Senin, 02 Feb 2026 22:55 WIB

Fenomena 'Hari Tanpa Bayangan' Terjadi Lagi, Akankah Cuaca jadi Super Panas?

  • Penulis : Ading
  • | Rabu, 21 Feb 2024 09:15 WIB
Foto: [courtesy google picture] Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Foto: [courtesy google picture] Fenomena Hari Tanpa Bayangan

selalu.id - Hari ini Indonesia akan kembali memasuki siklus 'Hari Tanpa Bayangan' atau The Lahaina Noon, yakni terhitung pada 21 Februari - 4 April 2024 dan 7 yang dimulai di Pulau Rote, NTT dan berakhir di Sabang, Aceh September - 21 Oktober 2024 dari Sabang, Aceh dan berakhir di Pulau Rote, NTT.

The Lahaina Noon adalah istilah yang pertama dinyatakan oleh Bishop Museum di Hawai untuk menjelaskan fenomena yang hanya terjadi di daerah tropis dalam waktu-waktu tertentu ini.

The Lahaina Noon terjadi karena matahari ada di Kulminasi Utama atau tepat di atas kepala pengamatnya, sehingga bayangan tidak terlihat.

BMKG memaparkan, Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi. Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) sampai 23,5 derajat Lintang Selatan (LS).

Hal tersebut disebut sebagai gerak semu harian Matahari. Pada tahun 2024, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2024 pukul 10.06 WIB dan 22 September 2024 pukul 19.43 WIB. Adapun pada 21 Juni 2024 pukul 03.50 WIB, posisi Matahari berada di titik balik Utara. Sementara pada 21 Desember 2024 pukul 16.20 WIB, posisi Matahari berada di titik balik Selatan.

BMKG menjelaskan bahwa mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, fenomena Kulminasi Utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun. Dan untuk waktu terjadinya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.

Namun, meski matahari terletak di titik Zenitnya, tidak berarti akan jadi super panas. BMKG tetap memprediksi bahwa suhu udara tetap di sekitar 32-36° celcius.

Baca Juga: Akan Ada Hari Tanpa Bayangan di Surabaya Pada 12 Oktober, Begini Penjelasan BMKG

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.