Sabtu, 05 Sep 2026 22:53 WIB

Pulau Bawean Berstatus Tanggap Darurat Gempa Selama 21 Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Mar 2024 19:39 WIB
Foto: Bupati Gresik Jawa Timur Gresik Fandi Akhmad Yani
Foto: Bupati Gresik Jawa Timur Gresik Fandi Akhmad Yani

selalu.id - Bupati Gresik Jawa Timur
Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 21 hari di Pulau Bawean.

Gus Yani sapaan akrabnya mengatakan penetapan status ini karena gempa beruntun yang terjadi di perairan Tuban atau dekat wilayah kepuluan Bawean. Sehingga, status tanggap darurat bencana selama 21 hari.

“Tanggap darurat bencana selama 21 hari  dimulai 22 Maret hingga 11 April 2024 di Pulau Bawean,” kata Gus Yani, Senin (25/3/2024).

Kata dia, Pemkab Gresik juga memberangkatkan bantuan dari Kementerian Sosial RI berupa bahan pokok, kebutuhan dasar sehari-hari dan dapur lapangan TNI AD beserta tim tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa terlaksana dengan baik, kita doakan masyarakat Bawean terus dijaga dan terselamatkan, yang paling penting trauma healing tidak ada rasa kekhawatiran lagi bagi warga Bawean,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen Suharyanto berpesan agar penanganan fokus pada kebutuhan dasar. Ia menyebut, tanggap bencana akan difokuskan di Pulau Bawean karena sulitnya akses serta transportasi ke lokasi terdampak.

Pengiriman bahan dasar logistik ini, lanjutnta, berupa makanan pokok, pakaian dan sanitasi menjadi prioritas awal. Kemudian baru masuk pada tahap pendataan dan penggantian kerugian infrastuktur yang rusak akibat gempa.

“Saya mohon agar kebutuhan dasar didahulukan, ini termasuk kebutuhan normatif, mungkin ada kebutuhan spesifik seperti pakaian wanita dan makanan bayi. Karena sifatnya pendahuluan, kalau kurang bisa diajukan,” ucapnya.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto menambahkan bahwa hingga hari ini gempa susulan terus terjadi di Pulau Bawean hingga capai 266 kali.

“Assesment terakhir hingga hari ini terjadi gempa susulan 266 kali. Sehingga  terus diantisipaos sehingga butuh terpal tenda dll. Rombongan ini membawa dapur umum untuk buka puasa sahur,” ujarnya.

Lebih lanjut Gatot menyebut total keluruhan yang mengungsi sebanyak 33.539 jiwa. Kemudian, kerusakan rumah dan bangunan adat yang rusak ringan, sedang, hingga berat.

“Dampak kerusakan di seluruh kab kota terdampak Surabaya, Gresik Tuban, lamongan, Bojonegoro, Sidoarjo dan pemerasan. Jumlah rumah rusak ringan 2573, rusak sedang 1.332 unit, berat 774 unit, sekolah 91 unit, rumah rusak 5 unit, gedung kantor rusak 24 unit, tempat ibadah rusak 183 unit, Sepeda motor rusak 3 unit,” pungkasnya.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan M 6,7 Guncang Palu, Rusak Rumah Sakit hingga Kantor Bupati

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.