• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 19 Mei 2024 00:43 WIB

PDIP Jatim Tawari Eri Cahyadi Maju Pilgub, Begini Tanggapannya

Foto: Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi ‘Kanang’ Sulistyono

Foto: Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi ‘Kanang’ Sulistyono

selalu.id - Beredarnya rumor Khofifah - Eri sebagai pasangan calon gubernur dan cawagub Jatim, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi ‘Kanang’ Sulistyono menyampaikan, bahwa memang ada wacana bakal memasangkan kadernya Eri Cahyadi sebagai cawagub berpasangan dengan petahana Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024.

"Ini untuk menjawab rumor yang beredar selama ini bahwa ada pasangan Khofifah-Eri. Tapi, saya sudah tanyakan langsung ke Mas Eri. Mas Eri bilang ingin tetap berada di Surabaya. Artinya, beliau akan maju kembali di Pilwali Surabaya. Tentunya PDIP yang akan memberangkatkannya," tegas Kanang, Kamis (18/4/2024).

Meski begitu, Kanang juga belum berani pastikan siapa sosok yang bakal diusung di Pilgub Jatim 2024. "Kami baru melakukan rapat terbatas pada hari ini membahas pilkada serentak dan nanti dilanjutkan rapat besar pada 30 April yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Pak Said Abdullah,” tutur politisi yang menjadi anggota DPR RI terpilih ini.

Sementara itu, DPD PDI Perjuangan Jatim saat ini tengah bergegas dengan persiapan jelang Pilkada Serentak 2024. Saat ini, DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Jatim diminta segera memulai tahapan penjaringan calon kepala daerah/wakil kepala daerah. Ini selaras dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Seluruh kabupaten/kota diminta untuk melakukan pendaftaran," cetusnya.

Terkait itu, masa proses pendaftaran formal dan terbuka sebagai bagian dari penjaringan itu, anak dibuka mulai pekan ini. Serta, tahapan lanjutan secara berjenjang akan berlangsung hingga bulan depan.

Sekadar diketahui, pengurus DPC diberikan keleluasaan untuk menentukan masa pendaftaran dalam kurun waktu yang telah ditetapkan tersebut. Selain pendaftaran formal, pengurus DPC juga diminta untuk intens melakukan penjajakan dan komunikasi politik dengan berbagai stakeholder.

"Termasuk juga memotret dan mengukur popularitas dan elektabilitas kandidat calon melalui hasil lembaga survei," ucapnya.

Menurut Kanang, pendaftaran terbuka diutamakan di daerah yang belum memiliki kader sebagai petahana bupati/wali kota. Sedangkan untuk daerah yang sudah memiliki petahana, akan mendapat prioritas untuk didorong maju kembali.

Baca Juga: Ratusan PPK Dilantik Untuk Pilkada 2024, Begini Pesan Eri Cahyadi

Editor : Ading