Rabu, 22 Jul 2026 17:59 WIB

Fenomena 'Hari Tanpa Bayangan' Terjadi Lagi, Akankah Cuaca jadi Super Panas?

  • Penulis : Ading
  • | Rabu, 21 Feb 2024 09:15 WIB
Foto: [courtesy google picture] Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Foto: [courtesy google picture] Fenomena Hari Tanpa Bayangan

selalu.id - Hari ini Indonesia akan kembali memasuki siklus 'Hari Tanpa Bayangan' atau The Lahaina Noon, yakni terhitung pada 21 Februari - 4 April 2024 dan 7 yang dimulai di Pulau Rote, NTT dan berakhir di Sabang, Aceh September - 21 Oktober 2024 dari Sabang, Aceh dan berakhir di Pulau Rote, NTT.

The Lahaina Noon adalah istilah yang pertama dinyatakan oleh Bishop Museum di Hawai untuk menjelaskan fenomena yang hanya terjadi di daerah tropis dalam waktu-waktu tertentu ini.

The Lahaina Noon terjadi karena matahari ada di Kulminasi Utama atau tepat di atas kepala pengamatnya, sehingga bayangan tidak terlihat.

BMKG memaparkan, Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi. Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) sampai 23,5 derajat Lintang Selatan (LS).

Hal tersebut disebut sebagai gerak semu harian Matahari. Pada tahun 2024, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2024 pukul 10.06 WIB dan 22 September 2024 pukul 19.43 WIB. Adapun pada 21 Juni 2024 pukul 03.50 WIB, posisi Matahari berada di titik balik Utara. Sementara pada 21 Desember 2024 pukul 16.20 WIB, posisi Matahari berada di titik balik Selatan.

BMKG menjelaskan bahwa mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, fenomena Kulminasi Utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun. Dan untuk waktu terjadinya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.

Namun, meski matahari terletak di titik Zenitnya, tidak berarti akan jadi super panas. BMKG tetap memprediksi bahwa suhu udara tetap di sekitar 32-36° celcius.

Baca Juga: Akan Ada Hari Tanpa Bayangan di Surabaya Pada 12 Oktober, Begini Penjelasan BMKG

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.