• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 19 Mei 2024 00:43 WIB

Produksi Rokok Indonesia Alami Penurunan di 2024

Foto: Ilustrasi rokok

Foto: Ilustrasi rokok

selalu.id - Produksi rokok Indonesia pada Maret 2024 atau bulan Ramadan mencapai 27,88 miliar batang. Jumlah ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan data historis saat Ramadan sebelum pandemi Covid-19.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, menunjukkan produksi rokok pada Maret yang mencapai 27,88 miliar atau naik 6,29 persen dibandingkan Februari tahun ini month to month (mtm). Namun, produksi tersebut turun 5,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu secara year on year (yoy).

Sebagai catatan, Maret 2024 adalah periode Ramadhan dimana produksi rokok biasanya mencapai salah satu puncaknya. Perusahaan akan menggenjot produksi rokok untuk memenuhi tingginya permintaan selama Lebaran.

Data historis sebelum pandemi Covid-19 (2017-2019) menunjukkan produksi rokok pada Ramadan selalu di atas 30 miliar batang. Pada periode tersebut Ramadhan jatuh pada awal atau pertengahan Mei.

Pada awal Pandemi 2020, produksi rokok bahkan masih menembus 29,5 miliar batang pada April di mana terdapat awal Ramadan. Produksi rokok baru melandai pada Ramadan 2021-2022. Produksi rokok kembali naik pada Ramadan 2023 (akhir Maret) yakni 29,45 miliar batang.

Namun, produksinya menurun pada Ramadhan tahun ini menjadi 27,88 miliar batang. Secara keseluruhan, produksi rokok pada Januari-Maret 2024 atau kuartal I -2024 mencapai 71,50 miliar batang. Jumlah tersebut adalah yang terendah kedua dalam enam tahun terakhir.

Jumlah produksi rokok pada kuartal I-2024 hanya lebih baik dibandingkan Januari-Maret 2023 tetapi kalah jauh dibandingkan kuartal I-2019 (79 miliar batang), kuartal I-2020 (79 miliar batang), kuartal I-2021 (74,61 miliar batang), dan kuartal I-2022 (85,69 miliar batang). 

Baca Juga: Catat! Pemkot Surabaya Juga Bakal Larang Penjualan Rokok Eceran di Tahun 2023

Editor : Ading