Minggu, 01 Feb 2026 18:56 WIB

Cerita Hikmat, Disabilitas Netra yang Sukses dengan Pijat Shiatsu

Hikmat saat memberi pelatihan di Sentra Wyata Guna Bandung
Hikmat saat memberi pelatihan di Sentra Wyata Guna Bandung

selalu.id - "Saya percaya, ketika satu pintu rezeki ditutup, Allah bukakan pintu-pintu rezeki lainnya," kata Hikmat Firdaus, instruktur Shiatsu Sentra Wyata Guna Bandung, saat ditanya proses yang ia jalani untuk melanjutkan hidup.

Hikmat Firdaus semula tidak menyangka, efek samping setelah operasi meningitis membuat penglihatannya terganggu. Hikmat kehilangan penghilangan total di mata kiri dan 5-10 persen penglihatan di mata kanan. Kebahagiaan masa remajanya terenggut. Pendidikan yang tengah ia jalani di sebuah kampus ternama di Kota Bandung terpaksa dihentikan.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Hikmat semula sempat menolak disebut netra, karena optimis bisa pulih kembali setelah menjalani berbagai macam pengobatan alternatif. Perlahan, ia mulai menerima keadaan dan mencari cara untuk hidup mandiri. Berbekal informasi dari temannya, Hikmat akhirnya mengikuti pelatihan pijat shiatsu bagi disabilitas sensorik netra di Sentra Wyata Guna Bandung. Selain shiatsu, selama tiga tahun ia mendapatkan pelatihan pengelolaan panti, manajemen pengelolaan terapis dan pasien, hingga kesempatan magang. Tidak menyangka, masuknya Hikmat ke Sentra Wyata Guna Bandung berhasil mengubah hidupnya.

Di tahun 2006, Hikmat memulai karirnya sebagai pengusaha dan terapis Pijat Shiatsu 'Paradise' di Cimahi. Selama 18 tahun berdiri, usaha Pijat Shiatsu tidak hanya meningkatkan perekonomian Hikmat dan keluarga, tetapi juga membawa manfaat bagi sembilan terapis lain penyandang sensorik netra yang direkrut Hikmat.

Baca Juga: Dorong Pembaruan Perda Disabilitas, Golkar Jatim Gelar FGD



Mantan mahasiswa Teknik Kimia ini mengungkapkan, setiap bulan perusahaannya menerima sekitar 600 sampai 700 pasien dengan tarif Rp 50.000 per pasien. Omzet perusahaannya sekitar Rp 20 juta sampai Rp 22 juta per bulan.

"Kalau setiap terapis menangani 60 pasien per bulan dengan tarif Rp 50.000, maka setiap terapis bisa mendapat Rp 3 juta – Rp 4 juta per bulan. Itu sudah bersih dan belum termasuk tip," ungkap Hikmat.

Baca Juga: 200 Lowongan Dibuka, Bursa Kerja Disabilitas Surabaya Ramai Peminat

Meski usaha pijat shiatsunya berkembang, Hikmat tidak pelit ilmu. Hikmat membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas sensorik netra yang mau belajar shiatsu melalui Sentra Wyata Guna maupun secara personal. Harapannya, di tengah persaingan kerja yang sulit, akan banyak teman-teman sensorik netra yang bisa bekerja dan memiliki perekonomian mandiri.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.