Senin, 02 Feb 2026 11:07 WIB

Gempa Beruntun Magnitudo 4.4, Warga Bawean Sahur Penuh Gelisah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Mar 2024 08:06 WIB
Foto: Warga Bawean di pengungsian
Foto: Warga Bawean di pengungsian

selalu.id - Guncangan gempa beruntun yang menimpa wilayah Kepulauan Bawean terus menghantui warga. Bahkan, getaran kembali terjadi hari ini, Selasa (26/3/2024), saat sedang melaksanakan sahur.

Informasi dihimpun selalu.id, melalui laporan BMKG kali ini gempa kembali tejadi dengan kekuatan 4.4 Magnitudo di perairan laut 123 km timur laur tubandengan kedalaman dangkal 6 kilo meter. Getaran dirasakan di kepulauan Bawean.

Baca Juga: Lari Menyelamatkan Diri, Dua Orang Terbakar saat Erupsi Semeru

Tim selalu.id yang tengah berada di Bawean turut merasakan langsung gempa saat sedang memantau kegiatan warga pengungsi melaksanakan sahur Ramadan. Usai sahur, warga yang kembali tidur di luar rumah tampak tidak tenang, lantaran secara tiba-tuba terbangun merasakan getaran guncangan gempa susulan kembali terjadi.

“Gempaaa (warga teriak) gempa, bangun, bangun, ayo nak bangun,” teriak warga yang tidur di luar teras rumah, Desa Suwari, Sangkapura, Bawean.

Sulihan (42) salah satu warga yang mengungsi dari desa sebelah atau dusun bangsal, Sangkapura, mengungkapkan sudah sering merasakan guncangan seperti yang barusan terjadi. Hal ini membuat mereka mengalami trauma bahkan tidak bisa tidur nyenyak.

Baca Juga: Erupsi Semeru Level Awas, 467 Warga Lumajang Mengungsi di Tiga Kecamatan

“Kaya gini (gempa barusan terjadi), ini sering makanya saya trauma,” ungkap sedih Sulihan, saat ditemui.

Dia bersama keluarganya terpaksa mengungsi di salah satu rumah warga karena sangat cemas dan khawarir jika kembali di tempat tinggal mereka. Meski menumpang, Sulihan tidak berani tidur di dalam rumah dan lebih memilih membangun terpal atau tenda di teras rumah.

“Yang tinggal sini empat KK (kartu keluarga) dari desa lain, desa di sana desa dekat agung pindah kesini numpang, ini rumah orang. Kami tidur di luar
untuk mencari keamaan takut ada lagi. Kalau di luar kan langsung kita lari. Kalau kita di dalam tidur ada apa-apa (sesuatu terjai) terlambat takut rumahnya ambruj,” ungkapnya.

Hal yang sama dirasakan Nurlaila (42) mengaku bahwa gempa beruntun yang terjadi sejak Jumat, 22 Maret 2024 lalu, hingga saat ini sering terjadi bahkan setiap hari.

Baca Juga: Tekanan Semeru Menguat Sejak Oktober dan Erupsi Rabu Jadi Fase Kritis

“Ndak hanya tiap malam, ada siang sore malam ada terus. Kaya tadi (gempat susulan) ada tiap hari.

Nurlaila mengaku trauma merasak gempa yang sering terjadi dalam sehari puluhan kali terjadi. Warga sangat khawatir dan tidak bisa merasakan tiudr nyenyak. Setiap guncangan terjadi pun mereka selalu waspada, sampai saat ini mereka belum berani tidur di dalam rumah.

“Sering kadang satu jam 10 kali, Sabtu kemarin satu jam busa 19 kali. warga gak bisa tidur, kami trauma,” pungkasnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.