Senin, 19 Okt 2026 07:10 WIB

Cerita Hikmat, Disabilitas Netra yang Sukses dengan Pijat Shiatsu

Hikmat saat memberi pelatihan di Sentra Wyata Guna Bandung
Hikmat saat memberi pelatihan di Sentra Wyata Guna Bandung

selalu.id - "Saya percaya, ketika satu pintu rezeki ditutup, Allah bukakan pintu-pintu rezeki lainnya," kata Hikmat Firdaus, instruktur Shiatsu Sentra Wyata Guna Bandung, saat ditanya proses yang ia jalani untuk melanjutkan hidup.

Hikmat Firdaus semula tidak menyangka, efek samping setelah operasi meningitis membuat penglihatannya terganggu. Hikmat kehilangan penghilangan total di mata kiri dan 5-10 persen penglihatan di mata kanan. Kebahagiaan masa remajanya terenggut. Pendidikan yang tengah ia jalani di sebuah kampus ternama di Kota Bandung terpaksa dihentikan.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Hikmat semula sempat menolak disebut netra, karena optimis bisa pulih kembali setelah menjalani berbagai macam pengobatan alternatif. Perlahan, ia mulai menerima keadaan dan mencari cara untuk hidup mandiri. Berbekal informasi dari temannya, Hikmat akhirnya mengikuti pelatihan pijat shiatsu bagi disabilitas sensorik netra di Sentra Wyata Guna Bandung. Selain shiatsu, selama tiga tahun ia mendapatkan pelatihan pengelolaan panti, manajemen pengelolaan terapis dan pasien, hingga kesempatan magang. Tidak menyangka, masuknya Hikmat ke Sentra Wyata Guna Bandung berhasil mengubah hidupnya.

Di tahun 2006, Hikmat memulai karirnya sebagai pengusaha dan terapis Pijat Shiatsu 'Paradise' di Cimahi. Selama 18 tahun berdiri, usaha Pijat Shiatsu tidak hanya meningkatkan perekonomian Hikmat dan keluarga, tetapi juga membawa manfaat bagi sembilan terapis lain penyandang sensorik netra yang direkrut Hikmat.

Baca Juga: Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok



Mantan mahasiswa Teknik Kimia ini mengungkapkan, setiap bulan perusahaannya menerima sekitar 600 sampai 700 pasien dengan tarif Rp 50.000 per pasien. Omzet perusahaannya sekitar Rp 20 juta sampai Rp 22 juta per bulan.

"Kalau setiap terapis menangani 60 pasien per bulan dengan tarif Rp 50.000, maka setiap terapis bisa mendapat Rp 3 juta – Rp 4 juta per bulan. Itu sudah bersih dan belum termasuk tip," ungkap Hikmat.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Meski usaha pijat shiatsunya berkembang, Hikmat tidak pelit ilmu. Hikmat membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas sensorik netra yang mau belajar shiatsu melalui Sentra Wyata Guna maupun secara personal. Harapannya, di tengah persaingan kerja yang sulit, akan banyak teman-teman sensorik netra yang bisa bekerja dan memiliki perekonomian mandiri.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.