Senin, 02 Feb 2026 20:44 WIB

Harga Sayur Mayur Naik Diatas 100 Persen di Bulan Ramadan

Foto: Sayur mayur
Foto: Sayur mayur

selalu.id - Memasuki hari ketiga puasa di bulan Ramadan 1445 H, harga kebutuhan pokok (bapok) masih tinggi. Selain beras, harga sayuran dan bumbu dapur ikut melonjak drastis.

Berdasarkan pantauan selalu.id disejumlah pasar di Surabaya, kenaikan komoditas sayuran ini tidak lain diakibatkan oleh cuaca buruk yang menyebabkan sayuran tersebut busuk sehingga pasokan barang pun menjadi berkurang.

Seperti halnya di Pasar Keputran, Surabaya, harga sayuran seperti sawi, buncis, dan wortel naik hingga lebih dari 100 persen. Bahkan, harga tomat kini mencapai Rp 35.000 per kg. Pekan sebelumnya harga tomat Rp 15.000 per kg.

"Sudah seminggu ini harga sudah naik karena hujan," kata Rohim (38) salah satu pedagang di Pasar Keputran, Kamis (14/3).

Seperti diketahui, para pedagang ini mengambil barang dari produsen di sentra sayur di Jawa Timur seperti di Pacet, Malang, hingga Lumajang. Menurut dia, harga bawang putih juga naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 50.000 per kg. Sedangkan bawang merah masih stabil di angka Rp 35.000 per kg.

Sementara itu, di Pasar Manggadua, Surabaya, harga sawi sendok mencapai Rp 20.000 per kg, dari sebelumnya yang hanya dikisaran Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg. Cabai merah besar mencapai Rp 65.000 per kg dan untuk harga wortel dari yang sebelumnya hanya Rp 8.000 per kg menjadi Rp 14.000 per kg.

Selain itu, harga jagung yang biasanya hanya Rp 4.000 per bungkus (isi 2 buah) menjadi Rp 6.500 per bungkusnya. Harga bawang putih juga naik dari Rp 38 ribu menjadi Rp 45 ribu untuk jenis bawang putih kating. Bawang putih jenis sicu juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Meski kondisi harga komoditi sayuran ini terbilang naik ugal-ugalan, namun daya minat beli masyarakat tetap tinggi. Hanya saja prosentase kapasitas jumlah pembelian berkurang. Dari yang biasa beli dengan jumlah 5 kg berkurang menjadi 3kg.

Abidin (44) salah seorang tengkulak di pasar tersebut mengatakan, jika kemarin dia biasa belanja sayur dengan kapasitas 5 sampai 10 kg, kini ia hanya mampu membeli setengah jumlah tersebut. Hal ini lantaran mahalnya harga sayuran tersebut.

"Kalau biasanya saya beli Sawi Sendok bisa 10 kg, sekarang cuma bisa 5 kg mas, karena uangnya buat kulakan barang dagangan lainnya," keluhnya.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Cek Kantin SMPN 37 Usai Temuan Harga Jajanan Naik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.