Rabu, 22 Mei 2024 02:33 WIB

Pulau Bawean Berstatus Tanggap Darurat Gempa Selama 21 Hari

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 25 Mar 2024 19:39 WIB
Foto: Bupati Gresik Jawa Timur Gresik Fandi Akhmad Yani

Foto: Bupati Gresik Jawa Timur Gresik Fandi Akhmad Yani

selalu.id - Bupati Gresik Jawa Timur
Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 21 hari di Pulau Bawean.

Gus Yani sapaan akrabnya mengatakan penetapan status ini karena gempa beruntun yang terjadi di perairan Tuban atau dekat wilayah kepuluan Bawean. Sehingga, status tanggap darurat bencana selama 21 hari.

“Tanggap darurat bencana selama 21 hari  dimulai 22 Maret hingga 11 April 2024 di Pulau Bawean,” kata Gus Yani, Senin (25/3/2024).

Kata dia, Pemkab Gresik juga memberangkatkan bantuan dari Kementerian Sosial RI berupa bahan pokok, kebutuhan dasar sehari-hari dan dapur lapangan TNI AD beserta tim tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa terlaksana dengan baik, kita doakan masyarakat Bawean terus dijaga dan terselamatkan, yang paling penting trauma healing tidak ada rasa kekhawatiran lagi bagi warga Bawean,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen Suharyanto berpesan agar penanganan fokus pada kebutuhan dasar. Ia menyebut, tanggap bencana akan difokuskan di Pulau Bawean karena sulitnya akses serta transportasi ke lokasi terdampak.

Pengiriman bahan dasar logistik ini, lanjutnta, berupa makanan pokok, pakaian dan sanitasi menjadi prioritas awal. Kemudian baru masuk pada tahap pendataan dan penggantian kerugian infrastuktur yang rusak akibat gempa.

“Saya mohon agar kebutuhan dasar didahulukan, ini termasuk kebutuhan normatif, mungkin ada kebutuhan spesifik seperti pakaian wanita dan makanan bayi. Karena sifatnya pendahuluan, kalau kurang bisa diajukan,” ucapnya.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto menambahkan bahwa hingga hari ini gempa susulan terus terjadi di Pulau Bawean hingga capai 266 kali.

“Assesment terakhir hingga hari ini terjadi gempa susulan 266 kali. Sehingga  terus diantisipaos sehingga butuh terpal tenda dll. Rombongan ini membawa dapur umum untuk buka puasa sahur,” ujarnya.

Lebih lanjut Gatot menyebut total keluruhan yang mengungsi sebanyak 33.539 jiwa. Kemudian, kerusakan rumah dan bangunan adat yang rusak ringan, sedang, hingga berat.

“Dampak kerusakan di seluruh kab kota terdampak Surabaya, Gresik Tuban, lamongan, Bojonegoro, Sidoarjo dan pemerasan. Jumlah rumah rusak ringan 2573, rusak sedang 1.332 unit, berat 774 unit, sekolah 91 unit, rumah rusak 5 unit, gedung kantor rusak 24 unit, tempat ibadah rusak 183 unit, Sepeda motor rusak 3 unit,” pungkasnya.

Baca Juga: Truk Bantuan Tak Bisa Menyeberang, Logistik Warga Bawean Terhambat

Editor : Ading