Rabu, 26 Jun 2024 01:20 WIB

Duta Besar India Bagikan Pandangan Positif tentang Demokrasi Indonesia

  • Reporter : Redaksi
  • | Kamis, 15 Feb 2024 08:33 WIB
Duta Besar India untuk Indonesia

Duta Besar India untuk Indonesia

selalu.id - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah dilaksanakan pada 14 Februari 2024 yang memandai titik penting arah demokrasi Indonesia untuk lima tahun mendatang.

Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia pun menyoroti pesta demokrasi Indonesia dengan positif. Dalam kesempatannya membagikan pengalaman dan kesan selama menjabat sebagai Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep mengatakan kepada selalu.id bahwa ia sangat gembira melihat Indonesia telah membuktikan kepada rakyatnya dan dunia, nilai bawaan sistem demokrasi dalam hal peralihan kekuasaan secara damai dan politik inklusif.


Dalam pandangannya, tahun 2024 memang merupakan tahun yang istimewa bagi negara-negara demokrasi karena ini adalah tahun pemilu terbesar dalam sejarah dunia. Pemilihan umum sedang berlangsung di banyak negara demokratis tahun ini untuk memilih pemerintahan dengan jumlah pemilih lebih dari setengah populasi dunia.

Sandeep pun menilai, bahwa pemilu yang kredibel memberikan mandat kepada pemerintah karena dalam negara demokrasi kekuasaan ada di tangan rakyat, merekalah yang menentukan nasib suatu bangsa. Negara-negara di seluruh dunia, terutama Indonesia dan India, telah membuktikan secara meyakinkan bahwa bagi masyarakat majemuk dan beragam, jalur demokrasi adalah satu-satunya jalan nyata menuju pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Inilah Daftar Nama Calon Anggota KPU Terpilih di 36 Kabupaten Kota Se Jawa Timur


"Kita semua telah menyaksikan dengan penuh daya tarik kampanye pemilu Indonesia pada putaran pemilihan presiden kali ini. Selama kampanye ini, kandidat-kandidat yang berbeda telah mengartikulasikan kebijakan-kebijakan mereka masing-masing dan perbedaan-perbedaan yang ada dengan penuh rasa hormat," ujar Sandeep, Kamis (15/2/2024).

Debat capres dan cawapres pun ia pandang telah menjadi perdebatan kelas atas dalam komunikasi publik dan debat sipil. Karena debat merupakan ciri dari negara demokrasi yang sudah matang dan bahkan lebih mengesankan lagi di negara demokrasi yang masih muda seperti Indonesia.

"Hebatnya, meski tidak mengherankan, kaum muda telah menjadi partisipan aktif dalam proses tersebut. Mereka telah menggunakan kecerdikan mereka dalam menggunakan media sosial serta banyak cara komunikasi kreatif lainnya untuk memberikan dampak yang besar," terangnya.

Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan wujud nyata Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi karena generasi muda sadar bahwa politik saat ini akan memainkan peran penting dalam menentukan masa depan mereka. Terlebih, para pemilih di Indonesia mempunyai informasi yang baik dan tertarik untuk mengungkapkan pilihan mereka.

"Hal ini merupakan hasil yang tidak terlihat namun nyata selama bertahun-tahun demokratisasi di negara ini," tukasnya.


Sandeep juga menilai bahwa kebebasan berbicara, kebebasan media, dan kebebasan mengamalkan keyakinan merupakan hak-hak individu dan masyarakat yang sangat dihargai di Indonesia. Oleh karenaya, menyelenggarakan pemilu yang kredibel dalam skala besar merupakan prestasi yang luar biasa.

"Saya mengucapkan selamat atas upaya KPU atas upaya besar yang telah dilakukan dalam pendidikan pemilih dan penyelenggaraan pemilu di negara kepulauan dimana logistik merupakan tantangan besar. Karena pemilu di Indonesia tidak diragukan lagi merupakan pemilu yang paling rumit di seluruh dunia," tukasnya.

