Jumat, 04 Sep 2026 17:35 WIB

Hasil Sirekap Pileg Berubah, Transparasi KPU Surabaya Dicurigai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Feb 2024 15:04 WIB
Foto ilustrasi Sirekap KPU
Foto ilustrasi Sirekap KPU

selalu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dianggap tidak transparan terkait adanya perubahan rekapitulasi Pemilu 2024 pada Sirekap (laman website rekapitulasi resmi KPU) dalam hitungan suara Pilihan Legislatif (Pileg).

Kordinator Bidang Demokrasi dan Pemilu Dewan Pengurus Cabang Poros Sahabat Nusantara (DPC POSNU) Surabaya, M Nauval Farros menduga adanya oknum tertentu yang sengaja mengotak-atik hasil Sirekap.

"Ada suara beberapa Caleg dan beberapa Parpol di lingkup Kota Surabaya, baik caleg ditingkat DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota mengalami perubahan yang mencurigakan,” kata Farros, Senin (19/2/2024).

Farros menyampaikan bahwa berdasarkan tim investigasi DPC Posnu Surabaya ada sejumlah kasus suara dari caleg DPR RI dapil 1 Jawa Timur (Surabaya dan Sidoarjo).

“Suara itu mengalami perubahan, pada tanggal 17 Februari pukul 12.00 WIB,” ujarnya.

Ia menerangkan pada proses perhitungan suara mencapai 6191 dari 13733 TPS (45,08%). Caleg tersebut memperoleg suara sebanyak 9000 suara.

“Tapi anehnya pada tanggal 17 Feb pukul 19.30 WIB. Progres perhitungan suara mencapai 6498 dari 13733 TPS (47.32%) mengalami penurunan menjadi 6.800 sekian suara dalam hal ini tidak ada tolak ukur penjelasan dalam perubahan perolehan suara ini,” tegasnya.

Adanya temuan ini, lanjut dia, akan menjadi sulit pembenaranya di masyarakat, sebab transparansi hasil C1 yang tidak diumumkan di masing-masing kantor kelurahan pasca pemungutan suara 14 Februari lalu.

Bahkan, adanya PPK yang membacakan hasil rekap tiap kelurahan yang mundur.

“Seharusnya PPK melaksanakan rekap tingkat kecamatan hari Minggu, namun dengan dalih tertentu rekap kecamatan mundur dimulai hari Senin,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknha meminta KPU Surabaya juga harus terbuka transparan dan akuntabel dalam menindaklanjuti masukan dan temuan yang disampaikan oleh masyarakat.

“Karena jelas kalau kita membahas tentang pemilu hal ini merupakan bentuk fundamental dari wilayah demokrasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Farros menambahkan, apabila dalam perhitungan ataupun proses rekapitulasi ini tidak ada bentuk transparannya, maka akan lebih bahaya terkait kepercayaan masyarakat.

“Akan memunculkan asumsi di masyarakat rekapitulasi momentum suara caleg yang dimanipulasi secara terstruktur, sistematis, dan masif. Sehingga banyak aspirasi masyarakat untuk caleg yang di inginkan akhirnya terbelokkan oleh oknum yang memanipulasi proses perhitungan suara ini,” pungkasnya.



Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.