presenter acara tv itu juga menerangkan alasannya memilih program bayi tabung di dalam negeri sendiri karena kepercayaannya dengan teknologi di tanah air tidak kalah canggih dengan di luar negeri, dan biayanya pun lebih terjangkau.

Baca Juga: National Hospital Tawarkan Potong Lambung untuk Atasi Obesitas

Dia juga menjelaskan alasannya memilih Surabaya padahal ada Morula IVF di Jakarta. Katanya dia telah mengenal dr Benediktus Arifin MPH SpOG(K) FICS, dokter Spesialis Obgyn yang akan menanganinya di Rumah Sakit National Hospital Surabaya.

"Selain memilih tempat yang mudah dijangkau dan terbaik, pertama harus tahu track record dokter. Harus benar-benar yakin dokter bisa bikin nyaman, percaya. Jalani, yakin, nyaman, tetap terus berdoa sama Tuhan semoga diberikan hasil terbaik," jelasnya.

Sementara itu, Dokter dr. Benediktus Arifin, alias Dokter Benny sapaan akrabnya menyampaikan pada Januari 2024 Vincent datang ke Morula IVF Surabaya untuk menjalani pengecekan. Tetapi program bayi tabung itu baru dimulai setelah Imlek.

Proses IVF mulai embrio transfer bulan Maret. Proses IVF 2 minggu dapat embrio, lalu PGT-A, meminimalisir kemungkinan kecacatan embrio.

Baca Juga: National Hospital Kenalkan Teknologi Baru Penanganan Parkinson

“Paling sering (kecacatan embrio) terlintas down sindrom, autis, dan lainnya, kejadian akan meningkat 3x lipat pada usia di atas 35 tahun," jelasnya.

Sementara itu CEO Ang Hoey Tiong mengatakan menambahkan National Hospital sebagai tempat beroperasi Morula IVF Surabaya. Ini membantu banyak orang untuk berjuang mendapatkan dua garis biru dengan teknologi yang semakin canggih sekarang ini.

"Tak perlu bingung ke luar negeri sekarang! Morula IVF Surabaya yang termasuk Center of Excellence National Hospital memiliki performa terbaik dalam memberikan layanan kesehatan. Terutama di bidang IVF, pengalaman membuktikan. Yang membuktikan terbaik adalah pengalaman dan para dokter di dalam Morula IVF Surabaya," ujar Bapak Ang Hoey Tiong

Editor : Ading