Rabu, 21 Okt 2026 21:00 WIB

Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana, Begini Perannya

Masyarakat tanggap bencana
Masyarakat tanggap bencana

selalu.id - Letak geografis Indonesia membuat negara ini berada dalam kategori rawan bencana. Dalam menghadapi hal tersebut, tentunya diperlukan mitigasi bencana yang kuat, salah satunya adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang tanggap bencana. Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah salah satu langkah yang ditempuh Kementerian Sosial dalam mengupayakan mitigasi bencana secara maksimal.

Melalui KSB, Kemensos berupaya untuk melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana. Pada Sabtu (23/3), Kemensos mengukuhkan 60 relawan KSB di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Komara Dewi (46) atau yang akrab adalah salah satu di antaranya.

Baca Juga: Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Wanita yang kerap disapa Mara itu tinggal di aliran Sungai Cihujung yang rawan dilanda banjir dan longsor. Karenanya, Mara tergerak untuk melibatkan diri dalam penanganan Bencana. Menurutnya masyarakat juga perlu dilibatkan untuk mengurangi risiko bencana ini.

"Saya tergerak untuk menjadi relawan KSB ini karena ingin juga membantu menyadarkan warga bahwa banjir yang sering kita alami itu ternyata bisa diminimalisir risiko dampaknya," ungkap ibu dua anak ini.

Sebelum pengukuhan, para relawan yang berasal dari berbagai latar belakang ini diberikan pembekalan materi serta pelatihan simulasi kebencanaan selama tiga hari sejak Kamis (21/3) hingga Sabtu (23/3).

Sekretaris Jenderal Robben Rico menyampaikan bahwa pembentukan KSB ini adalah salah satu langkah sistematis Kementerian Sosial dalam mitigasi bencana yang melibatkan seluruh unsur di masyarakat.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

"KSB ini adalah bentuk kolaborasi yang luar biasa dalam rangka mengantisipasi dan menyiapkan warga kita untuk siap siaga terhadap bencana. Tidak bisa pemerintah pusat saja, tetapi peran pemerintah daerah dan masyarakat juga perlu." Ungkap Robben.

Pembentukan KSB ini mendapat respon positif dari Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi. Dicky berharap para relawan dapat menjadi garda terdepan di masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana, tidak hanya saat terjadi bencana tapi terlibat dalam upaya pencegahannya.

"Semoga para relawan dapat berdedikasi, tidak hanya ketika terjadi bencana tetapi juga bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan Kemensos dengan baik." Ucapnya saat momen pengukuhan.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Bersamaan dengan pengukuhan KSB, Kemensos juga mendirikan lumbung sosial yang berisi kebutuhan logistik untuk bisa digunakan dalam situasi mendesak jika terjadi bencana sebelum bantuan tiba.

Pada kesempatan itu , Kemensos salurkan bantuan dalam rangka kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Kota Cimahi berupa lumbung sosial di Kecamatan Cimahi Selatan, Fasilitas pembentukan KSB dan Fasilitas Tagana Masuk Sekolah (TMS) senilai Rp. 304.657.905.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.