Pakar Psikologi UNAIR Sebut Caleg Gagal Cendrung Khawatir Dapat Bullying
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 01 Mar 2024 08:43 WIB
selalu.id - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah usai, para calon legistilatif (Caleg) tinggal menunggu hasil real count suara dari keputusan KPU. Namun, memasuki momen penuh tantangan baru dengan harapan mereka dapat memenangkan kursi yang mereka bidik.
Bagi seorang caleg kemenangan merasakan beban tanggung jawab yang besar, sedangkan kekalahan bisa mengantarkan ke gejala stres.
Menanggapi itu, Pakar Psikologi Universitas Airlangga, (UNAIR) Atika Dian Ariana mengatkan tidak jarang durasi video pendek di sosial media tersebar luas, seorang caleg yang sedang stres karena tidak mendapatkan suara.
“Stres secara umum adalah persepsi ketika seseorang menghadapi situasi yang tidak dianggapnya tidak dapat diatasi dengan sumber daya yang dimilikinya. Tekanan dan rasa malu itu muncul karena tidak terpenuhinya ekspektasi yang dimiliki sebelumnya,” kata Atika, Jumat (1/3/2024).
Menurut Atika tekanan dan gejala untuk Caleg mulai tampak, dengan persoalan yang begitu kompleks karena caleg nyatanya banyak melibatkan banyak pihak, mulai dari keluarga besar, partai politik, rekan kerja hingga tim sukses.
Ketakutan itu pun, kata dia, bisa bertambah jika pencalonan caleg menggunakan nilai material atau transaksi. Ia menilai, perasaan gagal dan penurunan harga diri sering kali dapat diatribusikan kepada persepsi individu tentang karakter pribadinya sendiri.
Atika menyebut, caleg yang gagal cenderung menarik kesimpulan negatif terhadap diri mereka sendiri, seperti merasa bahwa mereka tidak memiliki cukup kapabilitas atau kompetensi untuk berhasil dalam politik.
“ Belum lagi validasi lingkungan, kolom komentar netizen yang dikhawatirkan memberikan komentar negatif atau bullying,” ujarnya.
Lebih lanjut Atika menjelaskan untuk mengetahui gejala seseorang yang sedang mengalami stres yaitu, perubahan pola makan, gangguan pola tidur, menarik diri dari lingkungan, perubahan perasaan sedih cemas yang signifikan dan respons fisik seperti gangguan pencernaan.
“Selain itu, gejala kognitif cenderung pelupa banyak yang dipikirkan dalam satu waktu, sulit berkonsentrasi, dan kurangnya fokus,” terangnya.
Baca Juga: Sosok Ahmad Nurjayanto, Caleg Golkar Peraih 11 Ribu Suara
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-6633-pakar-psikologi-unair-sebut-caleg-gagal-cendrung-khawatir-dapat-bullying