Tidak umum diketahui bahwa pemilu di Indonesia diselenggarakan dalam satu hari dan melibatkan sekitar 204 juta pemilih yang akan memilih lebih dari 20.000 wakil nasional dan daerah. Para pemilihnya tersebar di ribuan pulau di kepulauan terbesar dunia. Setiap dari mereka perlu diberikan kesempatan untuk memilih di lebih dari 800.000 TPS yang tersebar di seluruh negeri. Begitu pula dengan diaspora Indonesia yang juga mempunyai kesempatan untuk memilih di Kedutaan Besarnya di luar negeri. Ini adalah prestasi luar biasa yang sulit ditiru oleh sebagian besar negara. Namun ini belum semuanya. Indonesia dengan jumlah pemilih lebih dari 80 persen pada tahun 2019 memiliki tingkat partisipasi demokratis yang membuat iri negara-negara demokrasi yang lebih mapan di dunia.

Baca Juga: Ini Arti Maskot 'Si Mbois' Karakter Buaya KPU untuk Pilwali Surabaya


Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan bersama dengan India dan Amerika Serikat, Indonesia mewakili aspirasi hampir dua miliar orang yang hidup dalam kerangka demokrasi. Faktanya, ketiga negara ini membuktikan bahwa demokrasi tidak memiliki ikatan khusus dengan ras dan agama mana pun dan diadopsi dengan antusias oleh semua orang.

India mayoritas beragama Hindu, Amerika mayoritas beragama Kristen, sedangkan Indonesia mayoritas beragama Islam. Namun semangat untuk mematuhi nilai-nilai dan praktik demokrasi dimiliki oleh semua orang. Pemerintahan demokratis melindungi hak-hak kelompok minoritas dan perempuan.

"Baik di Indonesia maupun India, kita telah menyaksikan pemberdayaan perempuan yang tidak dapat dielakkan. Saat ini, Indonesia memiliki 30 persen reservasi kursi bagi perempuan di lembaga legislatif dan India telah mengesahkan Undang-Undang Amandemen Konstitusi ke-106 pada bulan September 2023 yang memberikan 33 persen kursi bagi perempuan di lembaga legislatif," terangnya.


Demokrasi bukan hanya sebuah kerangka politik untuk menyatukan masyarakat namun juga merupakan mekanisme yang cocok untuk mewujudkan pembangunan bagi masyarakat yang hidup dalam masyarakat majemuk. Tidak ada sistem yang sempurna dan mungkin mencapai kesempurnaan berada di luar kemampuan manusia.

Namun, seiring berjalannya sistem yang ada saat ini, terdapat pengakuan luas bahwa pemerintahan demokratis dan ekonomi pasar bebas yang teregulasi memberikan kesejahteraan material dan non-material yang maksimal bagi masyarakat. Demokrasi melahirkan usaha dan inovasi serta mendorong semangat kebebasan manusia untuk berkembang dan berkembang.

Tidak mengherankan jika ekosistem startup global yang paling menarik ada di negara-negara demokrasi di dunia. Sebagaimana para seniman, perajin, perancang, olahragawan, atau pengusaha paling terkenal di dunia adalah anugerah demokrasi bagi dunia.

Baca Juga: KPU Surabaya Bakal Setel Jingle Pemilu di tiap Traffic Light Jelang Pilkada


‘Teori Perdamaian Demokratis’ Immanuel Kant menyatakan bahwa untuk mencapai perdamaian, negara harus demokratis terlebih dahulu. Nilai-nilai yang terkandung dalam kerangka demokrasi liberal menjamin terciptanya perdamaian dan negara-negara demokratis tidak saling berperang.

Dunia yang telah menyaksikan sistem internasional yang relatif damai pasca era Perang Dingin, kini berada di bawah tekanan geopolitik yang besar. Namun, jalan ke depan bukanlah dengan mundur dari prinsip-prinsip demokrasi, melainkan dengan meningkatkan demokrasi bagi masyarakat di dalam negeri dan di seluruh sistem internasional. Itulah sebabnya demokrasi dan pemilu di Indonesia sangat penting bagi dunia.


"Pesta Demokrasi merupakan suatu hal yang patut dirayakan tidak hanya bagi Indonesia namun juga bagi demokrasi dan kekuatan perdamaian di seluruh dunia. 1,4 miliar masyarakat India yang juga akan segera merayakan pemilu, bersukacita dan sangat bangga dengan festival Indonesia ini," pungkasnya.

Editor : Ading