Rabu, 19 Jun 2024 23:02 WIB

KAI Bakal Tambah 54 Lokomotif Angkutan Barang Rendah Emisi

KAI

KAI

selalu.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama anak perusahaan Caterpillar Amerika Serikat (AS), Progress Ra melakukan penandatanganan kontrak kerja sama pengadaan 54 lokomotif di Gedung Jakarta Railways Center, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024) kemarin.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengungkapkan, bahwa kesepakatan tersebut merupakan salah satu langkah strategis KAI dalam perencanaan pengembangan angkutan barang di Sumatera Selatan.

"Penandatanganan kontrak ini adalah sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan transportasi kereta api untuk masyarakat melalui layanan KAI," ucapnya pada selalu.id dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/2/2024).

Dikatakannya, dalam pengadaan sarana sejumlah 54 lokomotif baru tersebut, merupakan kelanjutan dari pembelian 91 lokomotif sebelumnya yang telah KAI terima sejak tahun 2011.

Lokomotif ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dengan beberapa fitur yang ramah lingkungan sehingga mampu untuk mencapai standar yang tinggi dalam mendukung keberlangsungan lingkungan.

Meski begitu, Lokomotif yang akan didatangkan tersebut berjenis GT38AC atau yang dikenal di Indonesia sebagai CC 205 dengan kemampuan menarik kereta atau gerbong yang besar.

Jenis lokomotif ini telah memberikan dampak yang signifikan dalam hal efisiensi dan emisi karbon yang dikeluarkan. Lokomotif jenis terdebut dirancang khusus untuk lingkungan Asia Tenggara dan telah terbukti beroperasi secara baik dengan menggunakan bahan bakar biodiesel (B35) yang ramah lingkungan.

Adapun beberapa fitur lokomotif tersebut diantaranya yakni memiliki mesin 710 delapan silinder, motor traksi AC yang kuat dan tahan lama, serta rancangan kabin dan bodi lokomotif yang mendukung visibilitas masinis.

Ke-54 lokomotif tersebut, lanjut ia mengungkapkan, akan datang secara bertahap mulai April 2025 hingga April 2026. Pengadaan lokomotif tersebut akan mendukung target 85 juta ton angkutan batu bara di Sumatra bagian Selatan di tahun 2026, dimana pada 2023 telah tercapai sebanyak 51 juta ton.

"KAI terus membangun kolaborasi dengan perusahaan di dalam ataupun luar negeri sebagai komitmen perusahaan untuk mengurangi emisi karbon, mitigasi polusi, serta tujuan untuk merawat warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada pembelian lokomotif ini juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan energi domestik dan memenuhi permintaan energi di dunia internasional yang terus meningkat.

Baca Juga: Dukung Bursa Wisata Jatim, Daop 8 KAI Beri Diskon hingga 20 Persen

Editor : Ading