Kamis, 20 Jun 2024 01:04 WIB

Harga Sayur Mayur Naik Diatas 100 Persen di Bulan Ramadan

Foto: Sayur mayur

Foto: Sayur mayur

selalu.id - Memasuki hari ketiga puasa di bulan Ramadan 1445 H, harga kebutuhan pokok (bapok) masih tinggi. Selain beras, harga sayuran dan bumbu dapur ikut melonjak drastis.

Berdasarkan pantauan selalu.id disejumlah pasar di Surabaya, kenaikan komoditas sayuran ini tidak lain diakibatkan oleh cuaca buruk yang menyebabkan sayuran tersebut busuk sehingga pasokan barang pun menjadi berkurang.

Seperti halnya di Pasar Keputran, Surabaya, harga sayuran seperti sawi, buncis, dan wortel naik hingga lebih dari 100 persen. Bahkan, harga tomat kini mencapai Rp 35.000 per kg. Pekan sebelumnya harga tomat Rp 15.000 per kg.

"Sudah seminggu ini harga sudah naik karena hujan," kata Rohim (38) salah satu pedagang di Pasar Keputran, Kamis (14/3).

Seperti diketahui, para pedagang ini mengambil barang dari produsen di sentra sayur di Jawa Timur seperti di Pacet, Malang, hingga Lumajang. Menurut dia, harga bawang putih juga naik dari Rp 36.000 menjadi Rp 50.000 per kg. Sedangkan bawang merah masih stabil di angka Rp 35.000 per kg.

Sementara itu, di Pasar Manggadua, Surabaya, harga sawi sendok mencapai Rp 20.000 per kg, dari sebelumnya yang hanya dikisaran Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg. Cabai merah besar mencapai Rp 65.000 per kg dan untuk harga wortel dari yang sebelumnya hanya Rp 8.000 per kg menjadi Rp 14.000 per kg.

Selain itu, harga jagung yang biasanya hanya Rp 4.000 per bungkus (isi 2 buah) menjadi Rp 6.500 per bungkusnya. Harga bawang putih juga naik dari Rp 38 ribu menjadi Rp 45 ribu untuk jenis bawang putih kating. Bawang putih jenis sicu juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Meski kondisi harga komoditi sayuran ini terbilang naik ugal-ugalan, namun daya minat beli masyarakat tetap tinggi. Hanya saja prosentase kapasitas jumlah pembelian berkurang. Dari yang biasa beli dengan jumlah 5 kg berkurang menjadi 3kg.

Abidin (44) salah seorang tengkulak di pasar tersebut mengatakan, jika kemarin dia biasa belanja sayur dengan kapasitas 5 sampai 10 kg, kini ia hanya mampu membeli setengah jumlah tersebut. Hal ini lantaran mahalnya harga sayuran tersebut.

"Kalau biasanya saya beli Sawi Sendok bisa 10 kg, sekarang cuma bisa 5 kg mas, karena uangnya buat kulakan barang dagangan lainnya," keluhnya.

Baca Juga: Harga Daging Ayam Melambung, Omset Pedagang Turun 50 Persen di Surabaya

Editor : Ading