Jumat, 06 Nov 2026 15:00 WIB

KAI Bakal Tambah 54 Lokomotif Angkutan Barang Rendah Emisi

KAI
KAI

selalu.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama anak perusahaan Caterpillar Amerika Serikat (AS), Progress Ra melakukan penandatanganan kontrak kerja sama pengadaan 54 lokomotif di Gedung Jakarta Railways Center, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024) kemarin.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengungkapkan, bahwa kesepakatan tersebut merupakan salah satu langkah strategis KAI dalam perencanaan pengembangan angkutan barang di Sumatera Selatan.

"Penandatanganan kontrak ini adalah sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan transportasi kereta api untuk masyarakat melalui layanan KAI," ucapnya pada selalu.id dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/2/2024).

Dikatakannya, dalam pengadaan sarana sejumlah 54 lokomotif baru tersebut, merupakan kelanjutan dari pembelian 91 lokomotif sebelumnya yang telah KAI terima sejak tahun 2011.

Lokomotif ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dengan beberapa fitur yang ramah lingkungan sehingga mampu untuk mencapai standar yang tinggi dalam mendukung keberlangsungan lingkungan.

Meski begitu, Lokomotif yang akan didatangkan tersebut berjenis GT38AC atau yang dikenal di Indonesia sebagai CC 205 dengan kemampuan menarik kereta atau gerbong yang besar.

Jenis lokomotif ini telah memberikan dampak yang signifikan dalam hal efisiensi dan emisi karbon yang dikeluarkan. Lokomotif jenis terdebut dirancang khusus untuk lingkungan Asia Tenggara dan telah terbukti beroperasi secara baik dengan menggunakan bahan bakar biodiesel (B35) yang ramah lingkungan.

Adapun beberapa fitur lokomotif tersebut diantaranya yakni memiliki mesin 710 delapan silinder, motor traksi AC yang kuat dan tahan lama, serta rancangan kabin dan bodi lokomotif yang mendukung visibilitas masinis.

Ke-54 lokomotif tersebut, lanjut ia mengungkapkan, akan datang secara bertahap mulai April 2025 hingga April 2026. Pengadaan lokomotif tersebut akan mendukung target 85 juta ton angkutan batu bara di Sumatra bagian Selatan di tahun 2026, dimana pada 2023 telah tercapai sebanyak 51 juta ton.

"KAI terus membangun kolaborasi dengan perusahaan di dalam ataupun luar negeri sebagai komitmen perusahaan untuk mengurangi emisi karbon, mitigasi polusi, serta tujuan untuk merawat warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada pembelian lokomotif ini juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan energi domestik dan memenuhi permintaan energi di dunia internasional yang terus meningkat.

Baca Juga: Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Editor : Ading
Berita Terbaru

Nasdem Setuju Pemprov Sisihkan Dana 600 Miliar Lewat Skema Dana Ditanggung Bersama

Pengumpulan dana dilakukan bertahap selama 3 tahun anggaran.

DPRD Jatim Desak Evaluasi Sabo Dam dan Percepat Relokasi Warga Rawan Banjir Lahar Semeru

selalu.id — Anggota DPRD Jawa Timur Lailatul Qodriyah meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur mitigasi bencana Gunung Semeru, m

Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Infrastruktur tersebut dirancang mengalirkan debit air hingga 23 meter kubik per detik.

DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi D DPRD Surabaya saat membahas RAPBD 2027 bersama jajaran OPD.

Antisipasi Bencana, Sidoarjo Perkuat Kesiapsiagaan di 4 Kecamatan

BPBD Sidoarjo mencatat sedikitnya 13 hingga 14 desa di sejumlah kecamatan masuk dalam wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih se

Top 5 Berita: Pencegahan Korupsi hingga BSU 900 Ribu

Pembaca banyak tertarik pemberitaan pemerintahan, peristiwa dan hukum kriminal.