Selasa, 03 Feb 2026 13:29 WIB

PGN Ekspansi Bisnis, Alirkan Gas Bumi ke PT Easterntex

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 25 Mar 2024 10:59 WIB
Foto: PGN
Foto: PGN

selalu.id - Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), berkomiten melakukan ekspansi bisnis gas bumi untuk mendukung penggunaan energi bersih dengan menyalurkan gas bumi rata-rata 6.104 MMBtu/Bulan kepada PT Easterntex yang merupakan produsen dari benang dan kain campuran serat polyester/kapas.

Produk utama PT Easterntex adalah T/C grey fabric dengan komposisi polyester dan cotton. PT Easterntex sendiri berdiri sejak tahun 1973. PT Easterntex telah sepakat dan menandatangani Kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (“PJBG”) dengan PGN dalam hal ini diwakili oleh Heri Frastiono selaku Area Head Pasuruan PT Perusahaan Gas Negara, Tbk dan Nobuhiro Yoshimura selaku Presiden Direktur PT Easterntex. Besaran kontrak yang telah disepakati oleh kedua belah pihak pada kondisi normal yaitu minimal 5.308 MMBTU/Bulan dan maksimal 6.900 MMBTU/Bulan.

PT Easterntex ini mempercayakan PGN dan menjadikan gas bumi sebagai bahan bakar utama dimana semua peralatan produksi didesain dengan menggunakan gas bumi yang bersih dan ramah lingkungan. Sebelumnya PT Easterntex menggunakan batu bara sebagai sumber energi utama.

”Kami beralih mengkonversi bahan bakar batu baru menjadi gas bumi karena hemat energi, suplai energi yang berkelanjutan, mendukung pengurangan karbon dan salah satu upaya penggunaan energi terbarukan,”Jelas Nobuhiro.

PT Perusahaan Gas Negara, Tbk Sales and Operation Region III Area Pasuruan telah melayani kebutuhan gas bumi kepada pelanggan industri, komersial dan rumah tangga dimana untuk pelanggan industri sebagian besar bergerak di sektor Food, Chemical, Ceramic, Basic Metal, CNG dan Textile. PT Perusahaan Gas Negara, Tbk berkomitmen untuk menjaga ketahanan pasokan gas dan mengalirkan gas bumi secara terus menerus selama 24 jam per hari dan 7 hari dalam sepekan dengan harga yang kompetitif.

Heri Frastiono selaku Area Head Pasuruan berterima kasih atas kepercayaan PT Easterntex yang menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar utama dalam proses produksinya. Diharapkan dengan telah beralihnya menggunakan bahan bakar gas bumi, dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian khususnya di wilayah Pasuruan.

Nobuhiro menyampaikan,”Kami berharap agar PGN dapat senantiasa berkomitmen dan berusaha untuk menjaga stabilitas suplai gas karena itu sangat penring untuk keberlangsungan proses produksi.

“PGN berharap para pelanggan merasakan benefit dari energi baik gas bumi yang dapat meningkatkan produktivitas industri dan produk yang berdaya saing. Hal ini juga selaras dengan visi misi PGN yang mendukung pemerintah sebagai solusi energi bersih ramah lingkungan dan mencapai target net zero emission pada tahun 2060 melalui peningkatan penggunaan gas bumi pada masa transisi energi” ujar Heri.

Baca Juga: Pemanfaatan Gas Bumi PGN Dorong Efisiensi Energi Industri Lamongan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.