Sabtu, 05 Sep 2026 18:10 WIB

Catat! Ini Lokasi Layanan Khusus bagi Pemilih Pemilu Tanpa Dokumen Kependudukan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Feb 2024 11:03 WIB
Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto 
Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto 

selalu.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya membuka pelayanan khusus di hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (14/2/2024) nanti.

Baca Juga: Orang Mati Masih Terdaftar PBI JKN: Potret Rapuhnya Validasi Data Kemensos dan Dukcapil


Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto mengatakan pelayanan khusus itu untuk memfasilitasi para pemilih yang belum mempunyai dokumen kependudukan.

"Di situ mereka bisa melakukan perekaman sekaligus aktivasi terhadap Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan bagi warga Kota Surabaya, khususnya yang belum memiliki dokumen kependudukan yang dipersyaratkan untuk datang ke TPS pada tanggal 14, dapat melakukan atau memanfaatkan ruang yang sudah kami sediakan itu," kata Eddy, Senin (12/2/2024).

Eddy menyampaikan pelayanan khusus 14 Februari 2024 atau tepat di hari pemilu itu dilaksanakan di  MPP Siola, kantor kecamatan dan kelurahan serta akan dibuka pula pelayanan di Taman Bungkul (di depannya Taman Bungkul sisi barat) dan juga di halaman Balai Kota Surabaya.

Sebelumnya, lanjut Eddy, pihaknya sudah membuka pelayanan di hari libur panjang, sejak tanggal 8 hingga 11 Februari lalu dalam rangka mendukung proses pelaksanaan pemilu tahun 2024.

“Pelayanan itu juga khusus untuk perekaman e-KTP bagi warga pemilih pemula dan juga untuk aktivasi IKD," jelasnya.

Lebih lanjut Eddy menerangkan untuk warga Surabaya berusia 17 tahun berhak mendapatkan e-KTP. Dispendukcapil Surabaya sudah menyiapkan blangko e-KTP yang cukup, sehingga jika mengajukan akan langsung diproses untuk dicetak.

“Persiapan blangko kami insyaallah sudah aman dan cukup untuk mencover mereka,” tegasnya.

Dengan pelayanan khusus ini warga Surabaya segera cepat dan mudah melakukan hak pencoblosannya untuk Pemilu 2024. Sebab, wajib menunjukkan KTP atau menunjukkan identitas kependudukan, termasuk KTP digital maupun dokumen lainnya yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil Surabaya. “Makanya kami siapkan itu semuanya,” kata dia.

Untuk melakukan perekaman dan juga aktivasi IKD, kata dia, Warga cukup bawa KK (Kartu Keluarga) atau kalau pun tidak bisa bawa KK, minimal warga yang ingin melakukan aktivasi IKD itu cukup menghafal NIK-nya, pasti akan diproses oleh petugas.


“Tidak membawa KTP atau KK tidak masalah, yang penting hafal NIK-nya, kami siap untuk proses aktivasi IKD-nya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Eddy memastikan sekarang ini tidak ada alasan lagi bagi warga Kota Surabaya untuk tidak mencoblos hanya karena tidak memiliki identitas kependudukan.

“Yang jelas, kami Dispendukcapil Surabaya mendukung sepenuhnya terhadap identitas dan dokumen kependudukan yang dipersyaratkan untuk bisa ikut dalam pemilu 2024 ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Tinggal 0,32 Persen Lagi, Perekaman KTP-el Surabaya Nyaris 100 Persen

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.