Senin, 02 Feb 2026 15:03 WIB

Gibran Tak Dapat Penghargaan Satyalancana di Peringatan Hari Otoda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Apr 2024 12:26 WIB
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian

selalu.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut Gibran Rakabuming Raka tidak mendapatkan tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha.

Namun, Wali Kota Solo hanya dapat penghargaan kinerja Pemerintah Daerah, di Hari Puncak Otonomi Daerah (Otoda), di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024).

“Saya sampaikan penghargaan yang diberikan dalam bentuk Satyalancana pada sejumlah kepala daerah termasuk Khofifah. Kalau mas Gibran tidak dapat Satyalancana tetapi dapat piagam penghargaan masuk kelompok kedua (Pemda) itu,” kata Menteri Tito, usai upacara Hari Otoda.

Tito menyampaikan alasan Gibran yang telah terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia itu absen hadir di acara even nasional ini karena terbentrok kegiatan yang padat.

Usai dinyatakan terpilih menjadi Wapres, kata dia, Gibran banyak jadwal pertemuan dan hanya menitipkan pesan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

“Saya sangat memahami sampai malam mungkin sedang kita acaranya pagi jadi saya dapat informasi tidak dapat hadir karena waktunya sangat mepet sekali. Tapi beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas penggargaan yang tekah diberikan,” ujarnya.

Sekedar diketahui 14 nama kepala daerah yang mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yakni :

1. Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa.
2. BupatiSumedang, Dr. H Dony Ahmad Munir.
3. Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo.
4. Bupati Wonogori, Joko Sutopo.
5. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar.
6. Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu'awanah.
7. Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta.
8. Bupati Hulu Sungai Selatan, Drs. H Achmad Fikri.
9.Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.
10. Walikota Medan, Muhammad Bobby Alif Nasution.
11. Walikota Serang, H. Syafrudin.
12. Walikota Bogor, Bima Arya.
13.Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.
14. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Kepala Daerah Tak Ikuti Retret, Status Tak Terpengaruh

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Iwan menegaskan, upaya-upaya pada operasi keselamatan memfokuskan kepada penyiapan masyarakat lebih memahami aturan-aturan berlalu lintas, menjaga keselamatan.

Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pengusaha tidak perlu menghadapi persoalan itu sendiri dan diminta segera melapor jika menemukan kasus serupa.