Senin, 07 Sep 2026 02:10 WIB

Fenomena 'Hari Tanpa Bayangan' Terjadi Lagi, Akankah Cuaca jadi Super Panas?

  • Penulis : Ading
  • | Rabu, 21 Feb 2024 09:15 WIB
Foto: [courtesy google picture] Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Foto: [courtesy google picture] Fenomena Hari Tanpa Bayangan

selalu.id - Hari ini Indonesia akan kembali memasuki siklus 'Hari Tanpa Bayangan' atau The Lahaina Noon, yakni terhitung pada 21 Februari - 4 April 2024 dan 7 yang dimulai di Pulau Rote, NTT dan berakhir di Sabang, Aceh September - 21 Oktober 2024 dari Sabang, Aceh dan berakhir di Pulau Rote, NTT.

The Lahaina Noon adalah istilah yang pertama dinyatakan oleh Bishop Museum di Hawai untuk menjelaskan fenomena yang hanya terjadi di daerah tropis dalam waktu-waktu tertentu ini.

The Lahaina Noon terjadi karena matahari ada di Kulminasi Utama atau tepat di atas kepala pengamatnya, sehingga bayangan tidak terlihat.

BMKG memaparkan, Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi. Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) sampai 23,5 derajat Lintang Selatan (LS).

Hal tersebut disebut sebagai gerak semu harian Matahari. Pada tahun 2024, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2024 pukul 10.06 WIB dan 22 September 2024 pukul 19.43 WIB. Adapun pada 21 Juni 2024 pukul 03.50 WIB, posisi Matahari berada di titik balik Utara. Sementara pada 21 Desember 2024 pukul 16.20 WIB, posisi Matahari berada di titik balik Selatan.

BMKG menjelaskan bahwa mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, fenomena Kulminasi Utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun. Dan untuk waktu terjadinya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.

Namun, meski matahari terletak di titik Zenitnya, tidak berarti akan jadi super panas. BMKG tetap memprediksi bahwa suhu udara tetap di sekitar 32-36° celcius.

Baca Juga: Akan Ada Hari Tanpa Bayangan di Surabaya Pada 12 Oktober, Begini Penjelasan BMKG

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.