Rabu, 19 Jun 2024 22:48 WIB

KPPU Tinjau Harga Komoditas Pangan di Pasar Tradisional Surabaya

Ilustrasi foto

Ilustrasi foto

selalu.id - Berdasarkan dari tinjauan yang dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), diketahui ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga sangat drastis, diantaranya beras premium.

Kenaikan ini telah terjadi sejak sebulan ini sehingga harga beras premium di pasar Tambahrejo sudah menyentuh Rp16.000 per kilogram, padahal HET beras premium mencapai Rp13.900 per kilogram. Sementara menurut pedagang, stok masih aman dan tidak ada kekurangan.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa meminta distributor atau agen bahan kebutuhan pokok untuk tidak memainkan harga. Permintaan ini disampaikan usai Fanshurullah Asa melakukan tinjauan pasar bersama Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan Tim TPID Jatim di pasar Tambahrejo Surabaya, Sabtu (17/2/2024).

"Kami lakukan pengecekan di lapangan, dari sisi pasokan tidak ada masalah. Kita cek ke masyarakat, ke penjual, tidak ada masalah. Tetapi harga masih di atas. HET beras premium Rp13.900 per kilogram, sedangkan HET beras medium Rp10.900 per kilogram. Sementara di pasar harga mencapai Rp16.000 per kilogram. Pedagang beli di agen harganya sudah Rp15.000 per kilogram. Jadi di agen sudah mahal," ungkapnya.

"Makanya kami wanti-wanti kepada distributor, kepada agen, tolong jangan harga diatur. Mainkan harganya di Rp16.000, jangan begitu. Itu berarti menyalahi di persidangan usaha, ini tidak sehat. Apalagi sudah ada HET. Jualah beras sesuai dengan HET," imbuhnya.

Sementara untuk daging sapi dan unggas, ia mengatakan masi stabil, dan masih berada dibawah HET. Meski begitu, untuk daging sapi kualitas bagus, harga di pasar Tambahrejo stabil di harga Rp130.000 hingga Rp140.000 per kg. Sedangkan harga daging ayam broiler memang telah mengalami kenaikan sejak 4 hari yang lalu.

Salah seorang pedagang ayam pasar Tambahrejo, Umik Maysaroh menyebut kenaikan harga ini berkisar Rp2.000 hingga Rp5.000 per kg per hari, sehingga saat ini harga daging ayam di pasar sudah mencapai Rp34.000 per kg dari harga normal Rp32.000 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi untuk komoditas cabe rawit dan gula pasir. Menurut ibu Warinten, pedagang bahan pokok dan sayuran di pasar Tambahrejo, saat ini harga cabe rawit mencapai Rp80.000 per kg dari harga normal Rp40.000 per kg. Kenaikan terjadi sejak seminggu ini. Sedangkan harga gula juga mengalami kenaikan menjadi Rpb16.500 per kg. dari harga normal Rp12.000 per kg

Menanggapi temuan tersebut, Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono memastikan bahwa stok bahan pokok di Jatim aman dan tersedia. Namun yang tengah didalami adalah terjadinya fluktuasi harga. Sejumlah bahan pangan yang terjadi,khususnya beras premium.

"Yang paling penting sekarang adalah mencari persoalan, kenapa distributor atau agen menaikkan harga sehingga menyebabkan pedagang membeli stok jadi mahal. Seluruh pedagang sebenarnya wajar dalam mengambil untung dan menaikkan harga. Ini yang akan kita cari setelah ini, kita coba bagaimana intervensinya kepada agen," katanya.

"Khusus untuk cabe rawit, kenaikan terjadi karena musim hujan. AIni hanya persoalan memanage bagaimana cabe bisa tahan lama. Mungkn kalau ada cool storage yang besar, ini yang sudah kita upayakan bisa mengatur semuanya. Tetapi mekanisme pasar menjadi penting. Saya kira seluruh harga masih dalam batas wajar. Dan menjelang Ramadhan ini harus betul-betul kota jaga, walaupun ada kenaikan masih dalam taraf wajar," pungkasnya

Baca Juga: Harga Eceran Minyakita Naik, Mendag: Sudah Waktunya Dinaikkan

Editor : Ading